Indonesia dan AS Perkuat Kerja Sama Pertahanan, Modernisasi hingga Pelatihan Militer Bersama - SindoNews
Indonesia dan AS Perkuat Kerja Sama Pertahanan, Modernisasi hingga Pelatihan Militer Bersama
Selasa, 14 April 2026 - 11:12 WIB
Pasukan TNI mengikuti Latgab bertajuk Super Garuda Shield (SGS) 2023 bersama pasukan AS, Singapura, dan Jepang di Bengko Alas, Sopet Jangkar Situbondo, Jawa Timur. Foto/Dok SINDOnews
JAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin melakukan pertemuan dengan Menhan Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth di Pentagon pada Senin (13/4/2026) waktu setempat. Keduanya menyepakati Kemitraan Kerja Sama Pertahanan Utama (Major Defense Cooperation Partnership/MDCP) antara Amerika Serikat dan Indonesia.
"Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth bertemu dengan Menteri Pertahanan Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin hari ini di Pentagon , di mana kedua pemimpin sepakat untuk meningkatkan hubungan pertahanan bilateral Amerika Serikat–Indonesia menjadi Kemitraan Kerja Sama Pertahanan Utama," kata Juru Bicara Pentagon Sean Parnell dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (14/4/2026).
MDCP memiliki tiga pilar utama yang dilaksanakan berdasarkan prinsip saling menghormati dan kedaulatan nasional. Pertama, modernisasi militer dan pembangunan kapasitas. Kedua, pelatihan dan pendidikan militer profesional. Ketiga, latihan serta kerja sama operasional.
Baca Juga: Dokumen Rahasia Ungkap AS Upayakan Pesawat Militernya Mengakses Wilayah Udara Indonesia
Sjafrie dan Hegseth pun berkomitmen untuk memperluas cakupan dan kompleksitas latihan bilateral mau pun multilateral, seperti Super Garuda Shield, guna memperkuat kapabilitas kolektif dan menjaga perdamaian.
"Kedua pemimpin menegaskan kembali hubungan pertahanan yang penting dan terus berkembang, serta membahas berbagai tujuan bersama, termasuk peningkatan pelatihan pasukan khusus dan pendidikan militer profesional," Sean Parnell menambahkan.
Kerja sama ini mencerminkan pengembangan berkelanjutan hubungan pertahanan bilateral AS–Indonesia yang telah dibangun selama beberapa dekade.
Kedua negara saling mengakui sebagai mitra penting dan menegaskan kembali komitmen untuk bekerja sama berdasarkan saling menghormati, kedaulatan, serta kepentingan bersama dalam menjaga perdamaian serta stabilitas kawasan.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Infografis

Kerja Sama Militer Rusia-China Perkuat Hubungan Strategis