Menkeu Purbaya Mengaku Tak Tahu Sapi Kurban Prabowo Pakai APBN, Minta Tanya ke Mensesneg - Tribunnews
Menkeu Purbaya Mengaku Tak Tahu Sapi Kurban Prabowo Pakai APBN, Minta Tanya ke Mensesneg
Ringkasan Berita:
- Presiden Prabowo Subianto menyalurkan 1.098 sapi kurban Idul Adha kepada 522 daerah dan 500 lembaga.
- Wamensesneg Juri Ardiantoro mengatakan anggaran sapi kurban Prabowo berasal dari dana Banpres APBN.
- Mengenai hal itu, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mengaku tak tahu.
TRIBUNNEWS.com - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, mengaku tidak tahu-menahu soal sapi kurban Presiden Prabowo Subianto yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN).
Purbaya mengatakan akan mengecek terlebih dulu mengenai informasi tersebut.
"Saya tidak tahu masalah itu. Saya cek, saya tidak tahu," kata Purbaya usai salat Idul Adha di Masjid Salahuddin, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, Rabu (27/5/2026), dikutip dari Kompas.com.
Purbaya lantas menyarankan awak media untuk bertanya kepada Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi.
Ia menduga anggaran sapi kurban Prabowo berasal dari anggaran Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg).
"Tanya Mensesneg, tapi rasanya pakai uang mereka sendiri," imbuh dia.
Baca juga: Kurban Prabowo Beli Pakai APBN, Purbaya Ragu Tanggapi Soal Itu, Beda dengan Politikus Gerindra
Terpisah, Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Sugiat Santoso, menyebut penggunaan APBN untuk sapi kurban Prabowo adalah hal wajar dalam praktik kenegaraan.
Ia mengatakan Presiden memang memiliki alokasi anggaran untuk membantu masyarakat lewat berbagai program sosial.
"Ini hal yang biasa dalam persoalan kenegaraan. Presiden sebagai kepala negara memang memiliki anggaran yang diperuntukkan membantu masyarakat," kata politisi Gerindra ini saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.
Sugiat menambahkan, bantuan yang dimaksud bukan hanya hewan kurban, melainkan juga dukungan di sektor pendidikan, kesehatan, hingga fasilitas publik.
"Bukan hanya kurban. Bantuan presiden juga banyak untuk pendidikan, kesehatan, sampai fasilitas publik. Jadi jangan melihat ini seolah sesuatu yang baru," ujar dia.
"Dan kami berharap hal ini dilihat dari nilai kebermanfaatan kepada masyarakat."
"Dengan adanya hewan kurban ini, ada ribuan masyarakat yang terbantu khususnya di momen Idul Adha ini," imbuhnya.
Menurut Sugiat, penggunaan APBN untuk hewan kurban Prabowo bukanlah kali pertama
Ia menyebut hewan kurban menggunakan APBN telah berlaku sejak presiden-presiden sebelumnya.
"Penggunaan APBN untuk bantuan kurban presiden ini sudah dilakukan secara terus-menerus, bukan hanya di masa Presiden Prabowo."
"Presiden-presiden sebelumnya juga melakukan hal yang sama," tandasnya.
Sebelumnya, Wamensesneg Juri Ardiantoro mengungkapkan Prabowo telah menyalurkan 1.089 sapi kurban untuk perayaan Idul Adha 1447 H tahun 2026.
Seribu lebih sapi itu dibeli Prabowo dari peternak lokal.
"Sehingga diharapkan momentum ini mereka (peternak lokal) dapat jadikan sebagai momentum untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas sapi."
"Karena mereka tahu setiap tahun Bapak Presiden akan meminta mereka untuk menyediakan sapi korban," ungkap Juri di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (26/5/2026).
Juri menambahkan, Idul Adha tahun ini diharapkan Prabowo bisa menjadi momentum untuk pengembangan industri peternakan di Indonesia secara mandiri, serta memenuhi kebutuhan daging dalam negeri.
Mengenai anggaran pembelian sapi kurban Prabowo, Juri menyebut berasal dari Dana Bantuan Presiden (Banpres) yang bersumber dari APBN.
"Sumber anggarannya dari APBN ya, melalui Anggaran Bantuan Presiden, Bantuan Kemasyarakatan Presiden," katanya.
Sebanyak 1.098 sapi kurban Prabowo diketahui disalurkan ke 522 daerah dan 500 lembaga.
"Jadi untuk daerah tadi 598, untuk lembaga-lembaga sosial, lembaga keagamaan, pondok pesantren, tokoh-tokoh sebanyak 500 sapi, jadi semuanya 1.098 ekor sapi," pungkasnya.
(Tribunnews.com/Pravitri Retno W/Chaerul Umam/Taufik Ismail/Rifqah, Kompas.com/Agustinus Rangga)