0
Terkini
    Home Berita Kriminal Featured Kasus Spesial

    BREAKING NEWS: Brigadir Arya Supena Gugur Usai Ditembak Pencuri Motor di Bandar Lampung

    2 min read

     

    BREAKING NEWS: Brigadir Arya Supena Gugur Usai Ditembak Pencuri Motor di Bandar Lampung

    Bagikan

    Bandar Lampung, sinarlampung.co– Duka mendalam menyelimuti Kepolisian Daerah (Polda) Lampung. Brigadir Arya Supena, anggota Direktorat Intelijen Keamanan (Ditintelkam) Polda Lampung, dinyatakan meninggal dunia setelah menjadi korban penembakan komplotan pencuri sepeda motor (curanmor) pada Sabtu pagi 9 Mei 2026.

    ​Brigadir Arya mengembuskan napas terakhir akibat luka tembak serius di bagian kepala, saat coba dilakukan tindakan medis di RS Bhayangkara Polda Lampunh. Peristiwa tragis ini terjadi di halaman Toko Yuzi Akmal, Jl. ZA. Pagaralam, Kelurahan Labuhan Ratu, Bandar Lampung, sekitar pukul 05.30 WIB.

    ​Kejadian bermula saat korban yang tengah berkendara memergoki dua orang pria yang mencoba membobol kunci stang sepeda motor Honda Beat milik seorang warga. Sebagai anggota kepolisian, Brigadir Arya segera melepaskan teguran untuk menghentikan aksi tersebut.

    ​Namun, para pelaku merespons dengan tindakan beringas. Salah satu pelaku melepaskan tembakan jarak dekat yang mengenai kepala korban. Meski saat kejadian korban mengenakan helm pelindung, peluru dilaporkan menembus dari bagian kanan hingga ke bagian kiri kepala, yang menyebabkan luka fatal.

    ​Pelaku yang berjumlah dua orang tersebut berhasil melarikan diri menggunakan sepeda motor setelah sempat menodongkan senjata api ke arah saksi mata di sekitar lokasi.

    ​Kabid Humas Polda Lampung (atau pihak berwenang) menyampaikan bahwa jajaran kepolisian saat ini tengah melakukan pengejaran besar-besaran terhadap para pelaku. “Kami tidak akan tinggal diam. Tim gabungan telah dikerahkan untuk mengejar pelaku yang sangat berbahaya ini,” tegas pihak kepolisian.

    ​Gugurnya Brigadir Arya Supena menjadi pengingat akan besarnya risiko yang dihadapi personel kepolisian, bahkan dalam situasi yang tampak seperti kriminalitas jalanan biasa. Dedikasinya dalam upaya menggagalkan tindak pidana meski sedang tidak dalam dinas resmi (diskresi) merupakan bentuk pengabdian tertinggi kepada negara. (Red

    Komentar
    Additional JS