Trump Lontarkan Ancaman untuk Iran: Seluruh Peradaban Akan Musnah - Liputan6
Trump Lontarkan Ancaman untuk Iran: Seluruh Peradaban Akan Musnah
Liputan6.com, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan ancaman keras terhadap Iran dengan menyebut bahwa “seluruh peradaban” bisa musnah dalam waktu singkat, di tengah meningkatnya ketegangan konflik di Timur Tengah.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump melalui akun resminya di Truth Social pada Selasa (7/4/2026).yang menggambarkan situasi global saat ini sebagai momen krusial yang dapat menentukan arah sejarah dunia.
Trump menyinggung kemungkinan kehancuran besar jika tidak terjadi perubahan signifikan di Iran. Ia juga menyiratkan peluang terjadinya perubahan rezim, yang menurutnya dapat membuka jalan bagi kepemimpinan yang lebih moderat.
Pernyataan itu muncul beriringan dengan ultimatum Washington kepada Teheran, termasuk tuntutan terkait kebijakan strategis seperti pembukaan jalur vital energi global. Trump bahkan memperingatkan bahwa konsekuensi besar akan terjadi jika Iran tidak memenuhi tuntutan tersebut.
Laporan media internasional menyebut Trump secara eksplisit memperingatkan bahwa “sebuah peradaban akan mati malam ini” jika kesepakatan tidak tercapai.
Ancaman tersebut memicu kekhawatiran global, termasuk dari kalangan pakar hukum internasional yang menilai retorika itu berpotensi melanggar hukum perang .
Sejumlah analis juga menilai pernyataan Trump meningkatkan risiko eskalasi konflik yang lebih luas, termasuk serangan terhadap infrastruktur sipil dan dampak kemanusiaan yang besar. Bahkan, sebagian pihak menyebut ancaman tersebut dapat menempatkan militer AS dalam dilema antara mengikuti perintah atau mematuhi hukum internasional.
Hingga kini, belum ada respons resmi dari pemerintah Iran terkait pernyataan terbaru tersebut. Namun, situasi di kawasan terus memanas dengan meningkatnya aktivitas militer dan tekanan diplomatik.
Pernyataan Trump ini semakin menegaskan kerasnya retorika yang digunakan dalam konflik AS-Iran, sekaligus menambah kekhawatiran akan potensi krisis global yang lebih luas.