0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Lomba Cerdas Cermat MPR Spesial

    Hanya Pimpinan MPR, Juri Cerdas Cermat Tak Muncul ke Publik dan Minta Maaf - Liputan6

    3 min read

     

    Hanya Pimpinan MPR, Juri Cerdas Cermat Tak Muncul ke Publik dan Minta Maaf

    Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) pada Sabtu (9/5/26) (Tangkapan layar YouTube/MPRGOID)

    Ketua MPR mengungkapkan alasan juri lomba cerdas cermat empat pilar di Kalimantan Barat, tidak muncul ke publik

    Liputan6.com, Jakarta - Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengungkapkan alasan juri lomba cerdas cermat empat pilar di Kalimantan Barat, tidak muncul ke publik dan menyampaikan permintaan maaf atas polemik salah memberi penilaian.

    Menurut Muzani, Sekjen dan Pimpinan MPR sudah menyampaikan permohonan maaf mewakili lembaga MPR, sehingga tak perlu lagi juri muncul secara personal.

    "Ya, di lembaga MPR kan sudah disampaikan oleh Pak Sekjen. Salah satu pimpinan kita sudah menyampaikan permohonan maaf. Jadi itu sudah mewakili keseluruhan termasuk juri, karena ini adalah kegiatan lembaga, bukan kegiatan orang per orang," kata Muzani di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (13/5/2026).

    Muzani memastikan kedua juri sudah dipanggil pimpinan MPR dan diberikan teguran lisan dan tertulis. “Sudah tadi kita panggil. Sudah kita tegur,” kata Muzani.

    Sementara terkait sanksi lanjutan, lanjut Muzani, hal itu tengah dipelajari Sekjen MPR. Saat ini, sanksi yang diterapkan hanya nonaktif sebagai juri lomba.

    "Itu sudah dipelajari oleh Sekjen, sedang dalam pembelajaran," kata dia.

    Final Cerdas Cermat Diulang

    Lebih lanjut, Muzani memutuskan final Lomba Cerdas Cermat empat pilar di Kalimantan Barat diulang. Keputusan ini menyusul polemik juri salah memberikan penilaian saat final yang mencuri perhatian publik.

    “Kami memutuskan bahwa Lomba Cerdas Cermat tingkat Kalimantan Barat yang final akan dilakukan ulang pada waktu yang segera diputuskan secepatnya,” kata Muzani di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (13/5/2026).

    Muzani memastikan, pelaksanaan lomba akan melibatkan juri independen dari kalangan akademisi agar proses penilaian berlangsung lebih objektif.

    "Juri yang akan menjuri dalam lomba tersebut adalah juri independen," ujarnya.

    Selain itu, Muzani menyebut pimpinan MPR akan mengawasi langsung final dari awal hingga akhir acara. Politikus Partai Gerindra itu juga mengapresiasi sikap peserta yang menyampaikan keberatan dan protes secara terbuka.

    Komentar
    Additional JS