0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Kebakaran Lintas Peristiwa Pondok Cabe Spesial

    BREAKING NEWS: Gudang Kayu di Pondok Cabe Terbakar Hebat, Asap Beracun Pekat Kepung Permukiman Warga - Tribunnews

    6 min read

     

    BREAKING NEWS: Gudang Kayu di Pondok Cabe Terbakar Hebat, Asap Beracun Pekat Kepung Permukiman Warga



    Ringkasan Berita:
    • Gudang Kayu Terbakar: Sebuah gudang kayu di Jalan Pondok Cabe Ilir, Pamulang, Tangerang Selatan hangus terbakar pada Kamis (28/5/2026) malam, memicu kepanikan massal warga sekitar.
    • Meski kobaran api berhasil diredam, kepulan asap hitam pekat berbau menyengat mengepung permukiman, membatasi jarak pandang, dan mengancam kesehatan warga.
    • Petugas Damkar Tangsel sempat kesulitan menjinakkan api karena lokasi gudang yang berada di dalam gang sempit, memaksa armada mobil pemadam masuk bergantian.

    WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG SELATAN – Kamus ketenangan warga di kawasan Pamulang seketika sirna berganti mencekam.

    Peristiwa kebakaran hebat melanda sebuah gudang penyimpanan kayu yang berlokasi di Jalan Pondok Cabe Ilir, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), pada Kamis (28/5/2026) malam.

    Kobaran api yang sempat membubung tinggi berujung pada kepulan asap hitam pekat yang menyelimuti wilayah permukiman padat penduduk.

    Baca juga: Pabrik Pengolahan Ayam dan Daging Olahan di Cikupa Tangerang Terbakar, Api Masih Dipadamkan Petugas

    Peristiwa tragis ini tak pelak membuat warga sekitar berhamburan keluar rumah demi menyelamatkan diri dari ancaman api yang terus menjalar.

    Jarak Pandang Terbatas, Bau Menyengat Hantui Saluran Pernapasan

    Berdasarkan pantauan langsung di lapangan hingga pukul 22.40 WIB, sisa-sisa amukan jago merah masih menyisakan pemandangan yang mengerikan.

    Walaupun kobaran api yang membakar material kayu sudah tidak lagi terlihat menjulang dari kejauhan, kepulan asap hitam pekat masih terus membubung tinggi ke udara.

    Asap tebal tersebut bergerak liar memenuhi gang-gang dan pekarangan rumah warga, hingga mengakibatkan jarak pandang masyarakat menjadi sangat terbatas.

    Kondisi ini diperparah dengan munculnya bau hangus yang sangat menyengat dan menusuk hidung.

    Aparat di lokasi kejadian pun langsung mengeluarkan peringatan keras agar warga tidak mendekat ke area pusat kebakaran.

    Hal ini dikarenakan kandungan gas dalam asap pekat tersebut dikhawatirkan dapat memicu gangguan pernapasan akut dan membahayakan kesehatan masyarakat secara luas.

    Gang Sempit Hambat Pergerakan Tim Pemadam Kebakaran

    Perjuangan menjinakkan sisa-sisa api di dalam gudang kayu tersebut bukanlah perkara mudah bagi petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangerang Selatan.

    Letak gudang yang tersembunyi di dalam gang sempit menjadi pembatas ruang gerak yang krusial.

    Jalur yang sangat terbatas memaksa armada mobil pemadam kebakaran harus masuk secara bergantian satu per satu untuk menjangkau titik api.

    Baca juga: Damkar Datangkan Alat Berat untuk Urai Material usai Kebakaran Gudang Plastik di Kapuk Jakarta Barat

    Akibat kendala aksesibilitas ini, antrean panjang armada pemadam tidak dapat dihindarkan di mulut gang.

    Sedikitnya tampak tiga unit mobil damkar bersiaga di barisan belakang, menunggu giliran dengan sabar untuk menyuplai air ke titik pemadaman.

    Sementara itu, dua unit mobil pemadam kebakaran dilaporkan sudah terlebih dahulu berjibaku membelah api sejak awal laporan diterima sekitar pukul 20.00 WIB.

    Kerumunan Warga Padati Jalan, Petugas Pasang Garis Polisi

    Ironisnya, di tengah situasi bahaya dan kepungan asap beracun, kesadaran masyarakat akan keselamatan mandiri dinilai masih sangat minim.

    Meski berulang kali diimbau untuk menjauh, ratusan warga yang penasaran justru berbondong-bondong memadati area sekitar lokasi kebakaran.

    Kerumunan masyarakat terlihat menyemut hingga memakan badan jalan sepanjang kurang lebih 300 meter hanya untuk menyaksikan proses pemadaman.

    Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dan menjaga sterilisasi area evakuasi, petugas kepolisian mengambil tindakan tegas dengan membentangkan garis polisi (police line).

    Pembatas berwarna kuning tersebut dipasang sejauh sekitar satu meter, menutup akses mulai dari gerbang utama gudang kayu hingga ke area terdampak di sekitarnya.

    Petugas keamanan di lokasi pun tidak lelah berteriak menggunakan pengeras suara untuk memecah kerumunan warga demi keselamatan bersama.

    "Bapak-bapak, ibu-ibu, tolong jangan mendekat! Yang boleh masuk hanya petugas pemadam, agar menjaga keselamatan,” seru seorang petugas keamanan dengan nada tinggi di lokasi kejadian, Kamis (28/5/2026).

    Fokus Proses Pendinginan Guna Mencegah Api Merembet

    Komandan Regu Pemadam Kebakaran Tangerang Selatan, Imam, menegaskan bahwa hingga larat malam, seluruh personel di lapangan masih difokuskan untuk melakukan penyemprotan dan pembasahan pada titik-titik sisa bara api.

    Langkah pendinginan (cooling down) ini menjadi sangat vital agar api tidak kembali menyala secara mendadak mengingat material yang terbakar adalah kayu kering yang mudah tersulut kembali.

    “Sudah diterjunkan anggota (Petugas Damkar). Untuk berapanya nanti ya, saat ini kami masih fokus pada upaya pemadaman dan pendinginan di lokasi,” ujar Imam singkat saat dikonfirmasi di tengah kesibukannya memimpin operasi, Kamis (28/5/2026).

    Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang belum dapat memastikan penyebab utama munculnya api maupun total kerugian materiil yang diderita oleh pemilik gudang kayu tersebut.

    Beruntung, belum ada laporan mengenai adanya korban jiwa dalam musibah kebakaran malam ini.

    Baca berita WartaKotalive.com lainnya di Google News dan WhatsApp

    Komentar
    Additional JS