Kemenkes: Dokter Magang Meninggal di Jambi Kelebihan Jam Kerja - Tirto
Kemenkes: Dokter Magang Meninggal di Jambi Kelebihan Jam Kerja
tirto.id - Kementerian Kesehatan mengungkap hasil investigasi terkait kasus dokter internship meninggal di RSUD KH Daud Arif, Jambi. Korban bernama Myta Aprilia Azmy.
Dalam temuannya, Plt Inspektorat Jenderal Rudi Supriatna Nata Saputra menyampaikan terdapat dugaan kelebihan jam kerja yang dialami internship. Selama bertugas di stase IGD, Myta diduga menjalani jam kerja melebihi ketentuan.
“Nah jadi dokter MMA selama periode Februari-April bertugas di UGD. Masih terdapat jam kerja yang melebihi batas ketentuan, 48 jam kalau memang itu,” kata Rudi dalam konferensi pers di Kantor Kemenkes, Jakarta Pusat, Kamis (7/5/2026).
Kemenkes juga menemukan dugaan manipulasi jadwal presensi oleh dokter pendamping internship. Menurut Rudi, manipulasi tersebut diduga dilakukan agar jadwal terlihat sesuai ketentuan saat pemeriksaan.
“Kondisi ini ingin menggambarkan bahwa seolah-olah jadwalnya sesuai gitu. Nah kita temukan adanya pengaturan untuk manipulasi jadwal,” katanya.
Lebih jauh, Kemenkes juga menemukan adanya praktik soal arahan agar peserta internship yang sakit meminta rekannya menggantikan jadwal jaga. Dengan begitu, kebutuhan tenaga di bangsal dan IGD tetap terpenuhi.
“Sehingga peserta yang sakit tadi memaksakan diri untuk tetap menjalankan jadwal jaga. Tapi walaupun tadi ada yang minta tolong juga, akhirnya tetap digantikan,” katanya.
Dalam temuan lain, Kemenkes menyebut peserta internship diduga tak mau mengambil izin sakit karena khawatir masa internship diperpanjang. Berdasarkan kesepakatan awal di wahana tersebut, peserta hanya memiliki toleransi empat hari izin sakit tanpa kewajiban mengganti masa tugas.
“Hal ini patut diduga menjadi salah satu penyebab, dokter Internship ini enggan untuk izin sakit, karena tidak ingin terdapat waktu tambahan atau prolong. Jadi dia nggak mau, dia ketakutan kalau waktunya malah panjang,” tuturnya.
tirto.id - Flash News
Reporter: Rahma Dwi Safitri
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Ilham Choirul Anwar