0
News
    Home APBN Bank Dunia Berita Featured IMF Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa Spesial

    Bank Dunia dan IMF Tak Lagi Tanya Defisit APBN, Purbaya: Uang Kita Masih Banyak - Kompas

    5 min read

     

    Bank Dunia dan IMF Tak Lagi Tanya Defisit APBN, Purbaya: Uang Kita Masih Banyak

    KOMPAS.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa membeberkan jika kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia dalam keadaan baik.

    Sebelumnya, Bank Dunia dan International Monetary Fund (IMF) menanyakan soal defisit Indonesia di tengah gejolak global, tapi kini tidak lagi.

    Investor asing terutama dari Amerika Serikat (AS) kagum dengan perekonomian Indonesia yang terus berkembang.

    Baca juga: Purbaya Ancam Nonjob-kan ASN Pajak yang Bermasalah di Restitusi

    "Jadi saya ingin menegaskan lagi, kondisi APBN baik. Bahkan, investor di sana kagum. Mereka sudah tidak lagi mempertanyakan soal defisit dan lain-lain, semuanya sudah jelas bagi mereka. IMF dan Bank Dunia juga sama, tidak menanyakan hal itu lagi," kata Purbaya.

    Reaksi Blokade AS, Warga Iran: Trump Salah Pilih Lawan!

    Purbaya menepis isu bahwa APBN dalam kondisi buruk. Dia merinci pemerintah masih punya saldo anggaran lebih (SAL) sebesar Rp 420 triliun.

    Rinciannya Rp 120 triliun ditempatkan di Bank Indonesia (BI) sebagai simpanan lalu Rp 300 triliun disimpan di perbankan dalam bentuk deposito. Sengaja Purbaya simpan uang di perbankan untuk mendorong perekonomian.

    Baca juga: Satgas BLBI Dibubarkan, Purbaya Cari Gantinya

    Setiap saat ketika pemerintah butuh, SAL bisa dicairkan.

    "Yang Rp 300 triliun kita masukkan ke perbankan supaya ada tambahan likuiditas dan kredit bisa berjalan. Itu yang saya sebut sebagai penguasaan kebijakan moneter. Tidak perlu takut dengan APBN pemerintah, masih cukup, dan uang kita masih banyak," jelasnya.

    Baca juga: Purbaya Ingin Hidupkan Subsidi Motor Listrik, Tahap Awal Sasar 6 Juta Unit Baru

    Fokus jaga perekonomian

    Purbaya mengatakan jika dirinya fokus menjaga perekonomian Indonesia.

    Jika perekonomian baik, maka Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ikut terkerek naik.

    Harapannya, pada tahun 2026 IHSG tembus 10.000.

    Baca juga: Purbaya Tahan Pajak Baru, Fokus Kejar Kepatuhan 40 Perusahaan Baja China

    "Kalau ekonominya bagus, nanti (IHSG) naik cepat. Makanya fokus saya adalah jaga itu (ekonomi), bukan jaga IHSG. Karena IHSG akan menyesuaikan secara otomatis ke fundamental ekonominya,” kata Purbaya dikutip dari Antara, Sabtu (25/4/2026).

    Pada Jumat, (24/4/2026) sore, IHSG ditutup melemah  249,12 poin atau 3,38 persen ke posisi 7.129,49. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 25,12 poin atau 3,51 persen ke posisi 690,76.

    Baca juga: Purbaya Ungkap Alasan Copot 2 Dirjen Kemenkeu

    Pelemahan terjadi karena volatilitas IHSG kena sentimen negatif perekonomian global yang cenderung tak pasti.

    Namun, Purbaya optimis fundamental perekonomian nasional akan menguat seiring berjalannya waktu.

    Baca juga: Dari Washington ke Jakarta: Peringatan Keras Purbaya tentang Biaya Logistik 23 Persen

    Artikel ini pernah tayang di Kompas.com dengan judul "Purbaya: Isu Uang Negara Tinggal Rp 120 Triliun Tak Benar, APBN Masih Cukup"

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Uni Emirat Arab Keluar dari OPEC, Tegaskan Keputusan Berdaulat

    Komentar
    Additional JS