0
News
    Home Campak Featured Kesehatan KLB Pati Spesial

    Waspada 20 Kasus Campak Ditemukan di Pati, Dinkes Tetapkan Status KLB dan Siapkan Vaksinasi - Tribunnews

    5 min read

     

    Waspada 20 Kasus Campak Ditemukan di Pati, Dinkes Tetapkan Status KLB dan Siapkan Vaksinasi


    Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati melaporkan adanya 20 kasus campak yang terdeteksi hingga 1 April 2026. 

    Waspada 20 Kasus Campak Ditemukan di Pati, Dinkes Tetapkan Status KLB dan Siapkan Vaksinasi

    TRIBUNJATENG.COM, PATI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati melaporkan adanya 20 kasus campak yang terdeteksi hingga 1 April 2026. 


    Meskipun jumlah kasus mencapai puluhan, pihak berwenang memastikan kondisi para pasien saat ini telah berangsur membaik berkat penanganan medis yang cepat.


    Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Pati, Salis Diah Rahmawati, mengungkapkan bahwa persebaran kasus awalnya ditemukan di wilayah Sukolilo, Tayu, dan Tambakromo.

    Namun, berdasarkan data terbaru, lonjakan kasus signifikan terjadi di wilayah Kecamatan Margorejo, terutama di Desa Jambean Kidul dan Desa Margorejo.


    "Margorejo yang terbanyak kasusnya. Dari 20 pasien tersebut, sebagian sempat menjalani rawat inap, sementara sisanya melakukan isolasi mandiri di rumah dengan pantauan ketat dari tenaga kesehatan," ujar Salis, Kamis (2/4/2026).


    Terkait penetapan status Kejadian Luar Biasa (KLB) oleh Dinkes Provinsi Jawa Tengah, Salis menjelaskan bahwa dalam terminologi kesehatan, status KLB ditetapkan jika ditemukan minimal dua kasus serupa dalam satu lingkungan epidemiologi yang sama, seperti dalam satu keluarga atau sekolah.

    Baca juga: Viral Sosok Vicky dan Feronika Pasutri di Rembang Menikah Bermahar Sepasang Bibit Pohon Mangga


    "Tolong jangan dibesar-besarkan (narasinya), tapi ini tetap menjadi peringatan bagi masyarakat.

    Campak adalah penyakit berbahaya. 

    Kami mengimbau orang tua untuk memastikan putra-putrinya sudah mendapatkan vaksinasi lengkap," tegasnya.


    Mayoritas penderita campak di Pati adalah anak usia balita dan kanak-kanak, meskipun ditemukan satu kasus pada pasien berusia 24 tahun. 


    Salis memaparkan gejala awal campak menyerupai flu, seperti demam dan nyeri seluruh tubuh, yang kemudian diikuti munculnya bintik merah khas mulai dari belakang telinga hingga menyebar ke seluruh tubuh.


    Dinkes Kabupaten Pati menduga kenaikan kasus ini dipicu oleh tingginya mobilitas warga selama musim Lebaran lalu.

    Sebagai langkah antisipasi, Salis menekankan pentingnya penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta menghindari pusat keramaian bagi anak-anak.


    "Segera periksakan ke Puskesmas, rumah sakit, atau Integrasi Layanan Primer (ILP) terdekat jika ditemukan gejala bintik merah.

    Kami juga sedang mengkaji rencana vaksinasi massal di wilayah-wilayah yang terdampak cukup parah, terutama di wilayah kerja Puskesmas Margorejo," tutup Salis.


    Hingga saat ini, Dinkes Pati memastikan tidak ada kasus kematian akibat campak dan seluruh pasien telah tertangani dengan baik oleh tim medis di lapangan. (mzk)


    Komentar
    Additional JS