Modus Sewa Kursi Berkedok Acara MBG, 120 Kursi dan 3 Blower Vendor di Tangsel Raib - Kompas
Modus Sewa Kursi Berkedok Acara MBG, 120 Kursi dan 3 Blower Vendor di Tangsel Raib
TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com – Seorang pemilik vendor dekorasi Fatimah az-Zahra Wedding di Tangerang Selatan menjadi korban penipuan bermodus penyewaan kursi untuk kegiatan penyuluhan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Korban bernama Siti Fatimah (40) telah melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Ciputat Timur.
Laporan itu teregistrasi dalam Laporan Polisi Nomor: TBL/B/578/IV/2026/SPKT/SEK. Ciputat Timur/Res. Tangsel/PMJ.
Fatimah mengatakan, penipuan bermula pada Kamis (30/4/2026) sekitar pukul 03.00 WIB saat pelaku menghubunginya melalui WhatsApp. Ia baru membalas pesan tersebut sekitar pukul 09.00 WIB.
Menhan Polandia: Tidak Ada NATO Tanpa AS!
Baca juga: Polisi Bongkar Modus Haji Ilegal Pakai Visa Kerja, 8 Jemaah Digagalkan
“Pelaku mengaku bernama Andi, katanya mahasiswa UIN. Dia bilang mau sewa kursi sama blower untuk acara penyuluhan MBG,” kata Fatimah saat ditemui Kompas.com di Polsek Ciputat Timur, Sabtu (2/5/2026).
Pelaku mengaku membutuhkan 170 kursi futura dan tiga blower untuk kegiatan yang disebut akan digelar di Jalan Semanggi II Nomor 20, Kelurahan Cempaka Putih, Ciputat Timur, tepatnya di lokasi Himpunan Mahasiswa Banten (HMB) Jakarta, dekat kampus UIN Ciputat.
Dalam komunikasi awal, pelaku menyampaikan bahwa pembayaran akan dilakukan setelah barang tiba di lokasi.
“Dia bilang, ‘Barang datang, payment langsung cair’,” ujar Fatimah.
Fatimah sempat menanyakan pihak yang akan menerima barang.
Baca juga: Modus Sembunyikan di Kap Motor, Kurir Sabu Rp 1 Miliar Ditangkap di Sunter
Pelaku mengaku akan datang langsung untuk serah terima. Karena lokasi pengantaran masih berada di sekitar Ciputat, Fatimah tidak menaruh curiga.
“Masih lingkungan kita kan, jadi enggak ada pikiran macam-macam,” kata dia.
Ia kemudian menyiapkan pekerja untuk pengantaran mendadak dan ikut turun langsung karena pelaku merupakan pelanggan baru yang belum memberikan uang muka.
Baca juga: Dua Teman Korban Penyekapan WNA Diduga Diberi Uang sebelum Tinggalkan Apartemen Ancol
Pengantaran dilakukan sekitar pukul 11.20 WIB menggunakan tiga mobil pikap.
Mobil pertama membawa blower, mobil kedua mengangkut sekitar 120–130 kursi, dan mobil ketiga membawa sisa kursi.
Sesampainya di lokasi, Fatimah masih berkomunikasi dengan pelaku melalui WhatsApp dan telepon.
Baca juga: Korban Pemerasan Modus Kaki Terlindas di Bekasi Trauma: Syok Semua, Anak Saya Nangis
Pelaku sempat menanyakan posisi korban dan berjanji akan segera tiba.
Namun hingga seluruh barang selesai diturunkan, pelaku tak kunjung datang.
Saat ditagih soal serah terima dan pembayaran, pelaku justru meminta agar barang cukup didokumentasikan melalui video.
“Dia bilang, ‘Enggak usah dihitung. Kayaknya cukup video aja’,” kata Fatimah.
Fatimah mengaku menunggu sekitar 1 jam 15 menit di lokasi sebelum akhirnya meninggalkan tempat sekitar pukul 13.15 WIB karena harus menjenguk keponakannya yang sakit.
Baca juga: Modus Pemerasan Kaki Terlindas di Bekasi Viral, Pengendara Diminta Rp 1 Juta
Sebelum pergi, ia dan suaminya sempat mengikat pintu lokasi serta merekam kondisi barang.
“Udah sesuai, 170 kursi, blowernya 3. Enggak ada yang kurang,” ujarnya.
Pelaku juga sempat mengatakan bahwa barang akan digunakan hingga sekitar pukul 14.00 atau 15.00 WIB dan menjanjikan pembayaran ditransfer paling lambat pukul 17.00 WIB.
Baca juga: Ngaku Mahasiswa, Pelaku Tipu Vendor Dekorasi di Tangsel hingga Rugi Rp 65 Juta
Namun hingga sore hari, uang sewa tak kunjung diterima. Sekitar pukul 17.30 WIB, pelaku masih sempat menanyakan nomor rekening Fatimah sebelum akhirnya tidak bisa dihubungi.
“Habis dari situlah lost contact,” ujar Fatimah.
Fatimah menyebut nomor pelaku masih berdering hingga pukul 20.30 WIB, tetapi tidak pernah diangkat.
Baca juga: Kenali Modus Ganjal Mesin ATM dan Cara Menghindarinya
Pada malam harinya, ia bersama suaminya kembali ke lokasi untuk memastikan kondisi barang.
Sesampainya di lokasi, sebagian besar kursi dan blower ternyata sudah hilang.
“Bangkunya ditinggalin 50. Jadi yang diambilnya 120. Tinggal 50,” kata Fatimah.
Baca juga: Modus Salah Antar, Penipu Vendor Dekorasi di Tangsel Diduga Pakai Jasa Angkut Barang
Berdasarkan keterangan warga sekitar, barang-barang tersebut diangkut sekitar pukul 15.00 WIB oleh seseorang yang mengaku hanya memindahkan barang karena salah lokasi pengantaran.
“Dia bilang ke warga, ‘Ini Bu Fatimah-nya salah anter. Jadi ini mau dipindahin gedung lain. Yang di sini saya tinggal cuma 50 aja’,” tutur Fatimah.
Blower juga turut dibawa karena dinilai terlalu besar untuk ruangan tersebut.
Akibat kejadian ini, Fatimah memperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp 65 juta.
Ia menyebut harga satu kursi futura berkisar Rp 400.000 per unit, sementara blower besar sekitar Rp 5 juta per unit.
Baca juga: Modus Transaksi Tramadol di Bekasi: Duduk Menunggu hingga Sistem Tempel
“Sedangkan pekerja sudah saya bayar, karena mereka udah kerja,” kata dia.
Fatimah mengaku biasanya meminta uang muka sebesar 50 persen untuk penyewaan.
Namun kali ini ia lengah karena percaya dengan identitas pelaku yang mengaku mahasiswa dan lokasi pengiriman yang dekat.
Baca juga: Penipu Vendor Dekorasi Tangsel Terdeteksi Berada di Bali
“Saya enggak minta alamat atau KTP. Salahnya di situ. Terlalu percaya,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa setelah kejadian, dirinya mendapat informasi modus serupa pernah menimpa vendor lain di sekitar Ciputat.
Bahkan, seorang rekannya mengaku hampir menjadi korban dengan nomor yang sama, tetapi batal mengirim barang setelah melakukan pengecekan lokasi.
Baca juga: Akal-akalan Penipu Vendor Dekorasi Tangsel: Ngaku Mahasiswa, Korban Rugi Puluhan Juta
“Katanya di Semanggi 1 juga ada teman. Modusnya sama, penyewaan di aula juga,” kata Fatimah.
Fatimah berharap kasus tersebut dapat segera diusut hingga pelaku tertangkap.
“Setidaknya yang bawa barang-barang itu ketemu. Kalau barangnya enggak balik pun ya sudah, tapi pelakunya harus ketemu,” ujarnya.
Baca juga: 2 Daerah di Bekasi Jadi Sarang Tramadol Modus COD, Ini Lokasinya
Sementara itu, Kapolsek Ciputat Timur, Bambang Askar Sodiq, membenarkan adanya laporan dugaan penipuan tersebut.
Menurut Bambang, laporan diterima pada Kamis malam dan pihaknya langsung melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP).
“Kami sudah lakukan olah TKP, cek TKP, periksa saksi, dan mengantongi identitas kendaraan yang mengantar,” kata Bambang saat dihubungi Kompas.com.
Baca juga: Tipu Daya Pria Ngaku Mahasiswa Sewa Barang Vendor Dekorasi, Korban Rugi Rp 65 Juta
Ia menambahkan, berdasarkan keterangan korban, pesanan dilakukan melalui aplikasi jasa pengiriman barang dan polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi di lokasi.
Bambang mengimbau pelaku usaha untuk lebih waspada dalam menerima pesanan, terutama yang dilakukan secara daring.
“Jangan mudah percaya dengan orderan online. Harus ada screening kuat, asas kehati-hatian itu penting,” ujar dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang