Atap SMA 7 Mataram Roboh Saat Siswa Salat Zuhur, 4 Orang Terluka - Beritasatu
Atap SMA 7 Mataram Roboh Saat Siswa Salat Zuhur, 4 Orang Terluka
Mataram, Beritasatu.com – Atap bangunan SMA Negeri 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) tiba-tiba roboh ketika para siswa sedang menjalankan salat Zuhur berjemaah, Selasa (19/5/2026) sekitar pukul 12.30 Wita. Empat siswa yang saat ini masih berada di ruang kelas yang ambruk mengalami luka ringan.
ADVERTISEMENT
“Empat siswa alhamdulillah bisa keluar dengan selamat. Hanya lecet dan cedera ringan. Langsung kami bawa ke puskesmas karena lokasinya dekat,” ujar Kepala SMAN 7 Mataram Ridha Rosalina.
Tiga siswa telah diperbolehkan pulang setelah menjalani pemeriksaan. Seorang siswa lainnya masih menjalani observasi di rumah sakit karena mengeluhkan pusing pada bagian kepala.
ADVERTISEMENT
“Secara fisik tidak ada luka berat, tetapi ada satu siswa yang perlu observasi lebih lanjut karena merasa pusing,” katanya.
Bangunan yang roboh merupakan gedung lama yang dibangun sekitar 2006 menggunakan dana swadaya masyarakat dan bantuan orang tua siswa. Struktur bangunan terdiri atas dua ruang kelas dan satu perpustakaan.
Kerusakan paling parah terjadi pada dua ruang kelas, sementara perpustakaan ikut terdampak karena berada dalam satu struktur bangunan.
Ridha mengaku tidak menemukan tanda-tanda kerusakan serius sebelum insiden terjadi. Pagi hari sebelum kejadian, ia masih sempat memeriksa kondisi sekolah seperti rutinitas biasa.
“Pagi tadi saya keliling, plafonnya terlihat baik-baik saja, tidak ada tanda mencurigakan, tidak ada angin kencang juga,” ungkapnya.
Suara keras tiba-tiba terdengar sebelum atap dan sebagian bangunan runtuh. Kepanikan sempat terjadi, namun guru dan siswa segera berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri.
Sekolah menyebut bangunan tersebut masih aktif digunakan untuk kegiatan belajar mengajar karena secara kasatmata kondisinya dinilai masih layak. Salah satu ruang digunakan siswa kelas 11A.
“Kalau dilihat dari bawah memang masih bagus. Kami juga tidak menyangka bisa roboh seperti ini,” katanya.
Peristiwa tersebut memunculkan kekhawatiran terkait kondisi bangunan sekolah lain yang memiliki usia serupa. Sekolah berharap dilakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap struktur gedung guna mencegah kejadian serupa.
“Kami rasa memang perlu ada penilaian atau audit bangunan untuk memastikan keamanan ruang kelas lainnya,” ujar Ridha.
Ridha menuturkan waktu kejadian yang bertepatan dengan salat Zuhur berjamaah menjadi faktor yang menghindarkan insiden dari kemungkinan korban lebih besar. Mayoritas siswa saat itu berada di masjid sekolah.
“Bayangkan kalau saat itu anak-anak sedang belajar di dalam kelas,” ucapnya lirih.
Area bangunan yang roboh kini telah dipasangi garis pengaman. Aktivitas belajar sementara dialihkan sambil menunggu pemeriksaan lanjutan dari instansi terkait.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu