3 Pendaki Meninggal dan 5 Luka akibat Erupsi Gunung Dukono - ESPOS
3 Pendaki Meninggal dan 5 Luka akibat Erupsi Gunung Dukono
Esposin, JAKARTA - Sebanyak tiga dari 20 pendaki dilaporkan meninggal dunia akibat erupsi Gunung Dukono di Pulau Halmahera, Provinsi Maluku Utara, Jumat (8/5/2026). Dari tiga korban meninggal dunia, dua di antaranya merupakan warga negara Singapura dan satu warga negara Indonesia (WNI).
Para pendaki sempat terjebak di kawasan puncak Gunung Dukono setelah terjadi erupsi hebat pada Jumat pagi.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut sedikitnya lima pendaki mengalami luka-luka akibat erupsi gunung api di Kabupaten Halmahera Utara tersebut.
Dividen BRI Dibayarkan Hari Ini, Investor Panen Cuan
“Sedikitnya lima orang pendaki mengalami luka-luka dan saat ini masih dalam proses pendataan oleh petugas di lapangan,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Jumat.
Menurut Abdul, tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Basarnas terus melakukan penyisiran serta evakuasi terhadap para pendaki yang berada di kawasan gunung saat aktivitas vulkanik meningkat.
“Erupsi terjadi pada pukul 07.41 WIT. Dampak erupsi terpantau di wilayah Kecamatan Galela, tepatnya di Desa Mamunya,” ujarnya.
Gunung Dukono yang berstatus Level II atau Waspada mengalami peningkatan aktivitas visual dan kegempaan sejak 29 Maret 2026. Dalam periode tersebut, tercatat rata-rata 95 kejadian erupsi.
Hingga Jumat siang, BPBD Kabupaten Halmahera Utara bersama BPBD Provinsi Maluku Utara masih mendata kondisi masyarakat maupun pendaki di sekitar kawasan terdampak.
Tim SAR gabungan juga terus bergerak melakukan penyisiran di kawasan Gunung Dukono guna mengevakuasi sejumlah pendaki yang berada dalam situasi darurat akibat peningkatan aktivitas vulkanik.
BPBD Kabupaten Halmahera Utara telah mendirikan Posko Tanggap Darurat Bencana Terpadu dan berkoordinasi dengan Pos Pantau Gunung Dukono, SAR, tim medis, TNI/Polri, serta masyarakat setempat.
Selain itu, Kementerian Pariwisata mengeluarkan surat penutupan kawasan pendakian Gunung Dukono untuk mengantisipasi risiko terhadap keselamatan wisatawan dan masyarakat sekitar.
Sementara itu, tiga warga negara asing (WNA) asal Singapura yang terdampak erupsi berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Ketiganya diketahui bernama Toh Yu Ming Eugene (30), Ong Shilin Selene (37), dan Phoebe Lim (33).
Kepala Pos SAR Tobelo Rudin Jasrodji mengatakan ketiga korban ditemukan dalam kondisi sadar dan stabil meski mengalami luka ringan akibat paparan abu vulkanik dan kelelahan setelah menuruni kawasan gunung.
“Tiga korban WNA Singapura dalam kondisi sadar dan stabil. Mereka mengalami luka ringan akibat paparan abu vulkanik dan kelelahan,” kata Rudin.
Ketiganya sempat terjebak di jalur pendakian akibat meningkatnya aktivitas vulkanik Gunung Dukono pada Jumat pagi. Mereka melakukan evakuasi mandiri sebelum akhirnya bertemu dan didampingi Tim SAR gabungan menuju Pos Pemantau untuk mendapatkan penanganan medis awal.
Setelah tiba di Pos Pemantau, tim kesehatan dari Dinas Kesehatan Halmahera Utara langsung melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap para korban. Mereka selanjutnya direncanakan dibawa ke RSUD Tobelo untuk menjalani observasi lanjutan.
Rudin mengatakan proses evakuasi berlangsung cukup sulit karena medan pendakian licin dan tertutup abu vulkanik. Tim juga harus bergerak cepat untuk memastikan seluruh pendaki dapat dievakuasi dengan aman.
Evakuasi terhadap tiga WNA tersebut merupakan bagian dari operasi pencarian dan penyelamatan terhadap total 20 pendaki yang terdampak erupsi Gunung Dukono. Hingga pukul 15.30 WIT, Tim SAR gabungan masih bergerak dari Pos 5 menuju Pos 6 untuk mengevakuasi pendaki lainnya yang masih berada di kawasan gunung.
Gunung Dukono merupakan salah satu gunung api aktif di Maluku Utara dengan aktivitas erupsi yang cukup tinggi. Sebelumnya, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tidak beraktivitas di radius bahaya yang telah ditetapkan karena potensi lontaran material vulkanik dan sebaran abu masih dapat terjadi sewaktu-waktu.
Mariyana Ricky P.D - Jurnalis Solopos Media Group, menulis konten di media cetak dan media online.
ESPOS.ID - Flyer program pemutihan denda PBB di Klaten untuk tahun pajak 2020-2025. (IG @bpkpadklaten)
Esposin, KLATEN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten menggulirkan program penghapusan denda Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2). Program tersebut berlaku untuk sanksi administratif denda PBB tahun pajak 2020 hingga 2025.
Dividen BRI Dibayarkan Hari Ini, Investor Panen Cuan
Melalui program pemutihan itu, wajib pajak cukup membayar pokok PBB yang belum dilunasi tanpa dikenai denda administratif. Artinya, masyarakat yang masih memiliki tunggakan PBB periode 2020-2025 hanya perlu melunasi pokok pajak.
Program pemutihan denda PBB tersebut berlangsung mulai 1 Mei 2026 hingga 31 Desember 2026. Kebijakan itu tertuang dalam Peraturan Bupati (Perbup) Klaten Nomor 3 Tahun 2026 yang ditandatangani Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo.
Dalam Perbup tersebut disebutkan, penghapusan sanksi administratif denda bertujuan meringankan beban finansial masyarakat sehingga dana yang dimiliki dapat dialokasikan untuk kebutuhan pokok lainnya.
Selain itu, program tersebut diharapkan mempermudah wajib pajak dalam melunasi utang pajak, terutama bagi masyarakat yang memiliki tunggakan dalam jangka waktu panjang, sekaligus memberikan kepastian hukum.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Klaten, Fadzar Indriawan, membenarkan adanya program pemutihan tersebut.
Ia menjelaskan stimulus dari pemerintah itu dimaksudkan untuk meringankan beban wajib pajak, khususnya masyarakat yang masih memiliki tunggakan PBB.
“Melalui program ini, kami berharap kepatuhan masyarakat dalam membayar PBB semakin meningkat,” kata Fadzar, Senin (4/5/2026).
Fadzar juga mengimbau warga Klaten memanfaatkan program pemutihan denda PBB tahun pajak 2020-2025 tersebut. Untuk mengecek tagihan PBB, masyarakat dapat mengakses layanan secara daring melalui situs pbb-klaten.id.
![]()
Mariyana Ricky P.D - Jurnalis Solopos Media Group, menulis konten di media cetak dan media online.
ESPOS.ID - Presiden Prabowo Subianto dalam sesi pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN di Mactan Expo, Cebu, Filipina, Jumat (8/5/2026). (ANTARA/HO-Badan Komunikasi Pemerintah RI)
Esposin, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menyerukan pentingnya negara-negara ASEAN menjaga kedaulatan wilayah perairan dan jalur perdagangan strategis di kawasan Asia Tenggara guna mencegah gangguan terhadap aktivitas ekonomi regional.
“Ketahanan bukan hanya soal energi. Ketahanan juga berarti menjaga dan melindungi jalur kehidupan kawasan kita, yaitu jalur distribusi dan perdagangan. Kita harus menyadari bahwa kawasan kita memiliki jalur perdagangan strategis yang melintasi wilayah perairan kita, dan kita harus berhati-hati agar tidak terjadi gangguan di kawasan kita sendiri,” kata Prabowo.
Dividen BRI Dibayarkan Hari Ini, Investor Panen Cuan
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam sesi pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN di Mactan Expo, Cebu, Filipina, Jumat (8/5/2026), dilansir Antara.
Berdasarkan keterangan yang diterima, seruan itu muncul di tengah disrupsi ekonomi global akibat konflik Iran-Israel-Amerika Serikat yang mengganggu jalur perdagangan dunia di Selat Hormuz.
Prabowo menekankan bahwa di tengah isu ketahanan energi, negara-negara ASEAN harus tetap menjaga persatuan dan stabilitas keamanan kawasan.
Menurut dia, negara-negara ASEAN perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan pada jalur perdagangan dan distribusi energi global, khususnya yang melintasi kawasan Asia Tenggara.
Prabowo menilai tantangan yang dihadapi kawasan saat ini tidak dapat ditangani secara individual oleh masing-masing negara, melainkan harus dihadapi secara kolektif oleh ASEAN.
“Ini bukan tantangan yang dapat ditangani oleh satu negara saja. ASEAN harus bertindak bersama,” ujarnya.
Kepala Negara juga menegaskan ASEAN harus memperkuat solidaritas dan kerja sama regional agar tetap menjadi kawasan yang aman, stabil, dan mampu memprioritaskan perlindungan warga negaranya.
“Dalam melindungi warga negara kita, ASEAN harus berbicara dalam satu suara. Kita harus meminta semua pihak untuk menjunjung hukum internasional dan mendorong akuntabilitas terhadap setiap pelanggaran. Ini adalah momentum bagi ASEAN untuk menunjukkan pengaruhnya. Kita harus memiliki suara politik kolektif yang kuat,” kata Prabowo.
![]()
Mariyana Ricky P.D - Jurnalis Solopos Media Group, menulis konten di media cetak dan media online.
Esposin, SEMARANG – Polda Jawa Tengah (Jateng) mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu di Kota Semarang. Seorang pria berinisial KR, 32, yang diduga berperan sebagai pengedar, ditangkap polisi.
Direktur Reserse Narkoba (Diresnarkoba) Polda Jateng, Kombes Pol. Yos Guntur, mengatakan KR merupakan warga Depoksari, Kelurahan Tlogosari Kulon, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang. Penangkapan dilakukan di gang depan rumah tersangka di Jalan Depoksari Raya, Kelurahan Tlogosari Kulon, Kamis (7/5/2026) sekitar pukul 22.00 WIB.
Dividen BRI Dibayarkan Hari Ini, Investor Panen Cuan
“Pengungkapan kasus berawal dari informasi masyarakat terkait adanya aktivitas peredaran narkotika jenis sabu di wilayah Pedurungan. Menindaklanjuti informasi tersebut, tim Ditresnarkoba Polda Jateng melakukan penyelidikan dan observasi hingga berhasil mengidentifikasi ciri-ciri pelaku,” kata Yos kepada Espos, Jumat (8/5/2026).
Saat penangkapan, petugas juga menggeledah badan dan rumah tersangka yang disaksikan dua warga sipil. Dari hasil penggeledahan, polisi menemukan enam paket sabu di dalam kamar serta tiga paket sabu lainnya yang disimpan di samping rumah.
“Seluruh barang tersebut diakui milik tersangka. Selain narkotika jenis sabu dengan total berat bruto sekitar 17,50 gram, petugas juga mengamankan barang bukti lain berupa satu unit handphone, satu timbangan digital, satu gunting, serta dua isolasi bening yang digunakan untuk pengemasan,” lanjutnya.
Kepada penyidik, KR mengaku diperintah oleh seseorang berinisial A yang kini masuk daftar pencarian orang (DPO). Tugas yang diberikan kepada tersangka yakni mengambil, membagi, dan mengedarkan sabu sesuai alamat yang telah ditentukan.
Sebagai imbalan, KR menerima upah sebesar Rp200.000 yang ditransfer melalui aplikasi DANA, serta satu paket sabu untuk dikonsumsi sendiri. Tersangka juga mengaku telah dua kali menjalankan aktivitas ilegal tersebut.
“Pengungkapan ini menunjukkan jaringan narkotika masih terus berupaya memanfaatkan masyarakat sebagai kurir maupun pengedar dengan iming-iming keuntungan dan narkotika untuk dikonsumsi. Kami akan terus mengembangkan kasus ini untuk mengungkap pelaku utama yang saat ini masih berstatus DPO,” tegas Yos.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan narkotika. Menurutnya, sinergi masyarakat dan kepolisian sangat penting untuk memutus mata rantai peredaran narkoba.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk aktif memberikan informasi apabila mengetahui adanya penyalahgunaan maupun peredaran narkotika di lingkungan sekitar,” ujarnya.
Saat ini, tersangka beserta seluruh barang bukti telah dibawa ke Markas Direktorat Reserse Narkoba Polda Jateng untuk menjalani proses penyidikan dan pengembangan lebih lanjut.
![]()
Mariyana Ricky P.D - Jurnalis Solopos Media Group, menulis konten di media cetak dan media online.
ESPOS.ID - Petugas SPPG Krakitan Kecamatan Bayat membagikan menu MBG mengenakan kostum superhero di MI Muhammadiyah Krakitan, Senin (26/1/2026). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)
Esposin, KLATEN – Jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) penyedia menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Klaten terus bertambah. Saat ini, sebanyak 125 SPPG telah beroperasi.
Koordinator Wilayah (Korwil) Badan Gizi Nasional (BGN) Klaten, Yoga Angga Pratama, menjelaskan masih ada sekitar 58 SPPG yang berada dalam tahap persiapan.
Dividen BRI Dibayarkan Hari Ini, Investor Panen Cuan
“Selain itu, ada sekitar 13 SPPG yang kepala SPPG-nya sudah ditempatkan, tetapi masih dalam proses virtual account untuk pencairan dana dan melengkapi kekurangan fasilitas,” kata Yoga saat ditemui di Pendopo Pemkab Klaten, Kamis (7/5/2026).
Yoga menjelaskan, 125 SPPG yang telah beroperasi saat ini melayani sekitar 237.000 penerima manfaat. Operasional SPPG tersebut juga melibatkan sekitar 5.400 tenaga sukarelawan.
Secara keseluruhan, jumlah SPPG di Kabupaten Klaten mencapai 130 unit. Namun, lima SPPG untuk sementara dihentikan operasionalnya oleh BGN. Salah satunya yakni SPPG Sorogaten, Kecamatan Tulung, pascakejadian dugaan keracunan beberapa waktu lalu.
Penghentian sementara operasional SPPG dilakukan karena adanya standar operasional prosedur (SOP) yang belum dipenuhi. Salah satu temuan yakni instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang tidak sesuai dengan petunjuk teknis dari BGN.
SPPG yang dihentikan sementara dapat kembali beroperasi setelah menjalani evaluasi dari BGN dan memenuhi seluruh persyaratan operasional yang telah ditetapkan.
Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, kembali mengingatkan seluruh SPPG di Klaten agar mematuhi SOP yang telah ditetapkan BGN guna meminimalisasi risiko munculnya permasalahan, termasuk dugaan keracunan makanan.
Hamenang juga meminta pengelola SPPG memperbaiki komunikasi dengan mitra MBG. Selain itu, ia berharap program MBG di Klaten dapat melibatkan UMKM sebagai pemasok bahan baku untuk kebutuhan SPPG.
“MBG ini merupakan program yang baik dari pemerintah pusat. Karena itu, kita harus bersama-sama mengawasi dan mengawal agar tidak terjadi permasalahan di kemudian hari,” ujar Hamenang.
![]()
Mariyana Ricky P.D - Jurnalis Solopos Media Group, menulis konten di media cetak dan media online.
Memuat Berita lainnya ...
Berita Lainnya
Erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara menyebabkan tiga pendaki meninggal dunia dan lima lainnya luka saat puluhan pendaki terjebak di jalur pendakian.
- by Newswire
- 1 jam yang lalu





















