Imbas Tabrakan Kereta, Seluruh Perjalanan KA Jarak Jauh dari Gambir dan Pasarsenen Dihentikan - Liputan6
Imbas Tabrakan Kereta, Seluruh Perjalanan KA Jarak Jauh dari Gambir dan Pasarsenen Dihentikan
Seluruh perjalanan kereta api jarak jauhdari Stasiun Gambir dan Stasiun Pasarsenen dihentikan usai tabrakan KA 4 Argo Bromo Anggrek dan KRL.
Liputan6.com, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) menghentikan sementara seluruh perjalanan kereta api jarak jauh (KAJJ) dari Stasiun Gambir dan Stasiun Pasarsenen. Lantaran, KAI dan tim gabungan tengah melakukan evaluasi.
VP Corporate Communication KAI, Anne Purba mengatakan fokus saat ini adalah evakuasi korban terdampak tabrakan KA 4 Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line.
Untuk itu, seluruh perjalanan KAJJ dari Stasiun Gambir dan Stasiun Pasarsenen dihentikan malam ini.
"Seluruh perjalanan Kereta Api Jarak Jauh yang berangkat dari Stasiun Gambir dan Pasarsenen untuk sementara dihentikan guna mendukung proses penanganan dan memastikan keselamatan perjalanan," kata Anne dalam keterangannya, Senin (27/4/2026).
Listrik Aliran Atas Dimatikan Sementara
Sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mengambil langkah penanganan KA Argo Bromo Anggrek yang menabrak KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur.
Listrik Aliran Atas (LAA) pada lintas Stasiun Cibitung hingga Bekasi Timur dinonaktifkan sementara. Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan hal itu sebagai bagian dari keamanan operasional.
"Sebagai langkah pengamanan, aliran listrik aliran atas (LAA) pada lintas Cibitung–Bekasi Timur dan emplasemen Bekasi Timur untuk sementara dinonaktifkan," kata Franoto dalam keterangan resmi, Senin (27/4/2026).
Investigasi Penyebab Kecelakaan
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5567652/original/022159600_1777302854-Jepretan_Layar_2026-04-24_pukul_22.07.01.jpg)
Diketahui, KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi menabrak KRL tujuan Cikarang di Stasiun Bekasi Timur. Satu kereta khusus penumpang wanita nampak ringsek dihantam lokomotif KA Jarak Jauh tersebut.
Franoto menyebut, pihaknya masih melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab kecelakaan tersebut.
"Adapun penyebab kejadian serta jumlah perjalanan KA yang terdampak masih dalam proses investigasi dan pendataan lebih lanjut. Informasi akan terus diperbarui secara berkala," tutur Franoto.
Kronologi Tabrakan
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5567642/original/083740200_1777300401-WhatsApp_Image_2026-04-27_at_21.29.47.jpeg)
Franoto menjelaskan, tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL terjadi di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920 pada Senin (27/4/2026) pukul 20.52 WIB.
Gangguan tersebut terjadi akibat peristiwa tertempernya PLB 5568A (CL KPB–CKR) oleh PLB 4B (KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi) di lokasi kejadian, yang berdampak pada operasional perjalanan kereta api di lintas tersebut.
“Saat ini, PT KAI bersama pihak kepolisian tengah melakukan proses evakuasi terhadap rangkaian kereta serta penanganan korban di lokasi kejadian. Kami berupaya semaksimal mungkin agar operasional perjalanan kereta api dapat segera kembali normal,” ujar Franoto.
KAI memastikan petugas di lapangan telah bergerak cepat untuk melakukan penanganan dan pengamanan lokasi, serta berkoordinasi dengan pihak terkait guna mempercepat proses evakuasi dan pemulihan perjalanan.