Kisah Penjual Tisu di Samarinda Mengejar "Cukup", Hidup Sesuai Kemampuan dan Makan Seadanya - Kompas
Kisah Penjual Tisu di Samarinda Mengejar "Cukup", Hidup Sesuai Kemampuan dan Makan Seadanya
SAMARINDA, KOMPAS.com – Di bawah langit Kota Samarinda yang mendung, seorang pria paruh baya tampak sibuk merapikan dagangannya di atas sepeda motor.
Namanya Aliyah (46).
Setiap hari di jalan Biawan Kota Samarinda, di depan sebuah ruko setiap siang, saat sebagian warga mulai menepi dari aktivitas, justru di situlah rutinitasnya dimulai.
Dari kawasan jalan, ia menetap di jalanan kota, menawarkan tisu dan masker kepada para pengguna jalan. Aktivitas itu ia jalani seorang diri, sebagai sumber penghidupan utama.
Intip Bus Pengangkut Jemaah Haji Indonesia dari Bandara Madinah
“Paling sedikit itu dapat Rp 200.000. Tapi itu berputar lagi untuk modal,” ujar Aliyah saat ditemui pada Selasa (7/4/2026).
Baca juga: Mengenal Kapolsek Jagung di Semarang, Amankan Wilayah dan Dampingi Petani dalam Keseharian
Bagi Aliyah, berdagang bukan sekadar mengejar keuntungan besar. Ia memiliki prinsip sederhana yang ia sebut sebagai “200 putar”.
Dari pendapatan harian tersebut, ia hanya mengambil sekitar Rp 50.000 sebagai kebutuhan hidup, sementara sisanya kembali diputar menjadi modal usaha.
Uang yang terkumpul perlahan itu, dirinya simpan dengan satu tujuan: membuka toko sendiri suatu hari nanti.
Baca juga: Kisah Pilu Buruh Angkut di Palembang: Tabungan Emas Rp 604 Juta Raib Ditipu Oknum Guru
Hidup tak selalu mudah
Di tengah kondisi ekonomi yang tidak selalu stabil, Aliyah juga memilih tetap menjaga harga dagangannya agar terjangkau.
Ia kerap menawarkan paket hemat, seperti tiga bungkus tisu seharga Rp 20.000.
“Ambil umum saja, yang penting lancar. Sudah ada untungnya,” katanya.
Hidup yang dijalani Aliyah tidak selalu mudah.
Ia hidup sendiri tanpa pasangan, mengandalkan sepenuhnya penghasilan dari berjualan di jalanan.
Baca juga: Cerita Komunitas Teman Joging dari Bandar Lampung: Menyusuri Gang, Menyapa Kota
Cobaan berat baru saja ia alami.
Balik Kecam Netanyahu, Warga Israel Desak Setop Genosida dan Invasi di Palestina hingga Lebanon