Ibu Ortu Pengeroyok Imam Masjid Jadi Tersangka Usai Lapor Balik Korban - detik
Ibu Ortu Pengeroyok Imam Masjid Jadi Tersangka Usai Lapor Balik Korban
Polisi terus mendalami kasus imam masjid bernama Ahmad (62) yang dikeroyok usai menegur sejumlah bocah bermain mikrofon di Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel). Salah satu ibu dari bocah tersebut berinisial S ditetapkan sebagai tersangka usai melaporkan balik korban atas dugaan penganiayaan.
Kasi Humas Polres Palopo, AKP Marsuki mengatakan kasus dugaan pengeroyokan terhadap Ahmad telah dinaikkan ke tahap penyidikan. S terbukti ikut melakukan pengeroyokan dan langsung ditetapkan sebagai tersangka pada Rabu (6/5).
"Penyidik Polsek Wara telah melakukan pemeriksaan terhadap mama anak yang diduga dianiaya oleh imam masjid dan telah menetapkannya sebagai tersangka," ujar Marsuki kepada detikSulsel, Rabu (6/5/2026).
Marsuki mengatakan S langsung dilakukan penahanan untuk pemeriksaan lebih lanjut. S dijerat dengan Pasal 262 ayat 1 dan 2 dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.
"Dari hasil pemeriksaan, penyidik menyimpulkan dan menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka serta menerbitkan surat perintah penahanan," katanya.
Marsuki menegaskan bahwa proses penyidikan tidak berhenti pada satu tersangka saja. Penyidik masih mendalami keterlibatan 2 pelaku lainnya.
"Kami masih terus melakukan pengembangan dan pendalaman terhadap 2 terduga lainnya terkait dugaan keterlibatan dalam kasus ini. Semua akan diproses sesuai dengan fakta hukum yang ditemukan di lapangan," bebernya.
"Kami memastikan bahwa penanganan akan objektif, transparan, dan tanpa pandang bulu, sebagai bentuk komitmen dalam menegakkan hukum," tegasnya.
Duduk Perkara Imam Masjid Dikeroyok
Kasus ini bermula saat sejumlah bocah memainkan pengeras suara atau mikrofon di Masjid As Salam, Kelurahan Benteng, Kecamatan Wara Timur, Rabu (29/4) sore. Ahmad kemudian ke masjid dan menegur para bocah tersebut untuk berhenti.
"Anak main-main di masjid pas mau salat Asar, terus belum masuk waktu salat, dia main-mainkan mik, dia pakai pengeras suara, dia azan main-main," kata anak Ahmad bernama Harun kepada detikSulsel, Minggu (3/5).
Harun mengatakan bocah-bocah tersebut tersebut sudah berulang kali ditegur karena bermain hingga merusak fasilitas masjid. Manurut Harun, ayhnya kemudian spontan menjitak kepala bocah itu satu per satu.
"Tapi bukan cuma itu anak satu yang merasa korban dijitak, semuanya. Memang ayahku tidak ada niat menyakiti, mau ji na tegur," ucap Harun.
Bocah tersebut pulang mengadu ke keluarganya. Salah satu ibu dari bocah yang sempat ditegur ternyata keberatan dengan tindakan Ahmad yang merasa anaknya telah dipukul.
"Dia mengadu ke mamanya tidak terima, dia panggillah orang atau bagaimana, datanglah dia ke rumah untuk konfirmasi menanyakan kenapa anaknya dipukul," ujarnya.
Ahmad saat itu belum tiba di rumah karena masih berada di masjid. Harun menyebut, ibu bocah itu kemudian memilih pergi ke masjid bersama sejumlah pria dewasa.
"Situasi saat itu salat Asar orang, ayah di masjid imam. Pasnya keluar ayahku dari masjid, hampir mi sampai depan rumah seperti di CCTV, di situ mi ada palang ayahku," tuturnya.
Seorang ibu dari anak yang ditegur langsung menunjuk-menunjuk Ahmad yang baru keluar dari masjid. Imam masjid itu sempat berupaya mengajak diskusi namun keburu dikeroyok.
"Tiba-tiba ada datang dari belakang memukul, na bilang tetangga yang lihat, dipukul pakai batu bata sama itu orang yang jalan dari belakang," ucap Harun.
Harun belum mengetahui pasti pelaku pengeroyokan. Berdasarkan keterangan warga, para lelaki yang ikut melakukan pengeroyokan masih keluarga dari bocah yang sempat ditegur.
"Dari orang yang kenal, katanya ini ibu-ibu datang sama sepupunya. Tapi dari kesaksiannya ayahku, dia itu dipukuli dari 3 orang lelaki dewasa," imbuhnya.
Insiden itu mengakibatkan Ahmad babak belur hingga terpaksa dilarikan ke rumah sakit. Kasus pengeroyokan ini kemudian dilaporkan ke Polsek Wara.
"Lukanya ada di pelipis, padahal baru-baru sudah operasi November (2025) lalu matanya robek lagi. Sama luka benjol di dahinya juga, sama ada benjol," papar Harun.
Imam Masjid Dilaporkan Balik ke Polisi
Sehari setelah pengeroyokan, ibu bocah yang ditegur Ahmad ternyata melapor balik ke Polres Palopo. Ibu tersebut melaporkan Ahmad atas dugaan penganiayaan terhadap anak di bawah umur.
"Ibu anak itu juga melaporkan imam ke unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) terkait penganiayaan," beber Kasi Humas Polres Palopo, AKP Marsuki kepada detikSulsel, Minggu (3/5).
Dalam laporannya, ibu bocah itu mengklaim anaknya mengalami tindak kekerasan. Marsuki belum menjelaskan lebih jauh soal dugaan itu lantaran masih dalam penyelidikan.
"Jadi ini kasus mereka saling lapor, satu ke PPA dan satu ke Polsek Wara. Menurut pelapor, anaknya menjadi korban penganiayaan," ungkapnya.
(hsr/hsr)
Simak Video "Video: Niat Mau Bantu Padamkan Api, Pria di Makassar Tewas Tersengat Listrik"