0
News
    Home Andrie Yunus Berita Featured Kasus Spesial

    Luka Bakar Andrie Yunus Membaik Usai Jalani Cangkok Kulit - Kompas

    6 min read

     

    Luka Bakar Andrie Yunus Membaik Usai Jalani Cangkok Kulit

    JAKARTA, KOMPAS.com - Manajer Hukum dan Humas RSUPN Cipto Mangunkusumo (RSCM), Yoga Nara mengatakan, luka bakar yang diderita Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus setelah disiram air keras sudah membaik.

    Sebelumnya, dari pemeriksaan tim dokter RSCM, Andrie Yunus dinyatakan mengalami luka bakar sekitar 20 persen pada area tubuh.

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

    "Kondisi luka pasien menunjukkan perbaikan, dengan sebagian besar luka telah menutup dan kering," ungkap Yoga dalam keterangan tertulisnya pada Rabu (23/3/2026) malam.

    Baca juga: Di Balik Percobaan Bunuh Diri di Depan Istana, Seorang Wanita Berjuang dengan Trauma dan Kekerasan

    "Ditutupi oleh kulit baru hasil cangkok di area wajah, leher depan, dada, sebagian pundak, dan lengan kanan," lanjutnya.

    Indonesia Desak Pertemuan DK PBB Usai 3 Prajurit TNI UNIFIL Tewas di Lebanon

    Setelah itu, tim dokter merencanakan melakukan evaluasi luka dalam sedasi sebanyak dua kali pada minggu ini. Tujuannya untuk memastikan proses penyembuhan berjalan baik.

    Selain itu menurut Yoga, masih terdapat area kulit mati di leher belakang yang akan dibersihkan dan ditutup dengan cangkok kulit lanjutan dalam satu minggu ke depan.

    Baca juga: TAUD Desak Komnas HAM Libatkan Jaksa Agung Tangani Kasus Andrie Yunus

    Sebelumnya, Andrie Yunus sudah menjalani operasi pembersihan jaringan (debridement) pada Senin (16/3/2026) lalu.

    Operasi tersebut bertujuan mengangkat jaringan kulit yang mengalami kerusakan akibat luka bakar karena disiram air keras oleh orang tidak dikenal.

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

    "Pada sebagian area luka juga telah dilakukan tindakan cangkok kulit sebagai bagian dari upaya mempercepat proses penyembuhan. Saat ini pasien masih menjalani perawatan luka secara intensif," ujar Yoga dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (18/3/2026).

    Baca juga: Kondisi Terkini Andrie Yunus: Alami Iskemia di Mata Kanan, Jalani Operasi Lanjutan

    Perawatan ini juga bertujuan untuk mengevaluasi lebih lanjut kondisi dan kedalaman luka bakar yang dialami Andrie Yunus.

    Saat itu, Yoga Nara menyebutkan, Andrie Yunus berpeluang menjalani cangkok kulit lanjutan jika perkembangan kondisi klinisnya terus berjalan baik.

    Kronologi

    Diberitakan sebelumnya, kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus kini memasuki babak baru setelah empat prajurit Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI diamankan terkait dugaan keterlibatan dalam peristiwa tersebut. Mereka adalah Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES.

    Baca juga: Motif Wanita Muda Pilih Istana Presiden untuk Lokasi Bunuh Diri Belum Diketahui

    Perkembangan ini turut berujung pada mundurnya Kepala BAIS TNI Yudi Abrimantyo sebagai bentuk pertanggungjawaban.

    Langkah tersebut diambil di tengah sorotan publik terhadap penanganan kasus yang melibatkan aparat militer.

    Insiden penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus terjadi pada Kamis (12/3/2026) malam.

    Koordinator Badan Pekerja KontraS Dimas Bagus Arya menjelaskan, peristiwa bermula setelah Andrie selesai merekam siniar di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia, Menteng.

    "Acara tapping selesai pada sekitar pukul 23.00 WIB," ujar Dimas.

    Akibat serangan tersebut, Andrie berteriak kesakitan dan terjatuh dari sepeda motor.

    Baca juga: Komnas HAM Jenguk Andrie Yunus di RSCM dari Balik Jendela

    Warga sekitar kemudian memberikan pertolongan. Pelaku melarikan diri ke arah Jalan Salemba Raya.

    Dalam kondisi terluka, Andrie sempat kembali ke tempat tinggalnya sebelum akhirnya dibawa ke RSCM untuk mendapatkan perawatan medis pada Jumat (13/3/2026) dinihari.

    Berdasarkan pemeriksaan tim dokter, Andrie Yunus mengalami luka pada mata kanan dan luka bakar 20 persen pada tubuh akibat disiram air keras.

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Komentar
    Additional JS