0
News
    Home Berita Featured Israel Lebanon PBB Spesial TNI

    PBB Ungkap Penyebab Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon: Bukan Sepenuhnya Akibat Serangan Israel - tvOneNews

    4 min read

     

    PBB Ungkap Penyebab Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon: Bukan Sepenuhnya Akibat Serangan Israel


    Jakarta, tvOnenews.com - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengungkap hasil awal investigasi atas insiden yang menewaskan tiga prajurit TNI saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon. Dari temuan sementara, penyebab gugurnya ketiga personel tidak sepenuhnya berasal dari serangan Israel.

    Tiga prajurit yang gugur dalam tugas tersebut adalah Mayor Inf Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon, dan Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan. 

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    Ketiganya telah dimakamkan secara militer pada Minggu (5/4/2026) di taman makam pahlawan berbeda sesuai daerah asal masing-masing.

    Juru bicara PBB, Stephane Dujarric, menyampaikan hasil pemeriksaan awal menunjukkan satu prajurit meninggal akibat serangan tank Israel. Sementara dua lainnya tewas dalam ledakan yang diduga berasal dari bom milik Hizbullah.

    “Ini adalah temuan awal, berdasarkan bukti fisik awal,” kata Stephane Dujarric dalam konferensi pers, dikutip dari Reuters, Rabu (8/4/2026).

    Menurut dia, insiden yang menimpa pasukan penjaga perdamaian PBB tersebut sangat serius dan berpotensi masuk kategori pelanggaran berat hukum internasional.

    “Serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang berdasarkan hukum internasional,” ujarnya.

    Dujarric juga menegaskan seluruh pihak yang bertikai wajib menghormati perlindungan terhadap personel dan fasilitas PBB kapan pun dan di mana pun.

    Kronologi Insiden di Lebanon

    Peristiwa tragis itu terjadi dalam dua rangkaian insiden pada 29 hingga 30 Maret 2026, saat situasi keamanan di Lebanon selatan tengah memanas.

    Korban pertama adalah Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon. Ia gugur ketika sedang melaksanakan salat Isya di sebuah masjid. Saat itu, proyektil artileri jatuh di dekat lokasi ibadah dan serpihannya menghantam tubuh korban hingga mengalami luka berat.

    "Jadi (peristiwa terjadi) ketika shalat Isya, yang bersangkutan sedang melaksanakan shalat dan di situ sedang ada mortir artileri yang jatuh di samping masjid," kata Kolonel Inf Dimar Bahtera.

    Usai kejadian, jenazah Farizal langsung dievakuasi ke Markas East Sector Headquarters UNIFIL untuk prosesi penghormatan terakhir bersama rekan-rekan sesama pasukan perdamaian.

    Sementara itu, dua prajurit lainnya, Mayor Zulmi dan Serka Ichwan, gugur saat menjalankan pengawalan konvoi UNIFIL. Rombongan bergerak dari Markas Sektor Timur menuju markas Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S/UNIFIL ketika ledakan terjadi di tengah perjalanan.

    Kapuspen TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah mengatakan ledakan itu berlangsung saat eskalasi konflik sedang tinggi.

    "Insiden terjadi di tengah eskalasi konflik tinggi, di mana terjadinya ledakan pada kendaraan yang mengakibatkan gugurnya dua prajurit TNI," kata Aulia.

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    Saat insiden pertama kali diumumkan, TNI belum dapat memastikan sumber ledakan. Penyebab pasti baru mulai terungkap setelah investigasi awal UNIFIL dan PBB dilakukan.

    "Untuk mengetahui penyebab insiden tersebut UNIFIL saat ini sedang melaksanakan investigasi, TNI juga terus memonitor perkembangan situasi serta menyiapkan langkah-langkah kontijensi dihadapkan pada dinamika di Daerah Misi Lebanon," ujar Aulia. (nba)


    Komentar
    Additional JS