Siswa Kudus yang Surati Prabowo Soal MBG Diduga Diintimidasi - Murka News
Siswa Kudus yang Surati Prabowo Soal MBG Diduga Diintimidasi
Murianews, Kudus – Siswa SMK NU Miftahul Falah Cendono, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Muhammad Rafif Arsya Maulidi yang nekat menyurati Presiden Prabowo menolak Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk dirinya diduga mendapat intimidasi.
Intimidasi itu dilakukan melalui direct messege instagram di akun pribadi Arsya. Pesan intimidasi itu pun diunggah oleh sebuah akun instagram lain. Hanya saja akun tersebut berkolaborasi dengan akun pribadinya.
Kepala SMK Miftahul Falah tempat Arsya belajar, Tri Lestari mengatakan, belum mengetahui dugaan intimidasi yang diterima oleh siswanya tersebut. Tri mengaku belum bertemu Arsya untuk mengkonfirmasi kejadian yang menimpanya.
”Saya belum mengetahui karena belum bertemu dengan anaknya. Jadi belum sempat menanyakan, ini saya juga ada kegiatan jadi belum bisa bertemu langsung,” ujarnya, Senin (6/4/2026).
Ia menyampaikan, pagi hari tadi, tim dari Dinsos P3P2AKB Kudus datang ke sekolah untuk menemui Arsya. Tri yang harus pergi karena ada kegiatan tidak bisa mendampingi secara langsung.
”Kemarin izin sama wali kelasnya, jadi saya belum ketemu hari ini. Tadi ada dari Dinas PA yang rawuh (datang), sudah saya temui, mau ketemu anaknya.Tapi berhubung saya ada kegiatan di luar, saya tidak bisa mendampingi,” terangnya.
Pihaknya akan memastikan terlebih dahulu adanya dugaan intimidasi yang diterima oleh Arsya. Langkah lebih lanjut segera diambil setelah mengetahui kebenaran atas insiden tersebut.
”Saya itu malah sendiri belum tahu kalau ada seperti itu belum tahu. Ya memang itu juga coba nanti saya tanya dulu. Atau memang ada, soalnya saya juga belum ketemu dengan Arsya juga,” ungkapnya.
Surat ke Prabowo...
Sebelumnya, pelajar asal Kudus itu memberikan pendapat melalui surat yang ditujukan kepada Presiden Prabowo mengenai pendistribusian MBG.
Arsya menolak MBG, ia memilih mengalihkan jatah MBG yang diterimanya untuk mendongkrak kesejahteraan gurunya.
Pesan itu ramai hingga menyebar ke seluruh penjuru Indonesia melainkan media sosial. Warganet memberikan beragam tanggapan mengenai surat tersebut.
Editor: Sudpriyadi