0
News
    Home Arena Berita Champhionship Featured Liga 2 Liga Indonesia Persiba Balikpapan PSS Sleman Sepak bola Sepak bola Indonesia Spesial VAR

    Merinding! Viral Wasit VAR Hilang di Laga Krusial Persiba Balikpapan vs PSS Sleman - Jawa Pos

    4 min read

      

    Merinding! Viral Wasit VAR Hilang di Laga Krusial Persiba Balikpapan vs PSS Sleman

    Ruangan VAR kosong di laga Persiba Balikpapan vs PSS Sleman. (Istimewa)

    JawaPos.com–Pertandingan Persiba Balikpapan kontra PSS Sleman pada pertandingan Grup 2 pekan ke-26 Pegadaian Championship 2025/2026 mendadak menjadi sorotan. Terdapat satu momen di mana ruangan Video Assistant Referee (VAR) kosong tak berpenghuni ketika wasit lapangan melakukan peninjauan lewat VAR.

    Duel Persiba Balikpapan kontra PSS Sleman digelar di Stadion Batakan, Minggu (26/4) malam WIB. Kedua kesebelasan harus puas berbagi angka setelah bermain imbang 1-1.

    Skuad Super Elang Jawa, julukan PSS Sleman, berhasil membuka keunggulannya lebih dulu lewat gol Gustavo Tocantins di menit ke-73. Namun kemenangan di depan mata itu buyar setelah Persiba Balikpapan mencetak gol penyeimbang lewat Arsa Ramadhan di menit ke-89.

    Namun di balik jalannya pertandingan seru itu, terdapat kejadian yang sangat janggal. Tepatnya, kejadian tersebut terjadi pada menit ke-50, ketika wasit Naufal Aditya mengecek VAR usai pemain Persiba Balikpapan Rical Vieri melakukan pelanggaran.

    Mulanya, wasit Naufal memberikan kartu kuning kepada Rical Vieri akibat pelanggaran keras kepada pemain PSS Sleman Frederic Injai. Tapi saat itu, sang pengadil lapangan mendapat kontak dari para asisten bahwa ada kemungkinan kartu merah, sehingga dilakukan pengecekan VAR.

    Dari sinilah kejadian janggal terjadi. Awalnya semua berjalan normal, karena wasit Naufal melakukan komunikasi melalui headset dengan para asisten. Tapi ketika sang pengadil lapangan bergerak menuju layar monitor di pinggir lapangan, penonton yang menyaksikan laga tersebut pun dibuat keheranan.

    Ketika wasit Naufal menatap layar monitor di lapangan, tayangan langsung juga menyorot ruangan VAR secara bersamaan. Hasilnya pun buat penonton geleng-geleng kepala. Pasalnya, tidak ada satu pun wasit di ruangan VAR.

    Ruangan VAR yang seharusnya dihuni tiga wasit, benar-benar kosong melompong ketika wasit Naufal melakukan pengecekan. Padahal sebelumnya, wasit melakukan komunikasi dengan headset. Tapi saat kamera menyorot ruangan VAR, justru tidak ada siapa-siapa disana. Bahkan satu dari tiga layar yang ada dalam ruangan tersebut mati.

    Setelah momen itu, wasit Naufal pun mengubah keputusannya. Dia membatalkan kartu kuning kepada Rical Vieri, dan langsung menggantinya dengan kartu merah. Alhasil, Persiba Balikpapan harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-50.

    Kejadian tersebut menjadi sorotan pencinta sepak bola nasional. Hilangnya wasit VAR dalam ruangan memunculkan tanda tanya besar soal transparansi dan kesiapan sistem pertandingan yang seharusnya tidak boleh terjadi di level kompetisi profesional seperti Championship atau kasta kedua.

    Kosongnya ruangan VAR dalam laga tersebut, tentu harus menjadi perhatian serius berbagai pihak terkhusus I.League selaku operator liga.

    JawaPos.com sudah mengontak pihak I.League untuk meminta penjelasan mengenai kejadian tersebut, namun hingga berita ini dimuat belum ada balasan dari pihak operator liga.

    Satu yang pasti, kejadian tersebut sangat disayangkan. Apalagi, duel Persiba Balikpapan versus PSS Sleman adalah pertandingan krusial. Andai Super Elja merebut kemenangan di laga tersebut, praktis mereka dapat mengunci tiket promosi ke Super League musim depan.

    PSS Sleman saat ini memimpin klasemen Grup 2 Championship 2025/2026 dengan 53 poin, sama seperti Persipura Jayapura yang mengekor di posisi kedua. Super Elja masih memimpin karena unggul head to head.

    Dengan hasil imbang kontra Persiba Balikpapan, PSS Sleman wajib menang saat menghadapi PSIS Semarang di pekan ke-27 alias pekan terakhir Grup 2 Championship 2025/2026. Sebab tambahan tiga poin akan membawa Super Elang Jawa juara grup dan mengunci tiket promosi Super League musim depan.

    Komentar
    Additional JS