0
News
    Home Berita Featured Fenomena Fenomena Alam Hujan Meteor Spesial

    Dua Bulan Purnama dan Hujan Meteor Hiasi Langit Mei 2026 - asatunews

    8 min read

     

    Dua Bulan Purnama dan Hujan Meteor Hiasi Langit Mei 2026

    Donny Setiawan

    Bulan yang hampir purnama terbit di atas komunitas Pantai Titlow pada Rabu, 16 Oktober 2024. (Craig Sailor/The News Tribune)

    Smallest Font

    Largest Font

    Fenomena astronomi langka berupa kemunculan dua bulan purnama dalam satu bulan kalender serta hujan meteor Eta Aquarids dijadwalkan menghiasi langit Washington dan belahan bumi utara sepanjang Mei 2026. NASA melaporkan bahwa peristiwa ini memberikan kesempatan langka bagi pengamat bintang untuk menyaksikan siklus lunar yang unik.

    Bulan purnama pertama yang dikenal sebagai Flower Moon mencapai puncak iluminasi pada Jumat, 1 Mei 2026, pukul 10.23 waktu setempat menurut data kalender daring Time and Date. Penamaan fenomena ini merujuk pada kondisi alam di Amerika Utara saat musim semi.

    "Flowers spring forth across North America in abundance this month," kata Old Farmer’s Almanac menjelaskan asal-usul nama bulan tersebut.

    Setelah fase bulan baru pada 16 Mei, masyarakat akan menyaksikan bulan purnama kedua yang disebut sebagai Blue Moon pada Minggu, 31 Mei 2026. Berbeda dari biasanya, fenomena penutup bulan ini dikategorikan sebagai micromoon karena posisi bulan berada pada titik terjauh dari Bumi atau apogee.

    Old Farmer’s Almanac menyebutkan bahwa Blue Moon terjadi karena adanya perbedaan durasi siklus lunar dengan kalender tahunan.

    "Every two and a half years or so the difference adds up to an extra, 13th full moon occurring during the year," ujar pihak almanak tersebut terkait siklus 354 hari bulan.

    Mengenai definisi fenomena ini, Royal Museums of Greenwich menjelaskan bahwa Blue Moon merupakan istilah untuk bulan purnama kedua dalam satu bulan kalender. Namun, NASA memberikan penegasan mengenai penampakan visualnya agar tidak terjadi kesalahpahaman.

    "Don’t be fooled by the name," kata NASA.

    Lembaga antariksa tersebut menambahkan informasi mengenai warna asli satelit bumi tersebut saat fenomena terjadi.

    "This moon will not actually be blue in color," ujar NASA.

    Selain aktivitas lunar, hujan meteor Eta Aquarids juga akan mencapai puncaknya pada malam tanggal 5 hingga 6 Mei 2026. Meteor ini bergerak dengan kecepatan sekitar 40 mil per detik dan meninggalkan jejak cahaya panjang di cakrawala.

    NASA menjelaskan bahwa meskipun lebih terlihat jelas di Belahan Bumi Selatan, pengamat di Utara masih bisa melihat sekitar 10 meteor per jam yang dikenal sebagai earthgrazers.

    "Earthgrazers are long meteors that appear to skim the surface of the Earth at the horizon," papar NASA.

    Untuk mendapatkan pandangan terbaik, pengamat disarankan mencari lokasi yang minim polusi cahaya dan membiarkan mata beradaptasi dengan kegelapan selama 30 menit. NASA memberikan instruksi posisi pengamatan dengan berbaring telentang dan kaki menghadap ke timur.

    "Find an area well away from city lights or street lights," tutur NASA.

    Instruksi teknis tersebut bertujuan agar pengamat bisa mencakup area langit seluas mungkin selama proses pemantauan.

    "Lie flat on your back with your feet facing east and look up, taking in as much of the sky as possible," kata badan antariksa tersebut.

    Mengingat durasi fenomena yang cukup panjang, NASA mengingatkan para pengamat untuk bersabar menunggu kemunculan kilatan cahaya di langit malam.

    "Be patient," ujar NASA.

    Masyarakat memiliki waktu yang cukup luas untuk melakukan observasi karena aktivitas meteor ini akan terus berlangsung hingga fajar menyingsing.

    "The show will last until dawn, so you have plenty of time to catch a glimpse," kata NASA.

    Editors Team

    Daisy Floren

    Daisy Floren

    • Like

      0

      Like

    • Dislike

      0

      Dislike

    • Funny

      0

      Funny

    • Angry

      0

      Angry

    • Sad

      0

      Sad

    • Wow

      0

      Wow

    Komentar
    Additional JS