0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita BRIN Featured Nuklir Padi Padi Iradiasi Nuklir Spesial

    Benih Padi Hasil Mutasi Iradiasi Nuklir BRIN Siap Diproduksi Industri - Kompas

    4 min read

     

    Benih Padi Hasil Mutasi Iradiasi Nuklir BRIN Siap Diproduksi Industri



    JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mulai mendorong hilirisasi benih padi unggul hasil mutasi iradiasi teknologi nuklir ke industri nasional.

    Langkah ini diyakini dapat meningkatkan produktivitas padi dan memperkuat produksi beras nasional di tengah kebutuhan pangan yang terus meningkat.

    Komersialisasi benih dilakukan melalui panen perdana benih penjenis (breeder seed) varietas padi unggul hasil pemuliaan mutasi iradiasi di Subang, Jawa Barat, Kamis (30/4/2026).

    Kepala BRIN Arif Satria mengatakan, pemanfaatan teknologi nuklir melalui radiasi sinar gamma bukan lagi sebatas riset di atas kertas, melainkan sudah berkontribusi nyata dalam menghadapi krisis pangan global.

    Kebakaran Hutan Besar di Florida AS Hanguskan Ribuan Hektare Lahan, Heli Diterjunkan

    Baca juga: Kementan Kebut Tanam Padi Serentak di 38 Kabupaten Se-Jatim

    "Dengan varietas unggul hasil iradiasi, kita bisa meningkatkan indeks pertanaman dan hasil per hektar secara signifikan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (2/4/2026).

    Adapun varietas yang dipanen di antaranya yakni Sidenuk atau Sintanur Dedikasi Nuklir.

    Varietas ini memiliki umur panen sangat genjah sekitar 103 hari, struktur batang yang kokoh dan tahan rebah, serta potensi hasil mencapai 9,1 ton per hektar.

    Lalu ada varietas Tropiko yang termasuk Padi Tipe Baru (PTB). Varietas ini memiliki potensi hasil lebih tinggi hingga 10,53 ton per hektar, kualitas nasi pulen, dan tahan terhadap serangan hama wereng cokelat.

    Kemudian ada varietas Bestari, unggul karena memiliki jumlah anakan produktif yang banyak serta toleran terhadap penyakit Hawar Daun Bakteri (HDB).

    Menurut Arif, teknologi nuklir memungkinkan para periset meningkatkan keragaman genetik tanaman secara luas dan aman guna memperbaiki karakter tanaman yang memiliki kelemahan, seperti batang yang terlalu tinggi atau umur panen yang panjang.

    Teknik pemuliaan mutasi dengan iradiasi sinar gamma (Co-60) bekerja dengan cara memberikan dosis energi radiasi tertentu pada benih padi untuk memicu perubahan struktur DNA yang kemudian diseleksi secara ketat oleh pemulia.

    Berbeda dengan rekayasa genetika (GMO), hasil mutasi iradiasi tidak memasukkan gen asing, sehingga sepenuhnya aman dikonsumsi dan ramah lingkungan.

    Direktur Pemanfaatan Riset dan Inovasi pada Industri BRIN Mulyadi Sinung Harjono menambahkan, kegiatan di Subang difokuskan pada perbanyakan benih penjenis dengan tingkat kemurnian genetik mendekati 100 persen.

    "Benih penjenis adalah benih murni di bawah pengawasan pemulia langsung. Dari benih inti yang kita tanam ini, akan dihasilkan benih yang secara berjenjang mampu memenuhi kebutuhan ribuan hektar sawah petani di masa depan," jelas dia.

    Proses perbanyakan ini melibatkan tim peneliti dari Pusat Riset Tanaman Pangan yang memantau pertumbuhan secara intensif.

    Salah satu tahap krusial adalah _roguing_, pembersihan tanaman menyimpang, untuk memastikan kemurnian benih tetap terjaga sebelum didistribusikan ke industri perbenihan.

    Percepatan komersialisasi dilakukan melalui kerja sama dengan industri perbenihan seperti CV Fiona Benih Mandiri dan PT Sipetapa.

    Skema lisensi Perlindungan Varietas Tanaman (PVT) juga diterapkan agar industri nasional dapat mengakses teknologi benih unggul hasil riset BRIN.

    Mulyadi mengatakan, kolaborasi dengan swasta menjadi langkah penting agar inovasi hasil riset dapat dimanfaatkan secara luas oleh para petani, tidak berhenti di laboratorium.

    "Melalui ekosistem perbenihan yang sehat, benih unggul ini akan segera sampai di tangan petani untuk memastikan kedaulatan pangan nasional yang tangguh dan berkelanjutan," pungkasnya.

    Baca juga: BPS: Bencana Sumatera Berpotensi Tingkatkan Risiko Gagal Panen Padi

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Iran Ajukan Syarat Tampil di Piala Dunia 2026, Anggota IRGC Harus Dapat Visa

    Komentar
    Additional JS