Negosiasi AS–Iran di Pakistan Gagal, Wapres AS: Masih Terbuka Pintu Damai - Disway Malang
Negosiasi AS–Iran di Pakistan Gagal, Wapres AS: Masih Terbuka Pintu Damai
WASHINGTON DC, DISWAYMALAN.ID–Amerika–Iran gagal capai kesepakatan damai yang ditengahi Pakistan. Pertemuan antara perwakilan Amerika dan Iran yang berlangsung di Islamabad, ibu kota Pakistan, 11 April berjalan selama 21 jam. Wakil Presiden Amerika JD Vance mengatakan delegasi Iran belum menerima persyaratan Amerika untuk mengakhiri perang.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyampaikan bahwa pihaknya telaah mengepung kawasan Iran dengan kesiagaan penuh. Trump dalam akun media sosialnya juga menuliskan jika tidak tercapai kesepakatan damai maka pihaknya akan lengsung melakukan kembali penyerangan.
BACA JUGA:Entry Level hingga Flagship Sudah Lolos TKDN, Ini 8 HP Terbaru 2026 Siap Meluncur di Indonesia
Tidak hanya itu, Amerika juga telah mengirim sebuah kapal penghancur untuk melewati Selat Hormuz, meskipun akhirnya putar balik karena mendapatkan ancaman serius dari Iran.
Sedangkan Vance yang ikut ambil bagian dalam perundingan tersebut menyampaikan pada Minggu 12 April bahwa pihaknya masih belum bisa memastikan apa yang akan terjadi dengan kegagalan pembicaraan gencatan senjata ini. “Iran memilih untuk tidak menerima persyaratan kami,” kata Vance.
Meskipun demikian menurut Vance bahwa kemungkinan untuk tercapainya kesepakatan masih terbuka. “Kami pergi dari sini dengan proposal yang sangat sederhana, metode pemahaman yang merupakan tawaran terakhir dan terbaik kami. Kita akan lihat apakah Iran menerimanya,” terangnya.
BACA JUGA:Rekrutmen BPJS Ketenagakerjaan Dibuka, untuk Customer Service hingga Representative
Adapun dari pihak Iran, Esmaeil Baqhaei yang merupakan juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, mengatakan dalam sebuah unggahan di media sosial pada hari Minggu bahwa diskusi di Pakistan mengenai berbagai topik.
Masalah yang dibahas dalam pertemuan tersebut mulai negosiasi utama, termasuk Selat Hormuz, masalah nuklir, ganti rugi perang, pencabutan sanksi, dan pengakhiran sepenuhnya perang melawan Iran dan di kawasan tersebut.
“Keberhasilan pembicaraan bergantung pada penerimaan Amerika Serikat terhadap hak dan kepentingan sah Iran,” tambah Baqhaei.
BACA JUGA:Semeru Masih Siaga Level III, Erupsi Berlanjut: Warga Dilarang Masuk Radius 13 Km
Menjelang perjanjian damai ini, pihak Amerika dan Iran sebelumnya telah menyepakati gencatan senjata selama dua minggu. Namun Israel tidak mengindahkannya dan tetap melakukan beberapa kali penyerangan ke wilayah Iran.
Selain itu Israel juga terus melakukan penyerangan ke wilayan Lebanon yang merupakan salah satu negara yang mendapatkan dukungan dari Iran. Iran menuduh Israel melanggar gencatan senjata dengan terus menyerang di Lebanon, yang menyebabkan Trump meminta Israel untuk menghentikan serangannya.
Sumber: disway