Luhut Lapor ke Prabowo Ekonomi RI Aman 3 Bulan ke Depan, Harga Minyak hingga Gangguan Rantai Pasok Jadi Sorotan - tvOne
Luhut Lapor ke Prabowo Ekonomi RI Aman 3 Bulan ke Depan, Harga Minyak hingga Gangguan Rantai Pasok Jadi Sorotan
Luhut melapor berdasarkan hasil simulasi DEN menunjukkan bahwa kondisi ekonomi Indonesia diproyeksikan masih akan tetap stabil dalam tiga bulan ke depan.
Reporter :
Tim tvonenews.com
Editor :
Rabu, 22 April 2026 - 16:36 WIB
Sumber :
- Instagram/Sekretariat Kabinet
Jakarta, tvOnenews.com - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa hasil simulasi terbaru menunjukkan kondisi ekonomi Indonesia diproyeksikan tetap stabil dalam tiga bulan ke depan.
Melalui keterangan tertulis, Luhut menyampaikan hasil simulasi komprehensif yang menunjukkan fondasi ekonomi nasional masih kuat dan terjaga.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Berdasarkan simulasi komprehensif yang kami lakukan, kondisi perekonomian kita dalam tiga bulan ke depan masih sangat aman dan terjaga. Fundamental ekonomi kita kuat,” kata Luhut di akun Instagram miliknya, Rabu (22/4/2026).
Meski demikian, sesuai arahan Presiden, pemerintah telah menyiapkan berbagai skenario kebijakan antisipatif untuk meredam risiko jika ketegangan geopolitik berlangsung lebih lama dari perkiraan.
Langkah mitigasi tersebut antara lain difokuskan pada potensi kenaikan harga energi, khususnya terkait pelebaran selisih antara harga minyak mentah dunia dan harga jual bahan bakar minyak di dalam negeri.
DEN juga menyoroti pentingnya menjaga kelancaran rantai pasok komoditas strategis, seperti sulfur, yang berperan penting dalam program hilirisasi nikel dan pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik nasional agar tidak terganggu oleh dinamika global.
Baca Juga
"Salah satu yang kami cermati adalah lonjakan harga energi. Bukan hanya soal harga minyak mentahnya, tapi juga "gap" harga antara minyak mentah dan produk BBM yang membesar. Selain energi, kami juga mencermati gangguan rantai pasok komoditas strategis lainnya; seperti sulfur yang krusial bagi hilirisasi nikel dan baterai kendaraan listrik," ujar Luhut.
Dari sisi fiskal, pemerintah memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tetap dikelola secara sehat dan terkendali.
Defisit fiskal akan dijaga di bawah 3 persen dari Produk Domestik Bruto melalui pengendalian belanja yang efisien serta optimalisasi penerimaan dari komoditas ekspor utama, seperti batu bara dan kelapa sawit.
"Terlepas dari situasi yang berlangsung saat ini, berbagai simulasi yang dilakukan menunjukkan kondisi ekonomi dan APBN masih dapat dikendalikan. Defisit APBN akan dijaga di bawah 3 persen melalui efisiensi belanja yang ketat, dibantu dengan tambahan penerimaan dari komoditas ekspor seperti batu bara dan sawit. Aktivitas ekonomi dijaga melalui percepatan deregulasi sebagai bentuk stimulus non fiskal bagi dunia usaha. Saya sampaikan kepada Presiden bahwa hambatan struktural di lapangan harus diselesaikan agar perizinan lebih sederhana dan dunia usaha tetap memiliki kepastian untuk bergerak," kata eks Menko Marves ini.
Untuk menjaga pertumbuhan sektor riil, pemerintah akan mempercepat deregulasi sebagai stimulus nonfiskal.
Luhut menegaskan penyederhanaan hambatan struktural menjadi prioritas agar perizinan lebih cepat, efisien, dan memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha di tengah ketidakpastian global.
Pemerintah juga memandang dinamika geopolitik sebagai peluang strategis, bukan sekadar tantangan.
DEN mendorong percepatan transformasi digital pemerintahan melalui GovTech Indonesia serta penguatan inisiatif pembangunan Indonesia Financial Center untuk menangkap potensi pergeseran arus modal global.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Saya melihat ada momentum yang perlu kita ambil di tengah situasi sulit seperti ini. Yakni melakukan percepatan dalam transformasi digital (GovTech), serta mendorong pembangunan Indonesia Financial Center, mengingat kita perlu bersiap mengambil alih pergeseran arus modal global," ujar Luhut.
Dengan sinergi antara pemerintah dan dunia usaha, Luhut optimistis momentum ini dapat dimanfaatkan sebagai pendorong percepatan kemajuan ekonomi nasional. (rpi)
Jangan Lewatkan
Trending: Kadisdik Jabar Putuskan Sanksi Baru Kasus Bully Guru, Mendikdasmen Susul Langkah KDM, Dedi Mulyadi Ungkap Fakta Haru
Trend
- 23/04/2026 - 06:03
Langkah tegas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi dalam menyoroti kasus siswa SMAN 1 Purwakarta yang mengejek guru kini berbuntut panjang. Ini kabar terbarunya.
Wilayah Udara Kembali Dibuka, AS Desak Warganya Segera Tinggalkan Iran
Internasional
- 23/04/2026 - 05:49
Menyusul pembukaan kembali sebagian wilayah udara republik Islam, Amerika Serikat (AS) mengimbau warga negaranya yang saat ini masih berada di Iran agar segera meninggalkan negara itu.
Kabar Baik dari Dedi Mulyadi untuk Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP
Nasional
- 23/04/2026 - 05:49
Di bawah visi Gubernur Dedi Mulyadi, atau yang akrab disapa KDM, angkot yang selama ini identik dengan kesan usang, tengah dibidik masuk ke era lebih modern.
Usulan Purbaya untuk Pengenaan Tarif Kapal di Selat Malaka Ditolak Singapura: Hak Melintas Dijamin!
Ekonomi Bisnis
- 23/04/2026 - 05:41
Usulan kemungkinan pengengenaan tarif bagi kapal yang melintas di Selat Malaka mendapat tanggapan dari negara serumpun
Kesehatan Jadi Prioritas, Jemaah Haji Indonesia Diminta Tidak Memaksakan Diri Selama di Tanah Suci
Nasional
- 23/04/2026 - 05:27
Jemaah calon haji Indonesia yang baru tiba di Madinah diimbau untuk memprioritaskan kesehatan dan menaati regulasi yang ditetapkan Pemerintah Arab Saudi selama menjalankan rangkaian ibadah.
Reaksi Denada saat Tahu Ressa Rossano Menikah, Manajer Ungkap Rencana ke Banyuwangi
Trend
- 23/04/2026 - 05:12
Reaksi Denada saat tahu Ressa Rossano menikah di Banyuwangi terungkap. Sang manajer sebut Denada sudah tahu dan berencana menyusul ke sana.