YLBHI: Andrie Yunus KontraS Terancam Alami Kebutaan Permanen - IDN Times
YLBHI: Andrie Yunus KontraS Terancam Alami Kebutaan Permanen
Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus yang jadi korban penyiraman air keras (di tengah). (IDN Times/Santi Dewi)
- Andrie Yunus, aktivis KontraS, mengalami luka serius akibat siraman air keras dan terancam kehilangan penglihatan permanen, kini masih dirawat intensif di RSCM Jakarta Pusat.
- YLBHI dan TAUD menemukan dugaan keterlibatan 16 pelaku dalam aksi penyiraman serta indikasi koordinasi terorganisir, namun menilai aparat belum menindaklanjuti temuan tersebut secara serius.
- Dari ruang perawatan, Andrie menyampaikan pesan suara berisi ucapan terima kasih atas dukungan publik dan menegaskan tekadnya untuk tetap kuat menghadapi teror yang dialaminya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Jakarta, IDN Times - Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Muhammad Isnur, mengungkap potensi aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, alami kebutaan permanen. Hal itu lantaran rembesan dari cairan air keras sudah masuk ke mata sebelah kanan Andrie. Hingga kini Andrie masih dirawat di fasilitas High Care Unit (HCU) RSCM, Jakarta Pusat.
"Ternyata di matanya itu, lukanya terus merembes. Kami khawatir betul ada potensi kebutaan total dan bola matanya harus dicabut. Jadi, itu yang membuat kami juga sedih," ujar Isnur ketika berbincang di program 'Ngobrol Seru by IDN Times pada Rabu (1/4/2026).
Ia menambahkan, air keras yang disiram ke bagian wajah dan tubuh Andrie sangat pekat. Terbukti lebih dari 20 persen bagian kanan tubuh Andrie mengalami luka bakar.
"Ini tujuannya memang untuk melukai," tutur dia.
Ia juga mengungkapkan, di bagian tubuh lainnya yang mengalami luka bakar harus dilakukan operasi. Jaringan kulit dari bagian lain tubuh Andrie digunakan untuk menggantikan bagian yang kena luka bakar.
1. TAUD temukan dugaan pelaku lapangan mencapai 16 orang

Kondisi Andrie Yunus usai disiram air keras oleh OTK (IDN Times/Irfan Fathurohman)
Lebih lanjut, Isnur mengatakan, pihaknya dan sejumlah LSM yang tergabung di dalam Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) juga melakukan investigasi mandiri. Hasilnya, mereka menduga pelaku lapangan yang menyiram air keras ke Andrie bukan empat orang. Jumlahnya setidaknya mencapai 16 orang.
Isnur pun menemukan sejumlah bukti ada koordinasi dan komunikasi terorganisir terkait rencana aksi teror terhadap Andrie. Bahkan, TAUD juga menemukan titik pos pelaku berkumpul sebelum beraksi di area Menteng.
"Itu ada 16 orang yang kami yakini secara terhubung. Wajah-wajah (pelakunya) ter-capture oleh kamera-kamera. Jadi, bukan hanya empat orang yang bertugas membuntuti dan menyiram. Tapi, ada semacam koordinator lapangan yang memerintahkan, menarik," tutur dia.
Ia pun mendesak pihak kepolisian agar menelusuri dan membongkar temuan TAUD. Namun, hingga saat ini hal tersebut belum dilakukan oleh pihak kepolisian dan TNI.
"Kami kecewa ada pelambatan di situ," imbuhnya.
2. YLBHI desak agar pengusutan kasus juga menyentuh perwira tinggi TNI

Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Muhammad Isnur (Youtube/YLBHI)
Di forum itu, Isnur juga meragukan narasi yang mulai diedarkan di ruang publik bahwa aksi penyiraman air keras hanya dilakukan oleh empat pelaku. Sebab, untuk bisa menggerakan 16 orang butuh komando dan instruksi.
"Kami meyakini ketika pelaku di lapangannya adalah perwira selevel kapten, pasti ada yang memerintahkan dan memberi komando. Seharusnya pengusutan juga ditarik ke atas, ke perwira menengah dan perwira tingginya. Siapa jenderal yang memerintahkannya," kata Isnur.
Ia pun meyakini ada pihak yang mendanai upaya pembunuhan terhadap Andrie. Sayangnya, ketika sejumlah petunjuk mulai terungkap, pihak kepolisian malah melimpahkannya ke TNI. Dalam pandangannya, langkah tersebut janggal.
"Ini sangat aneh. Berarti kan kepolisian tidak serius untuk mengungkap sesuatu yang lebih besar dalam kasus ini," tutur dia.
3. Andrie sebut orang-orang yang menerornya sebagai pengecut

Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus ketika tapping program siniar di kantor YLBHI sebelum disiram air keras. (Tangkapan layar YouTube YLBHI)
Sementara, dari ruang perawatan High Care Unit (HCU), Andrie Yunus menyapa publik lewat voice note yang dibagikan melalui akun media sosial KontraS. Ia menyebut, anggota TNI yang menyiramkan air keras ke dirinya pada Kamis (12/3/2026) sebagai pengecut.
"Halo kawan-kawan, terima kasih atas segala bentuk dukungan yang telah diberikan kepada saya untuk menghadapi teror dari orang-orang yang pengecut," ucap Andrie dalam voice note yang diunggah yang diiringi suara monitor, Kamis (2/4/2026).
Ia menegaskan bahwa dia akan tetap kuat dan tegar dengan segala dukungan yang diberikan publik padanya. "Saya akan tetap kuat, akan tetap tegar untuk dengan segala dukungan penuh dari kawan-kawan sekalian. Aluta continua, panjang umur perjuangan," imbuhnya.
TAUD Endus Pola Lokalisir Hanya 4 Pelaku Lapangan Penyiraman Air Keras

Kondisi Andrie Yunus usai disiram air keras oleh OTK (IDN Times/Irfan Fathurohman)
- TAUD menilai pengungkapan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, cenderung dilokalisir hanya pada empat pelaku lapangan.
- Hasil investigasi TAUD menunjukkan ada 16 pelaku terlibat, termasuk koordinator dan perwira yang diduga memberi perintah di lapangan.
- TAUD menemukan bukti komunikasi, kode instruksi, serta lokasi pos kumpul para pelaku berdasarkan rekaman CCTV yang mereka kumpulkan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Jakarta, IDN Times - Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) mengendus pengungkapan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus bakal dilokalisir hanya sampai pada empat pelaku lapangan.