0
News
    Home Berita Campak Featured Kesehatan Pekalongan Spesial Vaksin Vaksinasi

    Lonjakan Kasus Campak Jadi Alarm, Dinkes Percepat Vaksinasi Tenaga Kesehatan - Pekalongan

    3 min read

     

    Lonjakan Kasus Campak Jadi Alarm, Dinkes Percepat Vaksinasi Tenaga Kesehatan



    Lonjakan Kasus Campak Jadi Alarm, Dinkes Percepat Vaksinasi Tenaga Kesehatan

    Kota Pekalongan - Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) tengah mempercepat pelaksanaan vaksinasi campak bagi tenaga kesehatan (nakes) sebagai langkah preventif menghadapi peningkatan kasus campak di Indonesia. Vaksinasi ditargetkan mulai berjalan pada akhir bulan April 2026, dengan fokus pada perlindungan petugas layanan kesehatan yang berisiko tinggi terpapar penyakit menular.

    Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Puji Winarti melalui Programmer Imunisasi Dinkes Kota Pekalongan, Samsiyah Ratnawati, menyebutkan bahwa pada tahun 2025 terdapat 63.769 kasus suspek campak di Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 49.275 kasus telah diperiksa di laboratorium dan 11.094 kasus dinyatakan terkonfirmasi positif.

    “Jika dilihat, sekitar 24,6 persen dari kasus suspek yang diperiksa benar-benar terkonfirmasi campak. Angka ini tergolong tinggi, sehingga perlu langkah cepat untuk mencegah terjadinya wabah, pandemi, maupun endemi,” ujarnya.

    Ia mengungkapkan bahwa di tingkat daerah, perkembangan kasus juga menjadi perhatian. Pada tahun 2026, Jawa Tengah telah mencatat 11 kasus campak pada anak, yang seluruhnya memerlukan perawatan di rumah sakit, kondisi ini menunjukkan bahwa pasien membutuhkan penanganan serius. Selain itu, dilaporkan pula adanya tenaga medis yang meninggal dunia akibat campak di Jawa Barat.

    Menanggapi kondisi tersebut, pihaknya menargetkan vaksinasi bagi kelompok prioritas, seperti dokter, dokter gigi, spesialis, bidan, perawat, ahli gizi, serta seluruh petugas yang menunjang pelayanan kesehatan.

    “Kesiapan vaksin dan perlengkapan sudah tersedia. Saat ini kami sedang melakukan validasi data sasaran untuk mempersiapkan pelaksanaan vaksinasi. Kami juga telah menerima surat edaran dari Kementerian Kesehatan dan tengah melakukan sosialisasi. Selanjutnya, kami menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah provinsi,” jelasnya.

    Adapun jumlah sasaran sementara diperkirakan mencapai sekitar 400 orang, meskipun angka tersebut masih bersifat sementara dan menunggu hasil validasi data yang lebih akurat.

    Dari sisi respons, ia mengungkap bahwa tenaga kesehatan menunjukkan dukungan terhadap program ini. Mereka memahami pentingnya vaksinasi sebagai upaya perlindungan diri sekaligus bagian dari tanggung jawab profesional dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

    Samsiyah menambahkan vaksinasi campak dinilai memiliki manfaat besar, terutama dalam meningkatkan kekebalan individu bagi petugas kesehatan yang sehari-hari berinteraksi dengan berbagai jenis penyakit. Dengan imunisasi, risiko penularan dapat ditekan, baik kepada diri sendiri maupun kepada pasien dan lingkungan sekitar.

    “Dengan memiliki kekebalan, petugas kesehatan dapat tetap sehat dan meningkatkan kinerja dalam melayani masyarakat. Selain itu, mereka juga berperan dalam mencegah transmisi penyakit dan berkontribusi terhadap terbentuknya kekebalan kelompok,” tambahnya.

    Lebih lanjut, ia mengimbau seluruh tenaga kesehatan dan non-medis untuk berpartisipasi aktif dalam program ini. Petugas kesehatan diharapkan menjadi contoh bagi masyarakat dalam upaya pencegahan penyakit melalui vaksinasi.

    “Kami mengajak seluruh petugas kesehatan untuk melaksanakan vaksinasi ini dengan semangat. Mereka adalah role model bagi masyarakat. Sebagai garda terdepan, petugas kesehatan harus dalam kondisi sehat agar tidak tertular maupun menularkan penyakit,” tutupnya.

    (Tim Liputan Dinkominfo/dea)

    Komentar
    Additional JS