0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Bio-CBG BRIN Featured Inovasi Limbah Sawit LPG PalmCo Sawit Spesial

    Limbah Sawit Bakal Gantikan LPG, BRIN Gandeng PalmCo Kembangkan Bio-CBG - Viva

    5 min read

     

    Limbah Sawit Bakal Gantikan LPG, BRIN Gandeng PalmCo Kembangkan Bio-CBG

    Pohon sawit komoditas potensial sumber pendapatan masyarakat dan negara

    Kamis, 28 Mei 2026 - 08:00 WIB

    Jakarta, VIVA – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Sub Holding PTPN III (Persero), PTPN IV PalmCo, mengembangkan Bio-Compressed Biomethane Gas (Bio-CBG) berbasis limbah sawit sebagai alternatif pengganti LPG.

    Baca Juga

    Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa mengatakan, selama ini limbah sawit identik dengan persoalan lingkungan. 

    ADVERTISEMENT

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    "Sekarang pendekatannya berubah. Limbah justru bisa menjadi sumber energi baru yang bernilai ekonomi sekaligus mendukung ketahanan energi nasional," kata Jatmiko dalam keterangannya, Kamis, 28 Mei 2026.

    Baca Juga

    Ilustrasi LPG subsidi / gas melon / gas 3 kg

    Photo :

    • Pertamina

    Dia menyampaikan, upaya mencari sumber energi alternatif pengganti bahan bakar fosil impor mulai mengarah ke sektor perkebunan sawit. Jatmiko mengatakan, pihaknya bersama BRIN tengah mematangkan kajian pengembangan Bio-Compressed Biomethane Gas (Bio-CBG), gas biomethana berbasis limbah sawit yang kualitasnya setara dengan gas alam terkompresi atau compressed natural gas (CNG).

    Baca Juga

    Energi hasil pengolahan limbah kelapa sawit itu diproyeksikan dapat menjadi substitusi LPG impor, sekaligus memperkuat bauran energi baru terbarukan nasional.

    Dia mengatakan pengembangan Bio-CBG menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam mengoptimalkan limbah sawit menjadi energi bernilai tambah tinggi.

    Menurutnya, proyek bersama BRIN difokuskan pada pengolahan limbah cair pabrik kelapa sawit (palm oil mill effluent atau POME) dan biomassa tandan kosong menjadi biomethana berkadar tinggi. Gas tersebut kemudian dimurnikan hingga memiliki spesifikasi menyerupai gas bumi.

    "Bio-CBG ini pada dasarnya merupakan ‘kembaran hijau’ dari CNG. Fungsinya sama dan bisa digunakan sebagai alternatif pengganti LPG maupun bahan bakar fosil lainnya," ujar Jatmiko.

    Dia menambahkan, langkah itu sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang tengah menekan ketergantungan impor energi. PalmCo saat ini tengah menyusun peta jalan pengembangan energi hijau berbasis sawit. Salah satu proyek yang sedang berjalan ialah pembangunan fasilitas Bio-CBG di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Tinjowan, Sumatera Utara.

    ADVERTISEMENT

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    Bekerja sama dengan perusahaan mitra, perusahaan menargetkan pembangunan 17 instalasi Bio-CBG hingga 2029. Sedangkan, pada tahun ini, PalmCo merencanakan peletakan batu pertama atau groundbreaking untuk 8 proyek baru.

    "Ini kami lakukan bertahap. Harapannya, fasilitas pengolahan limbah sawit tidak hanya menghasilkan listrik, tetapi juga gas siap pakai yang bisa dimanfaatkan sektor industri maupun transportasi," ujarnya. (Ant).

    Ilustrasi menara BTS.

    Di Balik Internet Cepat RI Ada Konsumsi Energi yang Besar, Wilayah Ini Juaranya

    Peneliti BRIN memaparkan hasil kajian mengenai kebutuhan energi jaringan telekomunikasi seluler di Indonesia serta tantangan efisiensi energi. Begini penjelasannya.

    img_title

    VIVA.co.id

    29 Mei 2026

    Komentar
    Additional JS