0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Spesial

    Faktor Ini Jadi Pendorong Industri Herbal RI Tumbuh di Tengah Tantangan Ekonomi - Liputan6

    6 min read

     

    Faktor Ini Jadi Pendorong Industri Herbal RI Tumbuh di Tengah Tantangan Ekonomi

    Ilustrasi industri herbal. /https://www.freepik.com/freepik 

    Nilai ekonomi industri herbal dan wellness global telah mencapai sekitar USD 7 triliun.

    Apa pendorong utama pertumbuhan industri herbal di Indonesia?Tantangan apa saja yang dihadapi industri herbal nasional?Bagaimana strategi pelaku usaha herbal untuk bertahan dan berkembang?

     Baca artikel ini 6x lebih cepat

    Liputan6.com, Jakarta - Di tengah kondisi industri dan ekonomi yang masih penuh tantangan, semakin banyak produk herbal Indonesia yang berupaya bertahan sekaligus memperluas pasar melalui inovasi, penguatan legalitas, dan adaptasi terhadap kebutuhan konsumen yang terus berubah.

    Tren produk herbal dan wellness sendiri terus menunjukkan pertumbuhan dalam beberapa tahun terakhir. Kementerian Perindustrian menyebut pergeseran tren konsumen global yang mulai mengarah pada produk alami dan berbasis herbal menjadi salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan industri kosmetik dan obat tradisional Indonesia.

    Sementara itu, BPOM menyebut nilai ekonomi industri wellness global telah mencapai sekitar USD 7 triliun.

    Namun di balik peluang tersebut, pelaku industri herbal nasional juga menghadapi tantangan yang tidak sedikit. Mulai dari proses perizinan dan legalitas yang panjang, persaingan pasar yang semakin ketat, edukasi masyarakat, hingga tantangan menembus pasar internasional yang memiliki regulasi berbeda di setiap negara.

    Founder & CEO Sanga Sanga, Riva Effrianti, mengatakan bahwa membangun brand herbal di tengah dinamika industri saat ini membutuhkan konsistensi yang panjang, terutama untuk menjaga kepercayaan masyarakat.

    “Banyak tantangan yang harus dihadapi pelaku usaha herbal saat ini. Tidak hanya soal pasar, tetapi juga bagaimana menjaga kualitas, memenuhi regulasi, membangun distribusi, serta terus melakukan edukasi kepada masyarakat. Kami percaya proses itu harus dijalani secara bertahap dan konsisten,” ujar Riva Effrianti, Rabu (20/5/2026).

    609 UMKM Telah Menembus Pasar Ekspor

    Pelemahan ekonomi China bikin ekspor RI loyo

    Pelemahan ekonomi China bikin ekspor RI loyo

    Kementerian Perdagangan sendiri mencatat program business matching UMKM Indonesia pada semester I 2025 berhasil mencatat potensi transaksi ekspor mencapai Rp 1,41 triliun. Sementara itu, menurut Kemendag sampai dengan Juni 2025 lalu sebanyak 609 UMKM telah menembus pasar ekspor.

    Perjalanan berbagai brand herbal lokal saat ini menunjukkan bahwa industri berbasis bahan alami masih memiliki ruang tumbuh yang besar. Namun di saat yang sama, pelaku usaha juga dituntut semakin adaptif dalam menghadapi perubahan pasar, penguatan regulasi, serta meningkatnya standar kualitas di tingkat nasional maupun global.

    Meski demikian, perkembangan industri herbal Indonesia saat ini membuka peluang besar bagi karya lokal untuk berkembang lebih luas, selama kualitas dan kepercayaan masyarakat tetap dijaga.

    “Indonesia memiliki kekayaan bahan alami dan budaya herbal yang sangat besar. Tantangannya sekarang adalah bagaimana produk lokal bisa terus berkembang, dipercaya, dan mampu bersaing secara sehat di pasar yang semakin luas,” tutup Founder PT Kutus Kutus Herbal, Bambang Pranoto.

    Komentar
    Additional JS