0
News
    Home Berita Featured KA Argo Bromo Anggrek Kecelakaan Kereta KRL Lintas Peristiwa Spesial

    Mengapa Kereta Api Tak Bisa Mengerem Mendadak Meski Ada Bahaya? Ini Penjelasan Ilmiahnya - suara

    5 min read

     

    Mengapa Kereta Api Tak Bisa Mengerem Mendadak Meski Ada Bahaya? Ini Penjelasan Ilmiahnya

    Ini sejumlah alasan mengapa kereta tidak bisa melakukan pengereman mendadak. '(dok. Institut Teknologi Sepuluh November]

    Suara.com - Insiden kecelakaan kereta yang melibatkan Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin, 27 April 2026 malam, memicu beragam reaksi dari masyarakat.

    Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul adalah alasan kereta api tidak melakukan pengereman mendadak untuk menghindari tabrakan.

    Mengacu pada informasi dari situs resmi Kereta Api Indonesia (KAI), secara teknis sistem pengereman kereta api berbeda dengan kendaraan darat lainnya.

    Kereta api membutuhkan jarak tertentu untuk dapat berhenti sepenuhnya saat proses pengereman dilakukan.

    Berikut ini faktor-faktor yang menyebabkan mengapa kereta api tidak dapat mengerem mendadak:

    1. Panjang dan Berat Rangkaian Kereta Api

    Kereta api melintas di jalur kereta api petak jalan Jekarah-Semarang Poncol pasca kecelakaan truk berat tertabrak kereta api di perlintasan Madukoro Raya, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (21/7/2023). . ANTARA FOTO/Makna Zaezar/YU
    Kereta api melintas di jalur kereta api petak jalan Jekarah-Semarang Poncol pasca kecelakaan truk berat tertabrak kereta api di perlintasan Madukoro Raya, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (21/7/2023). [ANTARA FOTO/Makna Zaezar/YU]

    Salah satu faktor utama adalah panjang serta berat rangkaian kereta. Semakin panjang dan berat kereta, maka semakin besar pula jarak yang dibutuhkan untuk berhenti total.

    Di Indonesia, satu rangkaian kereta penumpang umumnya terdiri dari delapan hingga 12 gerbong dengan bobot sekitar 600 ton, belum termasuk penumpang serta barang bawaan.

    Kondisi ini membuat energi yang diperlukan untuk menghentikan kereta menjadi sangat besar.

    2.Sistem Pengereman

    Alasan mengapa kereta api tak bisa mengerem mendadak [KAI]
    Alasan mengapa kereta api tak bisa mengerem mendadak [KAI]

    Selain itu, sistem pengereman kereta api di Indonesia umumnya menggunakan rem udara.

    Baca Juga: Daftar Kecelakaan Taksi Green SM, Terobos Palang Perlintasan KRL hingga Tabrak Tukang Nasi Goreng

    Mekanismenya bekerja dengan cara mengompresi udara yang kemudian disalurkan melalui pipa di sepanjang roda untuk menciptakan friksi.

    Friksi inilah yang membantu memperlambat hingga menghentikan laju kereta.

    Meskipun tersedia rem darurat, sistem ini tetap tidak memungkinkan kereta berhenti secara tiba-tiba, melainkan hanya mempercepat proses perlambatan dengan tekanan udara yang lebih besar.

    Artinya, meskipun masinis telah melihat adanya hambatan di rel dan segera melakukan pengereman, kereta tetap membutuhkan jarak tertentu untuk berhenti sepenuhnya.

    Jika jarak tersebut tidak mencukupi, maka potensi tabrakan menjadi sulit dihindari.

    Beberapa faktor turut memengaruhi panjang jarak pengereman, antara lain kecepatan kereta, kondisi kemiringan rel, besar gaya pengereman, jenis kereta, jenis rem yang digunakan, hingga kondisi cuaca dan aspek teknis lainnya.

    Komentar
    Additional JS