0
News
    Home Berita Bogor Featured KRL Spesial Sukabumi

    KAI Kaji Perpanjangan Layanan KRL dari Bogor ke Sukabumi - Kompas TV

    5 min read

    KAI Kaji Perpanjangan Layanan KRL dari Bogor ke Sukabumi


    Ilustrasi. KAI mempertimbangkan elektrifikasi jalur kereta hingga Sukabumi. Tren penumpang KRL Bogor dan KA Pangrango terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. (Sumber: KAI)

    JAKARTAKOMPAS.TV - PT Kereta Api Indonesia (Persero) tengah mengkaji perpanjangan layanan kereta listrik atau KRL dari Bogor menuju Sukabumi.

    Kajian tersebut dilakukan seiring meningkatnya mobilitas masyarakat di lintas Bogor.

    Data KAI menunjukkan jumlah pengguna KRL di Bogor Line terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. 

    Pada 2022 tercatat sebanyak 102.054.022 pelanggan, kemudian naik menjadi 133.040.885 pelanggan pada 2023, meningkat lagi menjadi 145.920.264 pelanggan pada 2024, dan mencapai 155.009.997 pelanggan pada 2025.

    Sementara pada periode Januari hingga Maret 2026, jumlah pengguna KRL di lintas tersebut telah mencapai 38.203.481 pelanggan.

    Baca Juga: Bank Indonesia Buka Rekrutmen April 2026, Berikut Posisi dan Link Daftarnya

    Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba mengatakan, tren pertumbuhan mobilitas ini menjadi dasar penting bagi perusahaan dalam merencanakan pengembangan layanan transportasi ke depan.

    “Mobilitas masyarakat terus berkembang mengikuti aktivitas yang semakin tersebar. Layanan transportasi perlu bergerak seiring dengan perubahan tersebut agar dapat menjangkau kebutuhan masyarakat lebih luas,” kata Anne dalam keterangan resminya, dikutip Minggu (12/4).

    Saat ini jalur kereta Jakarta Kota–Bogor telah memiliki elektrifikasi sepanjang 54,674 kilometer dengan jalur ganda.

    Pengembangan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara KAI dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.

    Di sisi lain, potensi pertumbuhan juga terlihat pada lintas Bogor Paledang–Sukabumi yang dilayani oleh KA Pangrango

    Baca Juga: Aksi Penumpang Tahan Pintu Whoosh Akibatkan Jadwal Kereta Terlambat | SAPA PAGI

    Jumlah penumpang di jalur ini meningkat dari 786.001 pelanggan pada 2023 menjadi 874.789 pelanggan pada 2024, dan melonjak hingga 1.109.398 pelanggan pada 2025.

    Pada triwulan pertama 2026 saja, jumlah pengguna KA Pangrango telah mencapai 281.659 pelanggan.

    Menurut Anne, tren pertumbuhan tersebut menunjukkan kawasan Sukabumi dan sekitarnya semakin terhubung dengan berbagai pusat aktivitas.

    Hal ini seiring berkembangnya kawasan hunian, pariwisata, dan kegiatan ekonomi di wilayah tersebut.

    “Tren di lintas Bogor hingga Sukabumi menunjukkan ruang pertumbuhan yang terus terbuka. Ini menjadi bagian dari arah pengembangan layanan ke depan, termasuk melalui penguatan berbasis elektrifikasi,” ujarnya. 

    Baca Juga: Cara Aktifkan NFC untuk Naik MRT, LRT, dan KRL Pakai QRIS Tap, Praktis Tanpa Kartu

    Jika elektrifikasi diperpanjang hingga Sukabumi, layanan transportasi kereta diperkirakan akan mengalami peningkatan signifikan.

    Mulai dari efisiensi waktu tempuh, kapasitas penumpang yang lebih besar, hingga frekuensi perjalanan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.


    Komentar
    Additional JS