Kemenkes Perketat Bandara dan Pelabuhan, 51 Balai Karantina Disiagakan Cegah Hantavirus Masuk Indonesia - tvOneNews
Kemenkes Perketat Bandara dan Pelabuhan, 51 Balai Karantina Disiagakan Cegah Hantavirus Masuk Indonesia
Kemenkes memperketat pengawasan di bandara dan pelabuhan dengan menyiagakan 51 Balai Kekarantinaan Kesehatan guna mencegah Hantavirus masuk Indonesia.
Reporter :
Abdul Gani Siregar
Editor :
Rabu, 13 Mei 2026 - 15:30 WIB
Sumber :
- Gemini Generated AI
Jakarta, tvOnenews.com — Pemerintah mulai memperketat pengawasan di seluruh pintu masuk internasional Indonesia menyusul meningkatnya kewaspadaan terhadap penyebaran penyakit menular global, termasuk Hantavirus.
Sebanyak 51 Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) kini disiagakan di bandara dan pelabuhan internasional untuk menyaring pelaku perjalanan dari luar negeri.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pelaksana Tugas Dirjen Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan Andi Saguni mengatakan, fungsi utama BKK adalah menjadi benteng pertama negara dalam mencegah masuknya wabah dari luar negeri.
“Jadi balai yang dimaksud itu adalah balai kekarantinaan kesehatan. Kita sebut dengan BKK. Ada 51 ya di seluruh Indonesia. Dulu namanya itu KKP, Kantor Karantina Kesehatan ya. Jadi sudah berubah nomenklatur tapi fungsinya sama,” kata Andi di Kantor Bakom RI, Jakarta Pusat, Rabu (13/5/2026).
Menurutnya, keberadaan BKK menjadi sangat penting di tengah meningkatnya mobilitas internasional dan ancaman penyakit lintas negara yang bisa masuk melalui jalur udara maupun laut.
“Jadi kantor ini fungsi utamanya adalah untuk cegah dan tangkal. Salah satu ya, cegah dan tangkal. Jadi cegah jika terjadi ada peningkatan kasus yang berpotensi wabah di luar negeri contohnya, itu tugas daripada kantor ini, Kantor Kekarantinaan Kesehatan ini adalah untuk bisa mengamati dan bisa protect terhadap kemungkinan masuknya penyakit-penyakit dari luar tersebut,” ujarnya.
Baca Juga
Kasus Hantavirus dari klaster kapal pesiar MV Hondius menjadi salah satu contoh bagaimana sistem pengawasan itu dijalankan. Pemerintah melakukan pemetaan asal negara, riwayat perjalanan, hingga potensi kontak penumpang yang masuk ke Indonesia.
“Jadi contohnya adalah seperti kejadian dengan hantavirus tersebut ya. Kan kita bisa melihat bahwa bagaimana perjalanan penyakit ini ya, warga negara mana, dan kemungkinan itu kontaknya misalkan warga negara tersebut berasal dari negara mana jadi kita ada perhatian khusus untuk protect atau mengamati terhadap penumpang-penumpang atau penerbangan atau dari laut gitu kapal laut yang masuk ke Indonesia ya kita lakukan pengamatan yang lebih intens terhadap kemungkinan-kemungkinan yang terjadi,” jelas Andi.
Pemerintah juga memperketat pemeriksaan terhadap pelaku perjalanan dari negara tertentu yang dianggap berisiko tinggi membawa penyakit menular.
“Contohnya untuk negara-negara tertentu yang sudah apa namanya sudah diidentifikasi ya kita lakukan cek ya suhu tubuh melalui dengan thermal scanner ya,” katanya.
Selain pemeriksaan suhu tubuh, pemerintah kini mengandalkan sistem digital untuk mendeteksi dini gejala penyakit pada penumpang internasional. Seluruh pelaku perjalanan diwajibkan mengisi data kesehatan melalui sistem barcode digital sebelum masuk Indonesia.
“Kemudian jika ada gejala kan itu ngisi kan orang-orang mau masuk Indonesia kan ada All Indonesia ya, Bapak Ibu dulu kan kita itu pakai kertas-kertas ya yang diisikan sekarang itu sudah pakai barcode digital. Dan itu pentingnya itu betul-betul kita mengisi dan apa namanya memasukkan data,” ujar Andi.
Menurutnya, sistem tersebut akan otomatis memberikan peringatan apabila ditemukan indikasi gejala tertentu seperti demam atau batuk berat.
“Jadi misalkan di situ pasien itu demam ya atau ada batuk begitu, ya batuk yang yang parah begitu kan tentunya, itu bisa terdeteksi daripada sistem tersebut. Dan itu proses alert untuk Indonesia,” katanya.
Andi menegaskan pelaku perjalanan yang terindikasi memiliki gejala penyakit menular akan langsung dirujuk ke rumah sakit yang telah ditunjuk pemerintah untuk penanganan lebih lanjut.
“Dan jika kalau memang ada kecenderungan-kecenderungan tersebut itu dirujuk pada rumah sakit-rumah sakit yang ditunjuk,” tuturnya. (agr/nsp)
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Jangan Lewatkan
Serangan Siber Semakin Mengkhawatirkan, RUU KKS Dinilai Darurat untuk Disahkan
Nasional
- 13/05/2026 - 17:59
Rancangan Undang-Undang Keamanan dan Ketahanan Siber (RUU KKS) semakin mendesak untuk disahkan seiring meningkatnya serangan siber di Indonesia.
MPR Akui Ada Kekhilafan di Lomba Cerdas Cermat, Tahap Final akan Diulang
Nasional
- 13/05/2026 - 17:49
MPR mengakui adanya kekurangan dalam penyelenggaraan lomba hingga memutuskan final di Kalbar diulang dengan pengawasan langsung pimpinan MPR.
KPK Sita Kontainer Sparepart Kendaraan Terafiliasi PT Blueray di Kasus Suap Bea Cukai
Nasional
- 13/05/2026 - 17:30
KPK menyita kontainer berisi sparepart kendaraan yang diduga terafiliasi PT Blueray dalam penyidikan kasus suap Bea Cukai.
Bursa Libur Long Weekend, Saham Tetap Bisa Dijual? Ini Penjelasan Tanggal Cair Dana dan Sistem Transaksinya
Nasional
- 13/05/2026 - 17:30
BEI libur 14–15 Mei 2026 saat long weekend. Simak apakah transaksi saham, reksa dana, emas, dan ST016 tetap berjalan serta jadwal cair dananya.
Hasil AVC Champions League 2026: Noumory Keita Menggila! Jakarta Bhayangkara Presisi Melangkah Mulus ke Semifinal
Arena
- 13/05/2026 - 17:11
Hasil AVC Champions League 2026, Rabu 13 Mei mempertemukan Jakarta Bhayangkara Presisi dengan wakil Kazakhstan, Zhaiyk VC di GOR Terpadu A. Yani, Pontianak,.
Daftar Lengkap 39 Brigjen Pol Dimutasi Kapolri Listyo Sigit, Sejumlah Jenderal Polisi Geser Jabatan Strategis
Nasional
- 13/05/2026 - 17:03
Kapolri Jenderal Listyo Sigit memutasi 39 Brigjen Pol pada Mei 2026. Sejumlah jenderal polisi dipercaya menempati posisi strategis baru.