Limbah Sawit Bakal Gantikan LPG, BRIN Gandeng PalmCo Kembangkan Bio-CBG - Viva
Limbah Sawit Bakal Gantikan LPG, BRIN Gandeng PalmCo Kembangkan Bio-CBG
Jakarta, VIVA – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Sub Holding PTPN III (Persero), PTPN IV PalmCo, mengembangkan Bio-Compressed Biomethane Gas (Bio-CBG) berbasis limbah sawit sebagai alternatif pengganti LPG.
Baca Juga
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa mengatakan, selama ini limbah sawit identik dengan persoalan lingkungan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Sekarang pendekatannya berubah. Limbah justru bisa menjadi sumber energi baru yang bernilai ekonomi sekaligus mendukung ketahanan energi nasional," kata Jatmiko dalam keterangannya, Kamis, 28 Mei 2026.
Baca Juga
Ilustrasi LPG subsidi / gas melon / gas 3 kg
Photo :
- Pertamina
Dia menyampaikan, upaya mencari sumber energi alternatif pengganti bahan bakar fosil impor mulai mengarah ke sektor perkebunan sawit. Jatmiko mengatakan, pihaknya bersama BRIN tengah mematangkan kajian pengembangan Bio-Compressed Biomethane Gas (Bio-CBG), gas biomethana berbasis limbah sawit yang kualitasnya setara dengan gas alam terkompresi atau compressed natural gas (CNG).
Baca Juga
Energi hasil pengolahan limbah kelapa sawit itu diproyeksikan dapat menjadi substitusi LPG impor, sekaligus memperkuat bauran energi baru terbarukan nasional.
Dia mengatakan pengembangan Bio-CBG menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam mengoptimalkan limbah sawit menjadi energi bernilai tambah tinggi.
Menurutnya, proyek bersama BRIN difokuskan pada pengolahan limbah cair pabrik kelapa sawit (palm oil mill effluent atau POME) dan biomassa tandan kosong menjadi biomethana berkadar tinggi. Gas tersebut kemudian dimurnikan hingga memiliki spesifikasi menyerupai gas bumi.
"Bio-CBG ini pada dasarnya merupakan ‘kembaran hijau’ dari CNG. Fungsinya sama dan bisa digunakan sebagai alternatif pengganti LPG maupun bahan bakar fosil lainnya," ujar Jatmiko.
Dia menambahkan, langkah itu sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang tengah menekan ketergantungan impor energi. PalmCo saat ini tengah menyusun peta jalan pengembangan energi hijau berbasis sawit. Salah satu proyek yang sedang berjalan ialah pembangunan fasilitas Bio-CBG di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Tinjowan, Sumatera Utara.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Bekerja sama dengan perusahaan mitra, perusahaan menargetkan pembangunan 17 instalasi Bio-CBG hingga 2029. Sedangkan, pada tahun ini, PalmCo merencanakan peletakan batu pertama atau groundbreaking untuk 8 proyek baru.
"Ini kami lakukan bertahap. Harapannya, fasilitas pengolahan limbah sawit tidak hanya menghasilkan listrik, tetapi juga gas siap pakai yang bisa dimanfaatkan sektor industri maupun transportasi," ujarnya. (Ant).
![]()
Di Balik Internet Cepat RI Ada Konsumsi Energi yang Besar, Wilayah Ini Juaranya
Peneliti BRIN memaparkan hasil kajian mengenai kebutuhan energi jaringan telekomunikasi seluler di Indonesia serta tantangan efisiensi energi. Begini penjelasannya.

VIVA.co.id
29 Mei 2026