LPG Naik hingga di Atas 18 Persen, Inilah Ide ‘Nyeleneh’ KDM Agar Dompet Rakyat tak Boncos - Inilah
LPG Naik hingga di Atas 18 Persen, Inilah Ide ‘Nyeleneh’ KDM Agar Dompet Rakyat tak Boncos
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi usai pertemuan dengan jajaran Direktorat Korsup KPK di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis (11/12/2025). (Foto: Inilah.com/Rizki)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
KecilBesar
Di tengah kenaikan harga LPG nonsubsidi berukuran 5,5 kilogram (kg) dan 12 kg hingga di atas 18 persen, muncul ide tak biasa dari Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi, yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM).
Kali ini, KDM bicara soal kearifan lokal untuk menghemat pengeluaran akibat mahalnya harga LPG nonsubsidi. Salah satunya pemanfaatan biogas sebagai energi alternatif yang lebih terjangkau.
Biogas yang dimaksud KDM berbasis kotoran sapi yang saat ini dikembangkan peternak di daerah Bandung Barat. “Bisa mengelola kotoran sapi berubah jadi energi gas, bisa, sampah bisa, listrik bisa,” kata KDM, dikutip Selasa (21/4/2026).
Api kompor yang dihasilkan dari biogas tergolong besar dan dinilai cocok untuk kebutuhan memasak sehari-hari. Selain itu, KDM juga menyarankan masyarakat menggunakan kayu bakar sebagai alternatif.
"Sedangkan masyarakat di kota bisa menggunakan kompor listrik. Jadi, kita harus menyesuaikan dengan tingkat kemampuan dan kebutuhan kita," tandasnya.
Selanjutnya, ia meyakini warga Indonesia, khususnya Jawa Barat, memiliki banyak cara untuk menyiasati kenaikan harga LPG nonsubsidi. Berbagai energi alternatif yang tersedia dinilai bisa dimanfaatkan. "Saya meyakini warga Indonesia sangat inovatif dan cerdas," tutur KDM.
Per 18 April 2026, PT Pertamina (Persero) memberlakukan penyesuaian harga untuk produk Liquefied Petroleum Gas (LPG) nonsubsidi. LPG ukuran 12 kg mengalami kenaikan sebesar 18,75 persen, dari Rp192.000 menjadi Rp228.000 per tabung.
Harga tersebut berlaku di wilayah Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Sementara itu, LPG nonsubsidi ukuran 5,5 kg naik 18,89 persen, dari Rp90.000 menjadi Rp107.000 per tabung.
Kenaikan ini merupakan yang pertama sejak November 2023, ketika Pertamina menurunkan harga LPG 12 kg sebesar Rp12.000 menjadi Rp192.000 per tabung. Penyesuaian harga di wilayah lain mengikuti biaya distribusi masing-masing daerah.
Kenaikan harga LPG nonsubsidi ini tidak terlepas dari tren harga minyak mentah global yang terus meningkat, dipicu ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Pada Maret 2026, harga rata-rata minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) mencapai US$102,26 per barel.
Angka tersebut naik signifikan sebesar US$33,47 per barel dibandingkan Februari 2026. Lonjakan ICP menjadi indikator utama tekanan harga energi di pasar domestik.
0 suka
0 bookmark
![]()
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Topik
Share




