Iran Dilaporkan Terkendala Buka Selat Hormuz karena Kesulitan Temukan Ranjau Laut yang Dipasang - Viva
VIVA –Selat Hormuz diketahui kembali ditutup beberapa waktu lalu menyusul dengan serangan yang dilancarkan Israel ke Lebanon tepat beberapa saat setelah kesepakatan gencatan senjata Iran-Amerika Serikat. Hingga saat ini, Iran disebut belum bisa membuka kembali selat tersebut karena tidak dapat menemukan ranjau laut yang telah dipasangnya dan tidak memiliki kemampuan untuk menyingkirkannya.
Dalam laporan yang disampaikan New York Times pada Jumat kemarin, pejabat Amerika Serikat yang dimintai keterangan menyebut kondisi ini membuat Iran kesulitan membuka kembali jalur pelayaran secara lebih luas, meskipun pemerintah AS mendesak agar jalur tersebut tetap aman dan bisa dilalui.
Melansir laman Anadolu Agency, Sabtu 11 April 2026, Iran diketahui memasang ranjau laut bulan lalu menggunakan perahu kecil setelah pecahnya perang yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel. Langkah itu menyebabkan lalu lintas kapal tanker menurun drastis dan turut mendorong kenaikan harga energi global.
Meski Teheran masih membuka jalur tersebut bagi kapal yang bersedia membayar tarif tol, pejabat AS mengatakan jalur aman yang tersedia tetap terbatas. Salah satu penyebabnya adalah sebagian ranjau diduga bergeser dari posisi awal atau tidak tercatat dengan baik saat dipasang.
Laporan itu juga menyoroti bahwa proses penyingkiran ranjau laut jauh lebih sulit dibandingkan pemasangannya. Baik Iran maupun Amerika Serikat disebut tidak memiliki kemampuan cepat yang memadai untuk melakukan pembersihan ranjau secara menyeluruh.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan bahwa selat tersebut akan tetap dibuka dengan mempertimbangkan keterbatasan teknis. Namun, pejabat AS menafsirkan pernyataan itu sebagai pengakuan atas kesulitan dalam menemukan dan membersihkan ranjau tersebut.
Isu ini diperkirakan akan menjadi salah satu pembahasan dalam perundingan yang masih berlangsung di Pakistan antara pejabat Iran dan delegasi Amerika Serikat yang dipimpin Wakil Presiden JD Vance. Washington sendiri mendesak agar Selat Hormuz segera dibuka kembali secara penuh, cepat, dan aman.