0
News
    Home Berita Featured Plastik Spesial

    Pedagang Kaget Harga Plastik Melonjak Tiba-tiba: Biasanya Naik Rp10.000, Sekarang Rp150.000 - Tribunnews

    7 min read

     

    Pedagang Kaget Harga Plastik Melonjak Tiba-tiba: Biasanya Naik Rp10.000, Sekarang Rp150.000

    Pedagang mengaku kenaikan harga tak wajar dan berdampak pada turunnya daya beli serta banyaknya keluhan pelanggan.


    Ringkasan Berita:
    • Harga plastik melonjak drastis usai Lebaran, dari Rp10.000 jadi Rp17.000 per pack, kenaikan per karton capai Rp150.000.
    • Pedagang mengaku kenaikan ini tak wajar dan berdampak pada turunnya daya beli serta banyaknya keluhan pelanggan.
    • Lonjakan dipicu konflik Timur Tengah yang mengganggu pasokan bahan baku impor seperti nafta.

     

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pedagang plastik kaget harga plastik pada saat ini mengalami lonjakan drastis, imbas konflik di Timur Tengah. 

    Pasalnya kata Sahrul (30), seorang pedagang di Pasar Baung, Jakarta Selatan, kenaikan harga plastik tersebut berlangsung secara mendadak dan signifikan.

    Menurutnya, sebelum Hari Raya IdulFitri, pada 21 Maret 2026 lalu harga plastik yang dijual di tokonya dibanderol hanya dengan harga Rp10.000 per-pack, namun, kini bisa menyentuh harga Rp17.000 per-packnya.

    Baca juga: Konflik Timur Tengah Picu Melonjaknya Harga Plastik, UMKM di Daerah Mulai Tertekan

    "Iya aneh banget ini dari dulu nggak pernah naik segitu baru-baru ini. Makanya maksudnya dari puasa kemarin habis lebaran langsung naik," kata Sahrul kepada Tribunnews di toko tempatnya berjualan, Jumat (3/4/2026).

    Sahrul menyampaikan, kenaikan dengan harga yang relatif signifikan tersebut merupakan kondisi yang jarang sekali terjadi untuk jenis plastik. Kalaupun sebelumnya ada kenaikan, harganya tidak pernah mencapai Rp17.000 per-pack.

    Sahrul lantas menjabarkan kalau saat ini harga dirinya membeli plastik per-karton itu naik dengan kisaran harga Rp150.000 dengan rincian per-pack dari sales naik Rp5.000.

    "Biasanya nggak segitu, naiknya ya Rp10 ribu, Rp15 ribu itu per bal per karton itu, sekarang jadi dari Rp15 ribu itu per-pack, jadi Rp150 ribu nih (naiknya per-karton) coba bayangin," beber dia.

    Sahrul menduga adanya pihak-pihak yang memanfaatkan kondisi saat ini dengan menaikkan harga plastik dengan angka yang sangat tinggi.

    Pasalnya kata dia, di satu sisi pemerintah saja belum menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) yang notabene menjadi salah satu faktor kondisi harga bahan-bahan pokok.

    "Ya mungkin pengaruhnya ya ada kali di situ ya, ada kali orang-orang ini ya yang memanfaatkan lah," ucap dia.

    Atas hal tersebut, Sahrul berharap agar pemerintah bisa mengambil sikap atas meroketnya harga plastik di pasaran.

    Ia menuturkan, kenaikan harga merupakan hal yang wajar, namun kalau angkanya sudah melebihi 50 persen maka akan mengganggu daya beli masyarakat ke depannya.

    "Udah kurang sekarang. Jadi bukan cuman pelanggan yang ngeluh, juga pedagang juga akhirnya ngeluh bukan cuman ini. Kalau bisa ya kita harga kayak normal lagi, jadi kan kayak pelanggan juga enak kan ngambil biasanya banyak, sekarang jadi sedikit jadi berkurang gitu," beber dia.

    Hal senada juga disampaikan pedagang plastik lainnya yakni Arsy (22), yang berharap kalau kenaikan harga terhadap plastik ini tidak berlangsung lama.

    Sebab, Arsy sendiri kerap mendapatkan keluhan langsung dari pelanggannya setelah mengetahui ada kenaikan harga pada produk plastik.

    "Ya pasti banyak yang komplain, "Kok ini harganya mahal banget?" Ya bagaimana, dari sananya udah mahal, modalnya juga udah mahal," ucap Arsy.

    Dia meminta agar pemerintah ikut andil dalam menstabilkan kembali harga plastik dari distributor hingga ke produsen.

    Peran dari pemerintah sangat penting menurut dia, guna menjaga kembali daya beli masyarakat yang saat ini sudah berkurang.

    "Ya kalau bisa ya jangan sampai kayak ginilah. Kasihan juga kan masyarakat-masyarakatnya kayak ngeluh ini harga-harganya, harganya mahal. Ya kalau bisa jangan terlalu parah deh," tandas dia.

    Konflik Timur Tengah Jadi Penyebab

    Ketegangan geopolitik di Timur Tengah imbas perang Israel-Amerika Vs Iran telah berdampak nyata pada industri dalam negeri, seperti produk plastik yang melonjak drastis.

    Penyebab utama dari krisis plastik di dalam negeri adalah ketergantungan industri terhadap impor bahan baku nafta dari kawasan Timur Tengah.

    Tertutupnya akses di Selat Hormuz menjadi hambatan krusial bagi aksesibilitas distribusi bahan baku,  sehingga kondisi ini mempengaruhi industri plastik nasional.

     

     

     


    Komentar
    Additional JS