Tinjau Uji Coba MBG Prasmanan, Wali Kota Malang Ingatkan Manajemen Waktu Belajar - Kompas
Tinjau Uji Coba MBG Prasmanan, Wali Kota Malang Ingatkan Manajemen Waktu Belajar
MALANG, KOMPAS.com - Wali Kota Malang Wahyu Hidayat meninjau langsung pelaksanaan uji coba program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan konsep prasmanan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Kota Malang.
Konsep MBG prasmanan ini merupakan yang pertama kali dilakukan dan memberikan pengalaman berbeda bagi siswa dalam menikmati makanan bergizi di sekolah.
“Ya, ini MBG prasmanan pertama kali yang dilaksanakan di Kota Malang. Dan tadi kita juga sama-sama merasakan dan melihat bagaimana situasi siswa yang makan bergizi gratis ini dengan cara prasmanan,” ujar Wahyu, Kamis (2/4/2026).
Meskipun konsep prasmanan disambut antusias oleh para pelajar, Wahyu menyadari masih ada tantangan dalam penerapannya, terutama terkait manajemen waktu belajar di sekolah.
Ia menilai, proses antre dan waktu makan yang lebih lama berpotensi mengurangi jam belajar para siswa jika tidak diatur dengan baik.
“Karena ini kan antre, butuh waktu. Makan juga ada waktu, berarti ada jam pelajaran yang tersita. Jadi harus nanti diatur lagi mengenai jam pelajarannya,” tegasnya.
Baca juga: 1.022 Siswa SMAN 2 Pamekasan Belum Terima MBG, Bawa Bekal dan Jajan di Kantin
Secara keseluruhan, ia menilai kualitas makanan yang disajikan dalam program MBG sudah sangat baik dan memenuhi kebutuhan gizi siswa.
“Kalau secara keseluruhan, dari penyajian, rasa, menu, kemudian variasi dari protein, karbohidrat, ini sudah sangat lengkap sekali. Ada buah-buahan, kemudian juga ada minuman bergizi ya. Dan mereka merasa sangat puas,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti keunggulan lain dari sistem prasmanan, yakni kualitas makanan yang dinilai lebih alami dibandingkan dengan makanan dalam kemasan tertutup.
Baca juga: IGD RSUD Kabupaten Bekasi Membludak Saat Lebaran, Plt Bupati Siapkan Perluasan
“Kalau ini lebih terbuka. Jadi kenikmatan rasanya itu lebih alami. Karena waktu dari SPPG ke sekolah itu kan butuh waktu, kalau tertutup kan kadang kala berair dan lain-lain. Nah, ini tidak sama sekali,” ujarnya.
Meski mendapat respons positif, Wahyu menegaskan bahwa uji coba ini masih akan dievaluasi secara menyeluruh sebelum diterapkan lebih luas.
“Selanjutnya nanti akan kita evaluasi. Ini kan masih uji coba. Kita akan laporkan kepada BGN, nanti juga melalui koordinator wilayah MBG di sini,” katanya.
Baca juga: ASN Setuju Wacana WFH Sehari dalam Sepekan: Sudah Biasa Waktu Pandemi
Ia menyebut, hasil evaluasi akan mencakup kelebihan dan kekurangan sistem prasmanan, termasuk dampaknya terhadap kegiatan belajar mengajar.
“Namun yang harus diatur adalah mengenai jam pelajarannya. Ini yang harus diatur dengan sekolah karena dengan prasmanan ini kan antre, butuh waktu makan,” jelasnya.
Disinggung terkait keamanan pangan, Wahyu memastikan bahwa pelaksanaan program MBG di Kota Malang sejauh ini berjalan aman tanpa kendala berarti.
“Saat Ramadhan makanan sering dibawa pulang ke rumah, tentu ada kendala-kendala di luar sana. Sekarang sudah kembali normal. Alhamdulillah Kota Malang relatif aman untuk MBG ini,” pungkasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang