Kemenkes Laporkan Penyebar Hoax Vaksin Campak, Efektif Bikin Jera? Ini Kata PAPDI - detik
Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Dr dr Eka Ginanjar, SpPD, K-kv FINASIM, FACP, FICA, MARS mendukung penuh langkah Kemenkes RI dalam menindak tegas siapa saja yang menyebarkan hoaks soal kesehatan di masyarakat, termasuk vaksinasi campak.
Sebelumnya, Kemenkes RI menegaskan akan melaporkan konten dan tokoh publik yang menyebarkan hoaks dan membuat konten menyesatkan ke pihak berwenang dan platform media sosial agar dilakukan penindakan.
"Karena di era media sosial seperti ini, satu statement, kalau orang itu misalnya tokoh masyarakat apalagi influencer, apalagi orang kesehatan itu bisa menyebabkan misinformasi yang maknanya atau dampaknya sangat luas," kata dr Eka saat ditemui di Jakarta Pusat, Selasa (31/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami dari PAPDI sangat mendorong, bahwa orang yang sering atau dengan sengaja menyebarkan informasi yang salah terkait kesehatan, itu harus diarahkan, ditegur, bahkan kalau perlu diberikan sanksi," sambungnya.
Sebagai organisasi profesi yang berfokus memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat, PAPDI berencana untuk melawan beragam misinformasi kesehatan, salah satunya soal campak dengan memakai media sosial.
"Para spesialis penyakit dalam itu banyak yang jadi influencer, yang memberikan edukasi rutin ke masyarakat. Itu kami akan kumpulkan supaya sama-sama memberikan informasi yang lurus dan terarah," katanya.
"Bahkan sebagai counter lah bagi informasi-informasi yang salah, yang diberikan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab," tutupnya.