0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Bandara Soekarno-Hatta Berita Featured Israel Menlu Palestina Spesial

    Mendarat di Soetta, 9 WNI yang Ditahan Israel Disambut Menlu RI dan Dubes Palestina - Kompas TV

    5 min read

     

    Mendarat di Soetta, 9 WNI yang Ditahan Israel Disambut Menlu RI dan Dubes Palestina

    Close Ads x

    Kompas.tv - 24 Mei 2026, 17:32 WIB

    Sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) akhirnya menginjakkan kaki kembali di tanah air pada Minggu (24/5/2026) sore. (Sumber: YouTube KompasTV)

    TANGERANG, KOMPAS.TV — Sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) akhirnya menginjakkan kaki kembali di tanah air pada Minggu (24/5/2026) sore. 

    Armada kemanusiaan sipil yang membawa bantuan untuk warga di Jalur Gaza, Palestina ini sempat dicegat dan ditahan oleh militer Israel di perairan internasional Laut Mediterania awal pekan lalu.

    Berdasarkan pantauan KompasTV, pesawat Turkish Airlines yang membawa rombongan jurnalis dan relawan kemanusiaan tersebut mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, tepat pada pukul 15.30 WIB.

    Baca Juga: Cerita WNI yang Disiksa Israel: Ditendang, Diinjak, Ada Kekerasan Seksual

    Suasana haru dan lega menyelimuti area kedatangan internasional. Ratusan orang yang terdiri dari pihak keluarga, kerabat, hingga puluhan aktivis dari Global Peace Konvo Indonesia telah memadati bandara sejak siang hari. 

    Sembari menunggu pintu kedatangan terbuka, mereka membentangkan spanduk apresiasi dan mengibarkan bendera Palestina serta Merah Putih.

    Kepulangan sembilan WNI ini disambut sebagai pahlawan kemanusiaan.

    Tidak hanya oleh keluarga, Menteri Luar Negeri RI Sugiono bersama Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdulfattah A.K. Al-Sattiri, turun langsung ke lapangan untuk menyambut dan mendampingi para relawan sesaat setelah mereka keluar dari pesawat.

    Menurut laporan jurnalis KompasTV Asri Gunawan, setibanya di bandara, kesembilan WNI tidak langsung dipertemukan dengan kerabat, melainkan harus melewati serangkaian prosedur wajib penanganan pasca-insiden seperti pemeriksaan keimigrasian dan pemeriksaan kesehatan fisik dan mental.

    Pemeriksaan kesehatan ini memiliki urgensi hukum dan diplomasi yang tinggi. Pemerintah Indonesia menegaskan langkah ini diambil untuk mengidentifikasi ada atau tidaknya tindakan kekerasan yang dilakukan militer Israel selama masa penahanan. 

    Jika ditemukan bukti-bukti kekerasan fisik maupun intimidasi psikologis, Pemerintah Indonesia akan mengumpulkan seluruh keterangan resmi tersebut sebagai dasar untuk melayangkan nota diplomatik atau protes keras ke forum internasional.

    Sebelum diterbangkan ke Jakarta, proses pemeriksaan fisik dan mental awal serta wawancara kronologi juga telah dilakukan oleh pihak Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Istanbul saat para relawan berada di negara transit.

    Baca Juga: WNI Mengaku Disiksa-Diinterogasi Berjam-jam oleh Israel: Tidak Seberat Apa yang Dialami Palestina

    Keberhasilan pemulangan cepat sembilan WNI ini tidak lepas dari peran aktif dan fasilitas yang diberikan oleh Pemerintah Turki. 

    Setelah ditekan lewat jalur diplomasi multi-kanal oleh Kemlu RI, Israel akhirnya membebaskan ratusan relawan untuk dideportasi.

    Pemerintah Turki memfasilitasi pesawat untuk mengevakuasi total 422 relawan kemanusiaan lintas negara dari Israel menuju Istanbul, sebelum akhirnya mereka diterbangkan ke negara asal masing-masing.

    Selama masa transit di Istanbul, KJRI secara intensif mendampingi sembilan WNI untuk memastikan pemenuhan hak-hak mereka, penyediaan dokumen perjalanan, hingga koordinasi tiket kepulangan.

    Berbeda dengan prosedur pemulangan kasus khusus pada umumnya yang mengharuskan relawan dibawa ke kantor Kementerian Luar Negeri terlebih dahulu, sore ini pihak otoritas mengonfirmasi bahwa setelah seluruh rangkaian pemeriksaan di bandara selesai, kesembilan WNI akan langsung diantarkan ke kediaman atau tujuan masing-masing untuk berkumpul kembali bersama keluarga.

    Sembilan WNI yang terdiri dari empat jurnalis nasional (Bambang Noroyono, Thoudy Badai, Andre Nugroho, dan Rahendra Herubowo) serta lima aktivis kemanusiaan sipil ditangkap oleh tentara Israel pada 18-19 Mei 2026.

    Mereka merupakan bagian dari ratusan aktivis internasional di atas armada Global Sumud Flotilla yang berlayar membawa bantuan logistik darurat menuju Gaza. 

    Pencegatan sepihak oleh Israel di perairan lepas internasional tersebut sebelumnya menuai kecaman keras dari berbagai elemen internasional karena dianggap melanggar hukum humaniter laut dan menghambat bantuan kemanusiaan sipil. 

    Baca Juga: Terbaru! Tim GPCI Berangkat ke Turki Jemput 9 WNI yang Sempat Ditahan Pasukan Israel

    Sumber : Kompas TV

    Komentar
    Additional JS