0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Ilmu Pengetahuan Spesial Trenggiling

    Ilmuwan Berhasil Petakan DNA Trenggiling, Bongkar Lokasi Perburuan hingga ke Jantung Hutan - Media Indonesia

    4 min read

     

    Ilmuwan Berhasil Petakan DNA Trenggiling, Bongkar Lokasi Perburuan hingga ke Jantung Hutan

     
    Ilustrasi(Magnific)

    SELAMA bertahun-tahun, setiap ekspor ilegal trenggiling yang disita di perbatasan selalu disertai dokumen fiktif. Label pengiriman sering kali mencantumkan negara asal palsu yang sulit dibuktikan. Namun, era "label fiksi" tersebut kini berakhir berkat terobosan teknologi pelacakan DNA terbaru.

    Tim peneliti internasional berhasil membangun peta DNA mendetail yang mampu melacak asal-usul trenggiling hingga ke hutan spesifik tempat mereka diburu. Alat ini tidak hanya mengungkap jalur perdagangan global, tetapi juga membuktikan hubungan erat antara pasar lokal dan jaringan penyelundupan internasional.

    Membaca "DNA Rusak" dengan AI

    Tantangan utama dalam melacak trenggiling adalah kualitas sampel. Sebagian besar materi laboratorium berasal dari sitaan atau museum yang DNA-nya telah rusak atau terkontaminasi.

    Sean Heighton dari Universitas Toulouse dan timnya merancang kit probe RNA khusus yang mampu menarik fragmen DNA spesifik dari kontaminasi. Dengan menggunakan model machine learning terhadap lebih dari 700 sampel, mereka dapat memprediksi lokasi asal hewan tersebut dengan tingkat presisi yang luar biasa.

    Pada spesies trenggiling perut putih (white-bellied pangolin), prediksi lokasi bahkan mencapai akurasi radius 8 kilometer dari titik pengambilan sampel aslinya.

    Tiga Titik Panas Perburuan Global

    Studi yang diterbitkan dalam jurnal PLOS Biology ini mengidentifikasi tiga wilayah utama yang menjadi sumber pasokan perdagangan ilegal:

    • Afrika Tengah: Wilayah barat daya Kamerun mendominasi pengiriman internasional, terutama dari kawasan Taman Nasional Campo Ma’an.
    • Asia Tenggara: Sumber utama trenggiling sunda (Sunda pangolin) terlacak berasal dari Kalimantan bagian barat daya, yang kemudian dikirim melalui pelabuhan besar seperti Jakarta dan Surabaya.
    • Asia Timur: Wilayah Sagaing di Myanmar menjadi koridor utama bagi trenggiling China yang diselundupkan menuju Provinsi Yunnan.

    Hubungan Pasar Lokal dan Global

    Temuan yang paling mengejutkan adalah adanya tumpang tindih antara perburuan untuk konsumsi lokal dan perdagangan internasional. Di Kamerun, trenggiling yang disita di Tiongkok dan Eropa ternyata berasal dari hutan yang sama dengan pemasok pasar daging liar terbesar di Yaoundé dan Douala.

    "Salah satu temuan yang paling mencolok adalah perdagangan trenggiling domestik sebagian besar bersifat lokal, namun tumpang tindih dengan wilayah sumber yang sama yang memasok perdagangan internasional," kata Philippe Gaubert, salah satu pemimpin studi tersebut.

    Hal ini memberikan implikasi serius bagi kebijakan konservasi. Upaya melegalkan penggunaan trenggiling secara lokal di beberapa negara Afrika justru berisiko memperkuat jaringan yang sama yang mendorong kepunahan spesies ini secara global.

    Alat Baru untuk Penegakan Hukum

    Meskipun masih ada celah data, terutama untuk trenggiling asal Myanmar selatan yang belum memiliki sampel referensi, teknologi ini mengubah peta kekuatan penegakan hukum. Laboratorium bea cukai kini dapat menggunakan kit genetik ini untuk menentukan negara, provinsi, bahkan area lindung spesifik dari mana hewan tersebut diambil.

    "Kami telah menunjukkan bahwa mungkin untuk melacak trenggiling yang diperdagangkan kembali ke asal geografisnya dengan presisi yang luar biasa," tegas Heighton.

    Dengan kemampuan untuk mengidentifikasi hutan asal dengan tepat, pihak berwenang kini tidak lagi sekadar mengejar kontainer kargo, melainkan dapat menargetkan langsung sumber perburuan di lapangan. (Earth/Z-2)

    Komentar
    Additional JS