0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Donald Trump Dunia Internasional Featured Iran Konflik Timur Tengah Spesial

    Harga Minyak Dunia Turun Usai Donald Trump Tunda Serangan ke IranMay 19, 2026 - 11:26Rina MaharaniIlustrasi/Foto: REUTERS/Eli HartmanSmallest FontLargest FontPenurunan harga minyak dunia terjadi setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memutuskan untuk menunda serangan militer ke Iran pada Selasa, 19 Mei 2026. Langkah tersebut diambil Trump demi mencegah eskalasi konflik yang berpotensi mengganggu pasokan minyak mentah di pasar global.Keputusan penundaan operasi militer ini dikeluarkan oleh Trump setelah dirinya menerima permintaan langsung dari sejumlah pemimpin utama negara di kawasan Timur Tengah. Adapun para pemimpin negara yang menyampaikan permintaan tersebut di antaranya berasal dari Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.Dilansir dari Detik Finance via CNBC, harga minyak mentah dunia tercatat melemah tetapi posisinya masih bertahan cukup tinggi di atas level US$ 100 per barel. Kontrak berjangka internasional minyak mentah Brent untuk pengiriman Juli mengalami penurunan lebih dari 2% ke posisi US$ 109,15 per barel.Kondisi serupa juga terjadi pada minyak mentah West Texas Intermediate berjangka yang turun sebesar 1,27%. Penurunan komoditas tersebut membuat harganya kini berada pada level US$ 107,28 per barel.Berdasarkan analisis dari ING, pergerakan pasar minyak global saat ini masih memperhitungkan potensi gangguan pasokan yang tengah berlangsung di Timur Tengah. Di sisi lain, harapan pasar terhadap China untuk membantu menengahi kemajuan dalam pembicaraan antara Trump dan Presiden China Xi Jinping baru-baru ini dinilai gagal terwujud.Sementara itu, analisis dari perusahaan perbankan dan jasa keuangan menunjukkan bahwa beberapa aktivitas pengiriman komoditas melalui Selat Hormuz kini sudah mulai dilanjutkan kembali. Aktivitas tersebut mencakup pergerakan beberapa kapal tanker minyak mentah serta pengiriman minyak dari Irak yang menuju ke negara Vietnam.Meskipun aktivitas pengapalan di Selat Hormuz telah berjalan lagi, volume arus pengiriman komoditas tersebut dilaporkan masih berada jauh di bawah tingkat normal. Situasi logistik di jalur pelayaran internasional itu juga dinilai masih rentan dan dapat memburuk dengan cepat sewaktu-waktu.Editors TeamDaisy FlorenDaisy Harga Minyak Dunia Turun Usai Donald Trump Tunda Serangan ke Iran - Asatunews

    6 min read

      

    Harga Minyak Dunia Turun Usai Donald Trump Tunda Serangan ke Iran

    Rina Maharani

    Ilustrasi/Foto: REUTERS/Eli Hartman

    Smallest Font

    Largest Font

    Penurunan harga minyak dunia terjadi setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memutuskan untuk menunda serangan militer ke Iran pada Selasa, 19 Mei 2026. Langkah tersebut diambil Trump demi mencegah eskalasi konflik yang berpotensi mengganggu pasokan minyak mentah di pasar global.

    Keputusan penundaan operasi militer ini dikeluarkan oleh Trump setelah dirinya menerima permintaan langsung dari sejumlah pemimpin utama negara di kawasan Timur Tengah. Adapun para pemimpin negara yang menyampaikan permintaan tersebut di antaranya berasal dari Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

    Dilansir dari Detik Finance via CNBC, harga minyak mentah dunia tercatat melemah tetapi posisinya masih bertahan cukup tinggi di atas level US$ 100 per barel. Kontrak berjangka internasional minyak mentah Brent untuk pengiriman Juli mengalami penurunan lebih dari 2% ke posisi US$ 109,15 per barel.

    Kondisi serupa juga terjadi pada minyak mentah West Texas Intermediate berjangka yang turun sebesar 1,27%. Penurunan komoditas tersebut membuat harganya kini berada pada level US$ 107,28 per barel.

    Berdasarkan analisis dari ING, pergerakan pasar minyak global saat ini masih memperhitungkan potensi gangguan pasokan yang tengah berlangsung di Timur Tengah. Di sisi lain, harapan pasar terhadap China untuk membantu menengahi kemajuan dalam pembicaraan antara Trump dan Presiden China Xi Jinping baru-baru ini dinilai gagal terwujud.

    Sementara itu, analisis dari perusahaan perbankan dan jasa keuangan menunjukkan bahwa beberapa aktivitas pengiriman komoditas melalui Selat Hormuz kini sudah mulai dilanjutkan kembali. Aktivitas tersebut mencakup pergerakan beberapa kapal tanker minyak mentah serta pengiriman minyak dari Irak yang menuju ke negara Vietnam.

    Meskipun aktivitas pengapalan di Selat Hormuz telah berjalan lagi, volume arus pengiriman komoditas tersebut dilaporkan masih berada jauh di bawah tingkat normal. Situasi logistik di jalur pelayaran internasional itu juga dinilai masih rentan dan dapat memburuk dengan cepat sewaktu-waktu.

    Editors Team

    Daisy Floren

    Daisy Floren

    • Like

      0

      Like

    • Dislike

      0

      Dislike

    • Funny

      0

      Funny

    • Angry

      0

      Angry

    • Sad

      0

      Sad

    • Wow

      0

      Wow

    Komentar
    Additional JS