0
News
    Home Berita CPO Featured Spesial

    Share Nilai Ekspor CPO Melonjak 26,40 Persen, Jadi Penopang Kinerja Nonmigas Awal 2026 - infosaweit

    5 min read

     

    Share Nilai Ekspor CPO Melonjak 26,40 Persen, Jadi Penopang Kinerja Nonmigas Awal 2026

    Dok. InfoSAWIT/Bulking storage CPO.

    InfoSAWIT, JAKARTA – Kinerja ekspor Indonesia pada periode Januari–Februari 2026 menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan sebesar 2,19 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan ini terutama ditopang oleh sektor industri pengolahan, termasuk komoditas kelapa sawit (CPO) dan turunannya.

    Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis awal April 2026, total nilai ekspor mencapai US$44,32 miliar, naik dari US$43,37 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, ekspor nonmigas tercatat meningkat 2,82 persen menjadi US$42,35 miliar.

    “Total nilai ekspor pada Januari–Februari 2026 mengalami peningkatan sebesar 2,19 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Andil utama peningkatan nilai ekspor disumbang oleh sektor industri pengolahan sebesar 5,36 persen,” seperti ditulis dalam laporan resmi BPS dilansir InfoSAWIT, Sabtu (4/4/2026).

     

    CPO dan Turunannya Tumbuh Signifikan

    Salah satu perhatian utama berasal dari kinerja ekspor komoditas unggulan nonmigas, khususnya CPO dan turunannya. Nilai ekspor komoditas ini tercatat melonjak 26,40 persen (Periode Jan-Feb) menjadi US$4,69 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$3,71 miliar.

    Tidak hanya dari sisi nilai, volume ekspor CPO juga mengalami peningkatan signifikan. Tercatat volume ekspor naik 36,26 persen (periode Jan-Feb) dari 3,33 juta ton menjadi 4,54 juta ton.

    Kinerja positif ini mendorong kontribusi CPO dan turunannya terhadap total ekspor nonmigas mencapai 11,07 persen sepanjang dua bulan pertama 2026.

     

    Industri Pengolahan Jadi Motor Utama

    Secara sektoral, pertumbuhan ekspor nonmigas didorong oleh industri pengolahan yang mencatat kenaikan 6,69 persen secara kumulatif Januari–Februari 2026. Bahkan secara tahunan (year-on-year) pada Februari 2026, sektor ini tumbuh 5,24 persen dengan kontribusi peningkatan sebesar 4,21 persen.

    Sebaliknya, sektor pertambangan dan sektor pertanian, kehutanan, serta perikanan justru mengalami kontraksi masing-masing sebesar 16,34 persen dan 25,99 persen secara kumulatif.

    “Peningkatan nilai ekspor nonmigas secara tahunan utamanya didorong oleh sektor industri pengolahan,” tulis BPS.

    Dari sisi negara tujuan, ekspor nonmigas Indonesia ke Tiongkok mengalami peningkatan signifikan dari US$8,84 miliar menjadi US$10,46 miliar. Sementara ekspor ke Amerika Serikat dan India juga menunjukkan tren naik.

    Namun demikian, ekspor ke kawasan ASEAN dan Uni Eropa mengalami sedikit penurunan, mencerminkan dinamika permintaan global yang masih fluktuatif.


    Komentar
    Additional JS