KNKT Beber Temuan Investigasi Kecelakaan Kereta di Bekasi, Ungkap Instruksi yang Diterima Masinis - Kompas TV
KNKT Beber Temuan Investigasi Kecelakaan Kereta di Bekasi, Ungkap Instruksi yang Diterima Masinis
Kompas.tv - 21 Mei 2026, 19:41 WIB
JAKARTA, KOMPAS.TV - Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono membeberkan hasil temuan investigasi pihaknya mengenai insiden kecelakaan antara Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Senin (27/4/2026).
Ia mengungkap masinis KA Argo Bromo Anggrek diminta melakukan pengereman sedikit demi sedikit serta memperbanyak semboyan 35 atau klakson.
“Masinis itu sudah mulai mengerem di 1,3 kilometer sebelum lokasi tabrakan. Dia tahunya karena diinformasikan oleh PK (Pusat Kendali Kereta Api) Timur, pengendali jalur antara Manggarai sampai Cikampek,” kata Soerjanto dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI pada Senin (21/5/2026), dipantau dari video YouTube KompasTV.
Ketua Komisi V DPR Lasarus lantas menanyakan, berapa kilometer yang diperlukan agar kereta yang direm berhenti dan aman dari tabrakan.
"Ini kereta ini benar-benar aman, butuh berapa kilo Pak ngerem baru aman berhenti?" tanyanya.
Baca Juga: Di DPR, Menhub Ungkap Detik-Detik Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur yang Tewaskan 16 Orang
Soerjanto pun menjawab, jika masinis melakukan pengereman secara maksimal, maka butuh kurang lebih antara 900-1000 meter sampai kereta berhenti.
Namun berdasarkan temuan KNKT, ia mengungkap masinis disuruh mengerem sedikit-sedikit sambil membunyikan klakson.
"Karena dia tahunya di komunikasi dari pusat kendali, 'ada temperan di JPL 85. Kamu berjalan direm dikit-dikit dan banyak-banyak semboyan 35,' artinya banyak-banyak klakson. Jadi masinis tidak melakukan pengereman maksimum karena informasi yang diterima dari PK Timur, rem dikit-dikit dan sambil bunyikan klakson," jelasnya.
Menurut keterangan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, jumlah korban jiwa akibat kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur hingga Rabu (29/4/2026) siang berjumlah 16 orang.
Berdasarkan pemberitaan KompasTV, 16 korban meninggal dunia itu rinciannya ada di Rumah Sakit Polri Kramat Jati 10 orang, RSUD Kota Bekasi 4 orang, Rumah Sakit Mitra Bekasi 1 orang, dan Rumah Sakit Bella Bekasi 1 orang.
Sumber : Kompas TV