Iran Dikabarkan Tutup Lagi Selat Hormuz Buntut Israel Serang Lebanon - Kompas
Iran Dikabarkan Tutup Lagi Selat Hormuz Buntut Israel Serang Lebanon
KOMPAS.com - Iran kembali menutup Selat Hormuz pada Rabu (8/4/2026), mengancam gencatan senjata yang baru saja disepakati dengan Amerika Serikat (AS).
Sebagaimana dilansir Associated Pres (AP), penutupan ini terjadi sebagai respons atas serangan Israel di Lebanon.
Situasi ini membuat jalur strategis pengiriman minyak dunia kembali macet dan memicu ketegangan baru di kawasan.
Otoritas Iran belum memberikan pernyataan resmi terkait penutupan kembali Selat Hormuz.
Di sisi lain, Gedung Putih menuntut agar selat segera dibuka dan menegaskan ingin menjaga jalannya pembicaraan damai tetap sesuai rencana.
Baca juga: 6 Negara Asia Sudah Sepakat dengan Iran Bisa Lewat Selat Hormuz, Mana Saja?
Iran sebut AS langgar syarat
Meski AS dan Iran sama-sama mengeklaim kemenangan atas kesepakatan gencatan senjata, serangan drone dan misil masih terjadi di Iran dan negara-negara Teluk.
Sementara itu, Israel memperluas serangannya terhadap kelompok Hizbullah di Lebanon, menargetkan kawasan komersial dan permukiman di Beirut.
Baca juga: Tak Mau Dianggap Kalah, Trump Ubah Tujuan Perang Iran
Setidaknya 182 orang tewas pada Rabu, menjadi hari paling mematikan sejak konflik meletus. Al Jazeera bahkan melaporkan korban tewas mencapai 254 orang dan melukai 1.165 orang lainnya.
Juru bicara Wakil Presiden AS JD Vance menyebut kesepakatan itu “rapuh” dan terancam gagal.
Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menilai rencana pembicaraan “tidak masuk akal” karena Washington dianggap melanggar tiga dari 10 syarat Teheran.
Baca juga: Trump Ancam Serang Infrastruktur Iran, Ketegangan Meningkat
Pelanggaran tersebut terkait serangan Israel terhadap Hizbullah, dugaan drone AS memasuki wilayah udara Iran setelah gencatan senjata, dan penolakan AS terhadap kemampuan pengayaan uranium Iran dalam kesepakatan akhir.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan, berakhirnya perang di Lebanon termasuk bagian dari gencatan senjata.
Namun, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump menyatakan gencatan senjata tidak berlaku di Lebanon.
Baca juga: AS dan Iran Saling Ancam Jadikan Wilayah Lawan “Neraka”, Ketegangan Kian Memanas
Sementara itu, Perdana Menteri Pakistan, sebagai mediator, menyatakan bahwa kesepakatan berlaku “di mana saja, termasuk Lebanon dan wilayah lain.”
Penutupan Selat Hormuz dan biaya transit
Iran juga menyebut kesepakatan memungkinkan mereka memberlakukan biaya transit bagi kapal yang melewati selat, jalur vital bagi 20 persen perdagangan minyak dan gas global.