0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Gagal Ginjal Kasus Kesehatan Lifestyle Spesial

    Berkaca Kasus Wanita di Bekasi, Jaga Ginjal Sehat Nggak Sesimpel Cuma Minum Air Putih - detik

    4 min read

     

    Berkaca Kasus Wanita di Bekasi, Jaga Ginjal Sehat Nggak Sesimpel Cuma Minum Air Putih

    Jakarta -

    Sema Chintya menjadi salah satu bukti kasus gagal ginjal tak selalu menyerang usia lanjut. Ia mendapat diagnosis penyakit tersebut di usia 31 tahun. Awalnya, Sema tak pernah menyangka beberapa keluhan yang dialami dalam beberapa tahun terakhir menjadi tanda awal penyakit ginjal kronis stadium lanjut.

    Padahal, dalam dua tahun terakhir, ia mengaku tetap aktif berolahraga dan rutin minum air putih.

    "Aku kena gagal ginjal ini tuh karena aku hipertensi, tapi aku tuh nggak pernah minum obat. Padahal waktu dua tahun terakhir tuh aku rajin pound fit, rajin olahraga, minum air putih tuh banyak banget, aku bisa 2-3 liter setiap hari," jelasnya dalam video TikTok di akun pribadinya.

    ADVERTISEMENT

    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    Tak sedikit warganet heran mengapa Sema tetap mengalami gagal ginjal meski rajin menjaga asupan cairan harian.

    Menanggapi hal tersebut, spesialis penyakit dalam konsultan ginjal hipertensi Tunggul Situmorang menegaskan minum air putih bukan jaminan seseorang terbebas dari penyakit ginjal kronis.

    "Jadi sebenarnya air putih itu bukan menjadi obat bahwa ginjal akan sehat. Ada persepsi bahwa orang gagal ginjal karena kurang minum air putih, padahal tidak sesederhana itu," kata dr Tunggul kepada detikcom, Jumat (22/5/2026).

    Menurutnya, kekurangan cairan memang dapat memengaruhi fungsi ginjal. Namun, penyebab utama gagal ginjal kronis justru paling sering berasal dari penyakit sistemik seperti hipertensi dan diabetes yang tidak terkontrol.

    dr Tunggul menjelaskan penyebab gagal ginjal secara umum terbagi menjadi faktor yang berasal dari ginjal itu sendiri dan faktor di luar ginjal.

    "Gagal ginjal itu bisa disebabkan penyakit non-ginjal dan penyakit ginjal," ujarnya.

    Penyebab non-ginjal atau penyakit sistemik, kata dia, justru menjadi penyebab paling banyak ditemukan. Beberapa di antaranya hipertensi, diabetes, penyakit autoimun, hingga infeksi berat di organ lain.

    "Sangat banyak disebabkan penyakit sistemik seperti hipertensi, diabetes, penyakit autoimun, infeksi di tempat lain," jelasnya.

    Sementara itu, penyebab yang berasal langsung dari ginjal meliputi radang ginjal, batu ginjal, hingga infeksi saluran kemih berulang.

    Selain itu, ada juga kondisi pasca-ginjal atau post renal yang menyebabkan aliran urine tersumbat sehingga merusak ginjal, misalnya pembesaran prostat pada pria atau kanker serviks pada wanita.

    "Prostat membendung, keganasan, kanker serviks pada wanita, itu juga bisa menyebabkan gagal ginjal," lanjutnya.

    Karena itu, dr Tunggul menilai penting meluruskan persepsi bahwa kesehatan ginjal hanya ditentukan dari banyaknya minum air putih.

    "Jadi bukan ditekankan soal air putih saja. Ada persepsi yang harus diluruskan," katanya.

    Saksikan Live DetikSore:

    Halaman 2 dari 2

    (naf/up)

    Wajah Khas Gagal Ginjal

    4 Konten

    Seorang wanita di Bekasi didiagnosis gagal ginjal stadium 5. Tidak ada gejala yang benar-benar disadari sampai dokter menyebut wajahnya khas pasien gagal ginjal. Seperti apa ciri-cirinya?

    Konten Selanjutnya

    Komentar
    Additional JS