0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Dunia Internasional Featured Global Sumud Flotilla Kemlu Spesial

    Kemlu RI Kecam Israel Atas Pencegatan Kapal Misi Kemanusiaan GSF - Republika

    6 min read

     

    Kemlu RI Kecam Israel Atas Pencegatan Kapal Misi Kemanusiaan GSF

    Salsabila Putri

    Author

    Pelayaran kapal di laut./Bloomberg-James MacDonald

    Smallest Font

    Largest Font

    Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengecam keras tindakan militer Israel yang mencegat sejumlah kapal rombongan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur, pada Selasa (19/5/2026).

    Pemerintah Indonesia mendesak pelepasan seluruh kapal beserta awak yang ditahan dalam operasi militer tersebut. Sikap tegas ini diambil demi menjamin kelancaran penyaluran bantuan bagi masyarakat di Palestina, sebagaimana dilansir dari Bloomberg Technoz.

    Juru Bicara II Kemlu RI Vahd Nabyl menuntut pihak Israel untuk menghormati hukum humaniter internasional yang berlaku terkait pengiriman bantuan.

    "Kementerian Luar Negeri RI mendesak Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan, serta menjamin kelanjutan penyaluran bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina sesuai hukum humaniter internasional," ujar Vahd Nabyl, Juru Bicara II Kemlu RI.

    Aksi pencegatan oleh militer Israel tersebut dilaporkan telah berdampak pada penahanan sedikitnya 10 kapal kemanusiaan. Beberapa armada yang dikonfirmasi ditangkap antara lain kapal Amanda, Barbaros, Josef, dan Blue Toys.

    Berdasarkan data dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), seorang Warga Negara Indonesia (WNI) bernama Andi Angga Prasadewa berada di dalam kapal Josef. Andi merupakan delegasi resmi dari GPCI-Rumah Zakat.

    Selain penahanan kapal Josef, keberadaan jurnalis Indonesia bernama Bambang Noroyono juga sedang ditelusuri. Otoritas terkait masih berupaya menghubungi kapal yang membawanya untuk memastikan keselamatan serta status terkini dari jurnalis tersebut.

    "Situasi di lapangan masih sangat dinamis dan kemungkinan perkembangan tetap perlu diantisipasi," lanjut Vahd Nabyl, Juru Bicara II Kemlu RI.

    Langkah antisipatif kini tengah berjalan melalui koordinasi Direktorat Pelindungan WNI bersama KBRI Ankara, KBRI Kairo, dan KBRI Amman. Koordinasi intensif ini bertujuan untuk memastikan keselamatan seluruh warga negara Indonesia serta mempersiapkan proses pemulangan darurat.

    Kemlu RI juga terus menjalin komunikasi dengan berbagai pihak terkait untuk memantau situasi di Mediterania Timur secara berkala serta menyiapkan rencana kontingensi pelindungan.

    "Pelindungan WNI akan terus menjadi prioritas utama Pemerintah Indonesia di tengah situasi yang berkembang sangat cepat," ujar Vahd Nabyl, Juru Bicara II Kemlu RI.

    Editors Team

    Daisy Floren

    Daisy Floren

    • Like

      0

      Like

    • Dislike

      0

      Dislike

    • Funny

      0

      Funny

    • Angry

      0

      Angry

    • Sad

      0

      Sad

    • Wow

      0

      Wow

    Komentar
    Additional JS