Telepon Misterius Bikin Keluarga Syok, Ternyata Kabar Kecelakaan KRL
Telepon Misterius Bikin Keluarga Syok, Ternyata Kabar Kecelakaan KRL
JAKARTA, KOMPAS.com — Kabar kecelakaan KRL Commuter Line yang menimpa seorang perempuan bernama Sausan (30) sempat tidak langsung dipercaya oleh keluarganya.
Sang ibu bahkan awalnya mengira informasi yang masuk melalui telepon dan pesan WhatsApp pada malam kejadian hanyalah modus penipuan.
Yuli, keluarga korban, mengatakan keluarga menerima beberapa kali panggilan dari nomor tak dikenal tak lama setelah insiden tabrakan antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam.
Baca juga: Korban Kecelakaan KRL Bekasi Terlempar dan Nyangkut di Rak Bagasi Saat Tabrakan
“Ibunya merasa nomor asing, enggak kenal, jadi ‘ah enggak ah takut’. Terus ada WA tulisannya, ‘Ibu anaknya kecelakaan’. Biasa kan suka ada WA-WA yang gitu ya, hoaks gitu yang minta uang,” ujar Yuli saat ditemui di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi, Selasa (28/4/2026).
Korban Tewas Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur Bertambah Jadi 15 Orang
Keluarga baru mulai percaya setelah kakak laki-laki Susan mengambil alih komunikasi dan menerima kiriman foto kondisi Sausan yang tergeletak di peron stasiun.
Dari situ, kepanikan keluarga tak terhindarkan. Sang ibu disebut sempat syok berat karena mengira anaknya sudah meninggal dunia.
Sebelumnya, Sausan diketahui menjadi salah satu penumpang KRL yang terdampak langsung tabrakan keras di Stasiun Bekasi Timur.
Baca juga: Ibu Anaknya Kecelakaan Keluarga Korban Sempat Kira Kabar Tabrakan Kereta Penipuan
Ia mengalami kondisi terpental hingga berada di rak bagasi atas kereta bersama penumpang lainnya.
“Dia hanya ingat tangannya satu berasa, tapi yang satu sudah enggak karena patah. Terus paha kiri sobek, celananya juga robek,” kata Yuli.
Saat ini, Sausan telah menjalani operasi pemasangan pen pada lengan kiri serta penanganan luka di paha yang berlangsung sekitar empat jam sejak pukul 14.00 hingga 18.00 WIB.
Baca juga: Detik-detik Mencekam Kecelakaan Kereta di Bekasi, Asap Tebal dan Sirene Pecah
Ia masih dalam masa observasi di ruang rawat inap.
Sebelumnya diberitakan, tabrakan terjadi antara KRL jurusan Cikarang nomor PLB 5568A dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi sekitar pukul 20.52 WIB.
Lokasi kejadian berada di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920.
Baca juga: 15 Korban Kecelakaan Kereta Bekasi Jalani Operasi di RSUD Bekasi
Akibat insiden tersebut, 15 penumpang KRL meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka. Sementara itu, 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan selamat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Polisi Ungkap Nasib Sopir Taksi dan Masinis Usai Laka KRL di Bekasi Timur