Malaysia Tidak Dikenakan Tarif Tol Selat Hormuz, Apa Alasannya? - Viva
Malaysia Tidak Dikenakan Tarif Tol Selat Hormuz, Apa Alasannya?
VIVA –Perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran makin memanas setelah Iran memutuskan untuk memberlakukan tarif bagi semua kapal yang melintasi Selat Hormuz, jalur pelayaran global yang sangat strategis. Keputusan Parlemen Iran ini juga melarang kapal-kapal yang terkait dengan Amerika Serikat, Israel, dan sekutu mereka, menandakan perubahan besar dalam pengendalian jalur laut sekaligus menjadi tantangan langsung bagi kekuatan Barat.
Dengan sekitar seperlima perdagangan minyak dunia melewati selat yang sempit ini, kebijakan baru ini berpotensi berdampak langsung pada pasar energi global, biaya pengiriman, dan hubungan diplomatik internasional.
Namun menariknya, negara tetangga Malaysia diketahui mendapat keistimewaan dari Iran. Disebutkan bahwa kapal-kapal Malaysia juga tidak akan dikenakan tarif saat melewati Selat Hormuz. Selain itu, Iran juga telah menjamin bahwa kapal-kapal dari Malaysia tetap bisa melintasi Selat Hormuz dengan aman. Hal ini diungkap oleh Menteri Perhubungan Malaysia, Anthony Loke, Selasa 31 Maret 2026.
Dalam konferensi pers yang digelar hari ini, Loke mengatakan bahwa hal tersebut disampaikan langsung oleh Perdana Menteri Datuk Seri Anwar Ibrahim saat pertemuan Dewan Aksi Ekonomi Nasional yang diadakan di Putrajaya.
"Duta Besar Iran telah memastikan bahwa tidak ada tarif bagi kapal Malaysia, karena kita adalah pihak yang bersahabat. Hubungan diplomatik kita dengan pemerintah Iran juga sangat baik," ujarnya dalam sebuah konferensi pers di sebuah acara di sekolah seperti dikutip dari laman Malay Mail, Rabu 1 April 2026.
Loke menambahkan bahwa masalah ini juga telah dilaporkan ke Majelis Tindakan Ekonomi Nasional. Ia mengatakan, meskipun beberapa kapal Malaysia saat ini sedang berlabuh menunggu giliran untuk melintasi jalur strategis ini, situasinya tetap terkendali.
Pada hari Sabtu, The Star melaporkan bahwa tujuh kapal Malaysia yang saat ini tertahan di Selat Hormuz diperkirakan akan segera melanjutkan perjalanan setelah upaya diplomatik Malaysia dengan Iran. Menteri Luar Negeri, Datuk Seri Mohamad Hasan, mengatakan bahwa Tehran telah menyetujui kapal-kapal tersebut untuk melewati selat, dengan jendela waktu keberangkatan yang kemungkinan akan dibuka dalam waktu dekat.