0
News
    Home Berita Featured Jepang Spesial

    Sosok Perwira Tinggi Jepang Ini Rela Hancurkan Karier Militernya Demi Kemerdekaan Indonesia - Sekitar Bandung

    5 min read

     

    Sosok Perwira Tinggi Jepang Ini Rela Hancurkan Karier Militernya Demi Kemerdekaan Indonesia

    Sosok Perwira Tinggi Jepang Ini Rela Hancurkan Karier Militernya Demi Kemerdekaan Indonesia

    Sekitarbandung.com – Naskah proklamasi kemerdekaan yang sangat sakral ternyata dirumuskan di dalam rumah seorang perwira negara penjajah dari Jepang, Tadashi Maeda.

    Setelah Jepang menyerah kepada Sekutu, tentara Jepang di Indonesia diperintahkan untuk menjaga status quo (tidak boleh mengubah keadaan apa pun).

    Jakarta pada saat itu berada dalam situasi yang sangat mencekam. Angkatan Darat Jepang siap menembak mati siapa saja yang berani memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.

    Di tengah ancaman tersebut, Laksamana Muda Tadashi Maeda justru memilih untuk membangkang terhadap perintah negaranya.

    Sebagai perwira tinggi Angkatan Laut Jepang, ia memiliki simpati yang sangat besar terhadap perjuangan Soekarno, Mohammad Hatta, dan Achmad Soebardjo.

    Baca Juga: Tuntut Kenaikan Gaji 550 Perak, Keberanian Marsinah Justru Dibungkam secara Tragis

    Pada malam 16 Agustus 1945, Maeda mengambil risiko besar dengan mempersilakan para tokoh bangsa menggunakan rumah dinasnya untuk menyusun teks proklamasi semalaman suntuk.

    Rumah tersebut dipilih karena memiliki hak imunitas ekstra-teritorial Angkatan Laut, sehingga Angkatan Darat Jepang tidak berani menggerebeknya secara sembarangan.

    Sambil menjaga keamanan di luar, Maeda bahkan memerintahkan ART-nya untuk menyiapkan makanan sahur bagi Soekarno-Hatta dan para tokoh lain yang sedang begadang menyusun nasib bangsa.

    Setelah Indonesia merdeka, Maeda harus membayar mahal atas kebaikannya. Ia ditangkap Sekutu, dipenjara, lalu dikembalikan ke Jepang dan diadili di Mahkamah Militer atas tuduhan “pengkhianatan”.

    Pangkat militernya dicabut, kariernya hancur lebur, dan ia pensiun tanpa tunjangan militer. Dengan kata lain, ia menghabiskan sisa hidupnya sebagai warga biasa yang hidup pas-pasan.

    Laksamana Muda Tadashi Maeda mungkin dianggap sebagai “pengkhianat” oleh negaranya, tetapi di Indonesia namanya akan selalu dikenang sebagai sosok yang berjasa dalam sejarah kemerdekaan. Respect!

    Baca Juga: Ditulis oleh Mantan Pejabat Belanda, Buku Ini Berhasil Mempermalukan Negara Belanda di Mata Dunia

    Post Views: 82

    Komentar
    Additional JS