Trump: AS Sedang Negosiasi Mendalam dengan Iran, tapi Tak Ada Bedanya Capai Kesepakatan atau Tidak - SindoNews
Trump: AS Sedang Negosiasi Mendalam dengan Iran, tapi Tak Ada Bedanya Capai Kesepakatan atau Tidak
Makin mudah baca berita nasional dan internasional.
Minggu, 12 April 2026 - 06:13 WIB
Presiden AS Donald Trump sebut Amerika sedang negosiasi sangat mendalam dengan Iran, tapi tak akan ada bedanya tercapai kesepakatan atau tidak. Foto/Dawn
ISLAMABAD - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan dia tidak khawatir tentang hasil perundingan Amerika-Iran di Pakistan. Menurutnya, Amerika telah keluar sebagai pemenang dari perang tersebut.
"Apakah kita mencapai kesepakatan atau tidak, tidak ada bedanya bagi saya. Alasannya adalah karena kita telah menang," kata Trump kepada wartawan pada hari Sabtu.
Baca Juga: AS Klaim 2 Kapal Perangnya Lewati Selat Hormuz, tapi Disangkal Iran
"Kita akan lihat apa yang terjadi. Kita sedang dalam negosiasi yang sangat mendalam dengan Iran. Kita tetap menang. Kita telah mengalahkan mereka secara militer," ujarnya.
Pernyataan Trump muncul setelah AS, Pakistan, dan Iran mulai mengadakan pertemuan trilateral tatap muka pada hari Sabtu, yang bertujuan untuk mengakhiri konflik regional yang lebih luas di Timur Tengah di tengah gencatan senjata dua minggu yang rapuh yang ditengahi awal pekan ini.
Trump berpendapat bahwa AS telah menghancurkan Angkatan Laut Iran, termasuk kapal-kapal penebar ranjau yang beroperasi di Selat Hormuz, jalur air utama tempat sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia melewatinya.
"Angkatan Laut mereka telah hancur. 158 kapal. Mereka memiliki 28 kapal penebar ranjau—mereka menyebutnya kapal penebar ranjau. Semuanya tenggelam. Mereka mungkin memiliki beberapa ranjau di air. Kita memiliki kapal penyapu ranjau di sana. Kita sedang menyapu Selat (Hormuz)," papar Trump.
Mengenai laporan bahwa Beijing sedang bersiap untuk mengirimkan senjata ke Iran, Trump memperingatkan bahwa jika hal itu dilakukan, "China akan menghadapi masalah besar."
Sementara itu, AS mengeklaim dua kapal perangnya telah melewati Selat Hormuz untuk pertama kalinya sejak perang Amerika-Israel melawan Iran dimulai 28 Februari. Namun, Teheran menyangkal klaim Washington tersebut.
Komando Pusat (CENTCOM) Amerika mengeklaim dua kapal perang telah memulai operasi pembersihan ranjau yang dipasang Iran. "Hari ini, kami memulai proses untuk membangun jalur baru dan kami akan segera membagikan jalur aman ini dengan industri maritim untuk mendorong arus perdagangan yang bebas," kata komandan CENTCOM Laksamana Brad Cooper, seperti dikutip AFP, Minggu (12/4/2026).
Menurut militer Amerika, dua kapal perang yang terlibat operasi pembersihan ranjau adalah USS Frank E. Peterson dan USS Michael Murphy—keduanya merupakan kapal perusak berpeluru kendali. CENTCOM mengatakan bahwa pasukan AS tambahan, termasuk drone bawah air, dapat bergabung dalam upaya tersebut dalam beberapa hari mendatang.
Sementara itu, Iran dengan tegas menolak klaim Washington bahwa kapal-kapal perang AS memasuki Selat Hormuz. Demikian disampaikan juru bicara Markas Besar Pusat Khatam Al-Anbiya Iran, Ebrahim Zolfaghari, kepada stasiun televisi pemerintah.
"Inisiatif untuk lewat oleh kapal mana pun berada di tangan angkatan bersenjata Republik Islam Iran," katanya.
Stasiun televisi pemerintah Iran, IRIB, kemudian mengutip Komando Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) yang mengatakan: "Setiap upaya oleh kapal militer untuk melewati Selat Hormuz akan ditindak tegas."
"Jalur selat hanya akan diberikan kepada kapal sipil dalam kondisi tertentu," lanjut komando tersebut.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Infografis

Ini 3 Negara Musuh AS yang Tidak Terkena Tarif Impor Trump