-->
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Daycare Featured Kasus Kesehatan Little Aresha Spesial Yogyakarta

    18 Anak Korban Daycare Little Aresha Yogyakarta Mengalami Masalah Gizi - Metro tv

    2 min read

     

    18 Anak Korban Daycare Little Aresha Yogyakarta Mengalami Masalah Gizi

    Yogyakarta: Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta telah melakukan skrining pertumbuhan dan perkembangan terhadap anak-anak korban kekerasan dan penelantaran di Daycare Little Aresha Sorosutan. Hasilnya, ditemukan sebanyak 18 anak mengalami masalah gizi.

    "Dari sebanyak 149 anak yang menjalani skrining pertumbuhan, ditemukan 18 anak mengalami masalah gizi pada tahapan berat badan kurang dan gizi kurang," kata Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Yogyakarta Aan Iswanti, dilansir dari Antara, Selasa, 19 Mei 2026. 

    Menurut dia, sebanyak 18 anak yang mengalami suatu kondisi tahap awal kekurangan gizi harus diintervensi ke pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) setempat. "18 anak dilakukan rujukan ke puskesmas untuk validasi status gizinya oleh Tim Asuhan Gizi Puskesmas, dan sembilan anak telah ke puskesmas," ucapnya.

    Skrining pertumbuhan pada anak peserta daycare tersebut dilakukan Dinkes Yogyakarta, bersama puskesmas, UPT Pemberdayaan dan Perlindungan Anak (PPA), dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Yogyakarta.

    Selain pertumbuhan, kata dia, skrining perkembangan pada anak korban daycare juga dilakukan Pemkot Yogyakarta. Langkah ini merupakan upaya pemantauan awal terhadap kondisi kesehatan dan tumbuh kembang anak secara menyeluruh.

    "Dari sebanyak 153 anak yang menjalani skrining perkembangan, hasil pemeriksaan menunjukkan 12 anak mengalami penyimpangan perkembangan, 19 anak dalam kategori meragukan, dan 122 anak berada dalam perkembangan normal," jelasnya.


    Gerbang depan bangunan Daycare Little Aresha Yogyakarta. Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim

    Dia mengatakan skrining perkembangan anak dilakukan oleh psikolog klinis untuk memastikan perkembangan balita sesuai dengan usianya berdasarkan pedoman SDIDTK (Stimulasi, deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang).

    "Intervensinya adalah 12 anak dan 19 anak dilakukan rujukan dan kunjungan ulang ke puskesmas untuk dilakukan pemeriksaan perkembangan secara komprehensif. Dan sembilan anak telah ke puskesmas," ujar Aan.

    Komentar
    Additional JS