Prabowo: Kalau Kita Dihujat, Anggaplah Itu sebagai Peringatan - Kompas
JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Prabowo Subianto menganggap bahwa kritik merupakan sebuah peringatan yang membuatnya waspada.
Ia mengatakan, kritik merupakan bagian dari demokrasi yang harus disampaikan secara bertanggung jawab.
"Nanti kita terima koreksi-koreksi itu. Kalau kita difitnah, kalau kita dihujat, anggaplah itu sebagai peringatan supaya kita waspada," ujar Prabowo dalam taklimatnya di hadapan anggota Kabinet Merah Putih, dikutip dari siaran Youtube Sekretariat Presiden, Rabu (8/4/2026).
Baca juga: Prabowo Ingatkan Orang Kaya Tak Pakai BBM Subsidi, Harus Bayar Harga Pasar
Kendati demikian, ia mengaku heran ada kelompok-kelompok yang enggan ikut bekerja, tetapi hobi melayangkan kritik.
Prabowo bilang, fenomena ini juga terjadi ketika ia memutuskan untuk membangun jembatan di desa-desa.
"Yang mau bangun jembatan, ayo kita bangun jembatan. Yang enggak mau ikut bangun jembatan, ya enggak ada masalah. Silakan saudara duduk, nonton, atau apa, boleh kritik, boleh," kata Prabowo.
"Hanya saya juga enggak mengerti, kalau orang lagi mau membangun jembatan, ada yang duduk, dia tidak mau ikut bangun jembatan, tapi dia kritik. 'Kamu, goblok kamu. Kayunya salah, jangan di situ. Pakunya salah, harus di sini. Rantainya salah'. Salah saja," sambungnya.
Baca juga: Cerita Prabowo Lihat Dirinya Bisa Pidato Bahasa Mandarin dan Arab di Video AI
Kepala Negara mengatakan, jembatan-jembatan itu tidak dapat selesai dibangun jika dikritik sedikit demi sedikit.
Di sisi lain, ia menyatakan, membangun jembatan dilakukannya untuk memenuhi kebutuhan warga desa yang selama ini sulit menyebrangi sungai.
"(Mereka bilang) 'Goblok kamu. Kamu mau bikin jembatan, goblok.' Iya, saya goblok, tapi rakyat ini desa minta jembatan, saya bangun jembatan, untuk rakyat kita," tegas Prabowo.
Baca juga: Prabowo: Yang Mau Jadi Presiden, Selamat, Jangan Anggap Ini Kerjaan Enak
Kendati demikian, ia sekali lagi menyampaikan bahwa kritikan tersebut sebagai bentuk peringatan dari pihak lain terhadap kinerja pemerintahannya.
"Ini masalah bagi kita ya, kita waspada, nanti kita terima koreksi-koreksi itu," ujar Prabowo.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang